Aku Jatuh Cinta Dengan Gadis SMK

Aku Jatuh Cinta Dengan Gadis SMK
part 46. Di Kerumuni Oleh Ibu-ibu


__ADS_3

Aku memperhatikan pak Devan yang lagi fokus membawa mobil.


"Pak! panggil ku


"Hmm...! jawab pak Devan


Aku mau ngomong apa ya?, masa di dalam mobil berduaan malah diam-diaman, bikin suasana canggung aja!


Mau ngomong tapi nggak tau harus ngomong apa?, seperti tadi aku panggil dia eh dianya malah jawab hmm... aja!


"Siti! ujar Pak Devan, aku menengok pak Devan, ia masih fokus menyetir mobil.


"Iya! jawabku


"Mama mau ajak ketemuan sama kamu! ujar pak Devan, apa? mama pak Devan mau ketemuan sama aku!, nggak salah tuh?, kok aku deg-degan ya?


"Mau ngapain pak? tanya ku


"Ya pengen kenal lebih dekat lagi sama calon menantu nya lah! ujar pak Devan


Wajah ku bersemu merah mendengar penuturan dari pak Devan, calon menantu katanya?.


"Ooh! jawabku singkat, aku tidak tau harus ngomong apa lagi.


"Hmm...kamu yakin mau sama aku? tanya ku ke pak Devan, aku takutnya nanti ia kecewa sama aku, apa lagi perbedaan umur kami sangat lah jauh.


Dia menghentikan mobilnya di tepi jalan, lalu ia melihat aku, aku yang di lihat hanya menundukkan kepalaku.


Apa omongan aku tadi salah?, atau dia marah sama aku?.


"Apa kamu meragukan cinta aku pada mu Siti? tanya pak Devan, aku tidak dapat menjawabnya, kalau aku salah jawab bisa berabe nantinya.


"Iya, kamu meragukan cinta ku? ujarnya lagi, aku masih diam aku takut melihat wajahnya.


"Tidak, aku yakin kamu cinta sama aku! ujarku masih menundukkan kepalaku


"Terus kenapa kamu bicara seperti itu tadi? tanya pak Devan


Aku sangat mencintai dia, aku juga tidak mau dia pergi dari hidup aku, aku bukan bermaksud ngomong seperti itu!


Aku takutnya kalau dia sudah menjadi suamiku, apa dia mau menerima kekurangan aku?, yang paling aku takutkan adalah aku tidak bisa menjadi istri yang baik untuk nya.


"Hal yang paling aku takutkan kamu berpaling dari aku! ujar ku


"Aku tidak akan berpaling dari kamu, walau banyak di luaran sana wanita yang lebih cantik dari kamu! ujar pak Devan


"Janji! ujar ku


"Iya aku janji! ujar pak Devan, sambil mengangkat tangannya.


Pak Devan melanjutkan membawa mobil nya lagi.

__ADS_1


"Oh iya, kapan mama kamu mau bertemu dengan aku? tanya ku ke pak Devan


Dia sempat berpikir, "sekarang juga bisa! ujarnya, ah? sekarang, apa tidak terlalu cepat?


"Sekarang, kalau sekarang apa tidak terlalu cepat? tanya ku.


"Lebih cepat lebih baik! ujar pak Devan


"Besok aja gimana?, sekarang mah aku nggak bisa! ucapku


"Terserah kamu saja, kapan kamu bisa, aku akan menjemput kamu! ujar pak Devan


Kami berdua sudah sampai di depan sekolah, banyak teman-teman ku yang membawa keluarga nya, berserta hehem nya.


Aku jadi grogi untuk turun dari mobil, apa lagi aku bersama pak Devan!


"Mau turun apa di sini saja? tanya pak Devan, ia sudah siap-siap mau turun.


"Sebentar pak, aku grogi! ujarku


Pak Devan tidak jadi keluar dia menungguku di dalam mobil, aku menarik nafas panjang lalu aku hembusan perlahan-lahan.


Aku mengintip keluar aku melihat Rena bersama orang tua nya dan cowok Rena.


