
Pagi ini mood aku berantakan oleh pak Devan tadi, sampai-sampai aku tidak fokus dalam bekerja.
"Gue senang deh sit lo udah sembuh! ucap Rena
"Iya gue udah kangen juga sama sahabat gue yang rada-rada kayak lo ini! ucapku
"Rada-rada apa lo bilang? ucap Rena
"Nggak lupain aja! ucapku tidak mau ribut dengan Rena
"eh, eh, tunggu dulu! ucap Rena
Aku bingung dengan Rena, aku mengangguk bingung, "apa? tanya ku heran
"Itu liat! ucap Rena sambil menunjuk mengunakan dagunya
"Lihat apa? tanya ku
"ck! lo liat aja sendiri markonah! ucap Rena memutar tubuhku
Aku melihat pak Devan lagi marah-marah ke karyawan hotel, aku juga tidak tau kenapa pak Devan marah ke karyawan itu.
"Kasihan ya siti kakak itu kena marah! ucap Rena
Aku mengangguk lalu menghampiri pak Devan yang masih marah-marah.
"Lebih baik bicara baik-baik dari pada marah-marah tidak jelas gini! ucapku
"Marah boleh tapi sewajarnya saja pak! ucapku lagi
Aku kasihan melihat karyawan itu di marahi habis-habisan oleh pak Devan.
Aku tidak tau masalah apa yang terjadi sampai-sampai pak Devan memarahi karyawan itu.
"Sekarang kamu pergi dari sini! ucap pak Devan ke karyawan itu
Pak Devan melihat aku dengan tatapan dingin persis pada saat aku kenal dengan dia dulu.
"Nggak usah ikut campur!
"Kamu hanya anak magang di sini, sewaktu-waktu kamu akan pergi juga dari sini, jadi kamu tidak perlu ikut campur! ucap Devan
Deg!
Jantung ku seakan-akan berhenti dengan ucapan pak Devan tadi.
"Anak magang kok suka sekali ikut campur urusan atasannya! ucap Devan sinis lalu pergi dari situ.
Air mataku menetes seketika gara-gara ucapan pak devan.
"Iya aku tau aku juga sadar diri kok kalau aku itu cuma magang di sini! lirihku
Aku membela kakak tadi karena aku kasihan sama dia.
"Jahat kamu pak! gumamku menghapus air mataku
Baru kali ini pak Devan membentak ku, dulu dia sering membentak ku itu wajar saja bagi ku, tapi kali ini dia bentak ku rasanya hati aku sakit sekali.
"Aku kecewa sama kamu! lirihku
"Hey Siti lo nggak papa kan? ucap Rena menyenggol bahu ku
Aku menggeleng sambil tersenyum kecil
"Balik kerja lagi yuk, nanti bisa-bisa kita juga kena marah! ucapku
"Tapi kayaknya Lo habis nangis! ujar Rena
__ADS_1
"Ah nggak kok gue cuma kelilipan aja! ujar ku berbohong
"Tapi suara Lo kayak habis nangis Siti! Lo di apain sama pak Devan tadi? tanya Rena
"Suara gue emang kayak gini kok, udah gue nggak papa! ucapku membohongi Rena
"Beneran ya Lo nggak papa? ujar Rena
Aku mengangguk-angkuk
Rasanya kerongkongan ku ini sudah besar karena menahan tangis ini, tapi aku berusaha supaya tangisan ku ini tidak pecah.
"Kalau lo masih nggak kuat, mendingan pulang aja ya! ujar Rena
"gue nggak papa reen! ucapku
Kami berdua seperti biasa membersihkan kamar yang di sewa oleh orang semalam.
Aku mengganti sprei sama yang baru sedangkan Rena membersihkan bagian yang lainnya.
"Loh Siti kok lo malah gonta-ganti sprei nya sih! ucap Rena
"Itu kan udah Lo ganti barusan kok Lo ganti lagi? tanya Rena
Aku melihat ke arah kasur tenyata aku gonta-ganti sprei dari tadi.
"kenapa nggak fokus? tanya Rena
Aku tidak fokus bekerja gini karena pak Devan membentak aku tadi, apa lagi kepala aku ini juga sakit, jadinya aku tidak fokus.
