Aku Jatuh Cinta Dengan Gadis SMK

Aku Jatuh Cinta Dengan Gadis SMK
Part 25. Sudah Memaafkan


__ADS_3

Pikiran ku berkecamuk gara-gara Siti tadi yang marah sama aku.


Tapi kenapa dia marah sama aku? apa benar dia juga ada perasaan dengan ku?


Tapi tadi itu aku juga salah juga sih sama dia! seharusnya aku tidak memarahi nya juga!


"Aku harus minta maaf sama Siti! gumamku


Aku mengejar Siti bersama teman nya tadi, aku berencana biar aku yang mengantar Siti pulang.


"Siti tunggu! panggil ku


Namun ia tidak mau berhenti, aku menyesal telah memarahi nya tanpa sebab, seharusnya aku mendengar kan kata-kata nya tadi.


"Kamu tidak mau kan kalau saya beri nilai C! ujarku, biasanya dengan aku mengancam soal nilai dia pasti akan menurut.


Namun kali ini dia tidak menggubrisi ucapan ku.


Aku berhasil mengejarnya lalu aku mencekal tangan nya.


"Biar saya aja yang antar! ucapku


"Tidak perlu! jawabnya bengis


"Saya perlu bicara juga sama kamu, saya antar ya! ucapku memohon


"lepaskan tangan saya pak kita bukan mahram! ucap Siti menepis kuat tangannya dari genggaman Devan


"Kamu pergi dari sini biar saya yang antar Siti! ujarku ke teman Siti tadi.


"Nggak perlu, Rena kamu sama aku aja! ucap Siti membantah


"Nurut sama saya atau nilai kamu akan bermasalah! ucapku ke teman Siti


Teman Siti tadi langsung menjauh dan melepaskan tangan siti, dia langsung mengangkat kedua tangan ke atas.


"Kamu pulang sama pak Devan aja! aku nggak mau nilai aku terganggu gara-gara tidak menuruti kemauan pak Devan! ucap Rena


"Kamu takut sama ancaman dia? ucapku memastikan bahwa ancaman dari pak Devan itu tidak benar


"Aku takut Siti intinya aku tidak mau ikut campur urusan kalian! ucap Rena


"Itu cuma akal-akalan nya saja supaya kamu tidak mau mengantar aku pulang! ucapku memastikan sekali lagi kepada Rena


"Saya benar-benar serius dalam ancaman ini! ucap Devan


Kami berdua berhenti berbicara karena pak devan.


Kalau di lihat cara bicara sama ekspresi wajah nya, kelihatan nya ancaman dia kali ini serius!


"Kamu mau saya beri nilai C karena tidak mau menurut sama atasan kamu sendiri? ucap Devan


"Siti seperti nya pak Devan benar-benar serius! ucap Rena


"Aku jamin ini cuma akal bulus nya saja Rena! tolong dong dengerin aku, percaya lah sama sahabat kamu sendiri! ucapku memohon


Rena menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mundur ke belakang, "Aku nggak mau Siti, udah kali ini aku nurut aja sama pak Devan, aku tidak mau nilai ku jelek apa lagi ini hari ini hari terakhir-terakhir kita! ucap Rena


Rena meninggalkan aku bersama pak Devan di lobi hotel, aku menundukkan kepalaku.


"Aduh kepalaku pusing! lirihku memegang kepalaku yang sempoyongan

__ADS_1


"Perlu saya bantu? ucap Devan


Kali ini aku benar-benar tidak kuat lagi untuk jalan, aku terpaksa menerima bantuan dari pak Devan.


Aku mengangguk kecil, "Bantu saya pak saya tidak kuat! ujar ku lemas


Aku di bawa pak Devan ke mobilnya, "pak motor saya gimana? tanya ku


Tadi pagi aku ke sini mengunakan motor


"Motor kamu biar saya yang urus! ucap Devan


Aku kasihan juga melihat Siti lemas tak berdaya gini, aku memapah dia sampai ke mobil.


Kini aku mengantar Siti ke rumahnya, dalam perjalanan pulang dia menyenderkan kepalanya ke sandaran jok mobil sambil memijat-mijat kepalanya.