Aku berpikir sejenak ada ide berlian terlintas di pikiran ku, emang kamu aja yang bisa reen, aku juga bisa hehe...!


Kemaren-kemaren kamu ketawain aku jomblo sekarang aku akan buktikan ke kamu reen, kalau aku juga bisa!, tertawa lah dulu reen, sahabat banyak celoteh nya! umpat ku dalam hati.


Iih pak Devan nyebelin juga iih, masa aku di diemin mulu, dia hanya fokus dengan hpnya lah aku di apa in?


"Nyebelin kamu mas! ujar ku, lalu keluar dari dalam mobil, aku memasang wajah cemberut.


"Lah dia kenapa? ujar ku melihat Siti yang kesal karena ku, aku juga ikut turun dari mobil.


Siti lagi menyenderkan tubuhnya di mobil ku, sambil memangku tangannya ke dada, dan lebih parah lagi wajahnya di buat kayak ikan bonta lagi.


Pengen aku cubit itu pipi bonta nya, gregetan aku lihat wajahnya yang menggelembung itu.


"Mau di sini saja atau balik pulang lagi? tanya ku ke Siti, dia melirik aku sekilas, lalu dia menghela nafas panjang.


"Masa balik pulang lagi!, kita kan udah nyampe, habis-habisin bensin aja! ujarnya, lalu dia duluan jalan masuk ke pekarangan sekolah.


Aku mengikuti nya dari belakang, di sepanjang jalan aku di lihatin mulu oleh kaum hawa, ada juga yang sengaja menabrak aku.


"Mas ganteng boleh kenalan nggak? ujar orang itu, aku hanya tersenyum saja lalu melanjutkan jalan.


Aku di kerumuni oleh ibu-ibu dan juga anak-anak SMK Merdeka Mandiri ini, mereka mau minta foto sama aku.


"Maaf Bu, saya mau kesana dulu! ujar ku, tapi mereka malah memepet aku, aku terkepung oleh kaum hawa ini.


Aku tidak menemui Siti lagi, entah kemana ia pergi?, tega sekali dia ninggalin aku di kerumunan ibu-ibu genit ini.

__ADS_1


"Oh ya ampun mimpi apa aku semalam, bisa-bisa nya aku di kerumuni oleh ibu-ibu genit ini!


Siti di mana kamu?, tolong kembali Siti, aku terjebak dalam situasi ibu-ibu genitttt.....!


Aku melihat di sekeliling ku, aku tidak melihat pak Devan di belakang ku lagi, dimana dia?, aku kembali lagi ke belakang, di sana sudah banyak ibu-ibu para murid yang lagi berkerumun.


"Ada apa di sana? gumamku.


Aku menajamkan Indra penglihatan ku, ternyata ibu-ibu yang berkerumun itu lagi minta foto dengan pak Devan, kasihan juga pak Devan!


Jadi bahan foto para ibu-ibu genit.


"iih ibu-ibu genit nyebelin, punya orang di rebut-rebut gitu, terus suami nya malah di abaikan! umpat ku, aku tidak terima pak Devan di ambil orang.


Aku juga masuk dalam kerumunan ibu-ibu itu, lalu aku menarik tangan pak Devan supaya dia bisa keluar dari kerumunan itu.


"Dia sudah ada yang punya, jadi jangan minta foto-foto segala, titik nggak pakai koma! bentak ku kesal sama ibu-ibu itu.


Aku menarik tangan pak Devan ke tempat yang tidak banyak orang nya.


"Mau ngapain di sana?


"Mau cari perhatian sama ibu-ibu itu? ujarku marah ke pak Devan.


Pak Devan masih ngos-ngosan, nafasnya tersengal-sengal karena capek di kerumunan tadi.


"Siapa suruh ninggalin aku! ujarnya masih ngos-ngosan


"Alasan kamu saja! ujarku cemberut


"Udah tau pacarnya ganteng, malah di tingga-tinggalin, kan aku di ambil sama orang lain! ujar nya


"Salah kamu sendiri! ujarku


Lah kok aku yang salah?, bukanya dia yang salah!.


Salah mulu kek nya!


bersambung...


...----------------...


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™

__ADS_1


__ADS_2