"Kepala aku sedikit pusing reen! ucapku
"Tukan Lo itu belum sehat betul! ujar Rena
"Udah Lo istirahat aja ya, kalau nggak Lo pulang aja! ucap Rena
Kepala ku ini rasanya sakit lagi, aku sebenarnya tidak sanggup kerja tapi aku memaksakan nya juga.
Aku mengganti sarung bantal pada saat aku mau membuka sarung bantal kepala ku rasanya mutar-mutar.
Aku terjatuh ke lantai pandangan ku kabur lalu mataku ini sudah tertutup, aku tidak tau lagi.
"astagfirullah Siti! jerit Rena
"Tolong...tolong...tolong...! jerit Rena dari kamar nomor 235.
Rena berlari ke luar kamar untuk mencari bantuan, pada saat itu ada Devan yang hendak ke ruangan Elsa
"Pak tolong pak! ujar Rena cemas memanggil Devan
"kamu kenapa teriak-teriak? tanya ku melihat wanita waktu itu yang memberi tahu ku kalau Siti di rawat.
"Pak Siti pak! ujar nya
"Siti? dia kenapa? tanya ku juga ikut cemas
"Pak Siti pingsan pak di kamar 235! ucap nya sudah menangis
Tanpa aba-aba lagi aku berlari ke kamar itu, aku melihat tubuh siti sudah tergeletak di lantai.
Aku tidak berani mengendong dia untuk memindahkan nya ke atas ranjang.
"Pak gimana ini! ucap nya
"Bapak tega melihat teman saya tergeletak di lantai dingin ini! ucapnya
"Pak bantu dong pak gendong lalu baringkan Siti di atas ranjang ini! ucap nya lagi
__ADS_1
"Tapi...saya bukan mahrom untuk menyentuh nya! ucapku bingung juga
"Ini urgent pak! ucapnya ngegas
Aku dengan terpaksa membopong tubuh siti ke atas ranjang.
"Nah gitu dong pak dari tadi kek! ucapnya
"Siti kenapa kok bisa pingsan begini? tanya ku
"Katanya dia tadi kepalanya sakit! ucap Rena
Aku membuka mataku perlahan rasanya kepalaku ini pusing sekali.
Tapi kenapa aku tidur di atas ranjang? siapa yang mengendong ku? semua pertanyaan muncul di benakku ini
Aku melihat di sekeliling ku ternyata di samping ku sudah ada pak Devan sama Rena
Apa pak Devan yang mengendong ku?
"Syukurlah Lo udah sadar Siti! gue cemas sama Lo! ucap Rena
"Kamu kalau masih sakit, nggak usah maksa masuk hari ini! ucap Devan
Pak Devan ngomong nya judes lagi sama aku, apa dia masih marah dengan ku?
Aku hanya diam saja masih teringat di kepala ku ini ucapan dia tadi.
"Nggak usah sok peduli dengan saya! ucapku tak kalah judes
"Saya marah sama anda pak! ucapku
"Rena antar aku pulang ya! ucapku memaksa untuk berdiri.
Tubuhku oleng untung saja Rena menyambut tubuh ku dengan sigap.
"Tolong papah aku ren! ucapku minta tolong ke Rena
Aku mengabaikan pak Devan yang dari tadi memandang ku dengan ekspresi dingin nya itu.
"Saya izin pulang! ucapku tanpa mau menoleh sedikit pun dari pak Devan
Biarkan dia tau aku juga bisa judes seperti nya.
Aku di antar pulang oleh Rena
"Kenapa Siti sikapnya judes ke aku? gumamku
Apa tadi itu aku juga memarahinya? maksud ku bukan itu tadi, tapi karena emosi ku tidak terkontrol lagi makannya aku lampiaskan ke semua orang.
"kenapa bisa begini sih! umpat ku
Gara-gara emosi ini hubungan ku sedikit longgar dengan Siti.
....
bersambung...
...----------------...
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
terima kasih juga atas dukungan nya selama ini, jangan lupa tinggalkan jejak ya! supaya author tambah semangat lagi!
__ADS_1