"Langsung pulang atau mau saya antar ke dokter? tanya ku tidak tega


"Antar aja saya pulang pak! ucapnya


Aku mengangguk kecil terus fokus menyetir mobil.


"Soal tadi saya tidak bermaksud memarahi kamu! ucapku mencoba meminta maaf


"Jangan bahas yang tadi pak, saya tau kok mungkin bapak hanya emosi lalu melampiaskan ke saya! ujar Siti


"saya benar-benar minta maaf! ujar ku


Aku tidak menjawab lagi ucapan dari pak Devan, hati aku masih sakit dengan kata-kata nya tadi.


"Apa kamu marah sama saya? tanya devan


"Berarti kamu marah sama saya! buktinya kamu diam! ujar devan


"Untuk apa saya marah? saya diam berarti saya tidak mau ngomong lagi! ucapku


"Kamu pasti marah sama saya, saya minta maaf Siti! ucap Devan


"Maaf pak lebih baik bapak diam aja, bukan apa-apa saya tambah pusing sama ocehan bapak dari tadi! ucapku


"Maaf kalau saya bikin kamu tambah pusing! ucap Devan


Kami berdua akhirnya sudah sampai di halaman rumah Siti.


"Kita sudah sampai! ucapku


"Bisa bapak bantu saya untuk memapah ke dalam rumah! ucapnya


"Bisa! jawabku singkat


Aku turun dari mobil terlebih dahulu, lalu membuka pintu mobil untuk Siti lalu aku membantu nya.


"Maaf saya merepotkan bapak! ucapku


"Saya tidak merasa repot! ujar nya


Kalau di lihat dari dekat wajah pak Devan ganteng juga, apa lagi wajah nya putih mulus.


wajahnya begitu terawat!


"Astagfirullah! gumamku

__ADS_1


"Kenapa istighfar? tanya devan


Pipiku memanas karena pak Devan secara tiba-tiba berbicara di dekat telinga ku.


"ng--nggak pak! ucapku kelimpungan


Aku di papah sama pak Devan sampai ke dalam rumah.


"Maaf pak bukan saya mengusir bapak, lebih baik bapak pulang saja! lagian di rumah cuma saya aja, mama sama papa saya lagi pergi ke luar sebentar! ucapku


Mama sama papa pergi jalan-jalan berdua, biasalah mama sama papa mau mengulang kembali kisah cinta nya dulu.


"Saya tidak mau ada fitnah di antara kita! ucapku


"Oh tidak apa-apa lagian saya juga ada urusan penting juga, kalau begitu saya pergi dulu! ucap Devan


Aku tersenyum kecil, "sekali lagi terima kasih sudah membantu saya! ucapku


Dia pun ikut tersenyum lalu mengacungkan jempol nya.


"assalamualaikum...!


"Wa'alaikumussalam...! jawabku


Bukankah tadi pak Devan mau bicara sesuatu ke aku? tapi kenapa dia tidak berbicara apa-apa?


Apa tadi dia cuma minta maaf?, aku memanggil pak Devan lagi.


"Pak bukanya bapak mau bicara sesuatu sama saya? ujarku


Dia tersenyum lalu mengedipkan sebelah matanya, "Tidak perlu bahas lagi, lagian kamu sendiri yang tidak mau menerima maaf dari saya! ucapku


"Jadi bapak mau bicara sesuatu itu cuma minta maaf saja sama saya? tutur Siti


Aku mengangguk kecil seraya tersenyum tipis, "saya permisi dulu! ucapku


"Saya sudah memaafkan bapak, kebaikan bapak sama saya sudah membuktikan kalau bapak orang baik! ucap Siti


"Lebih baik memaafkan dari pada tidak memaafkan sama sekali! ujar Siti lagi


Aku tersenyum lebar karena ucapan Siti yang membuat saya merasa senang.


"Saya senang karena kamu mau memaafkan saya! ucapku


Setelah di maafkan oleh Siti tadi aku langsung saja pergi dari rumah Siti, karena aku aja urusan penting juga.


....


bersambung...


...----------------...


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™

__ADS_1


__ADS_2