
Aku mengikuti langkah mas devan, kini kami sudah di rumah sakit, mas devan membawa aku ke ruangan dokter kandungan.
Dia benar-benar membawa aku ke sini, sebenar nya siapa yang akan di periksa?
Kami duduk di depan ruangan itu, di sana sudah banyak ibu-ibu hamil yang di antar oleh suaminya.
"Kita ngapain ke sini mas? tanya ku
"Meriksa kamu lah, emang kamu pikir mau meriksa siapa? tanya mas devan
"Meriksa kamu! ujar ku asal
"Emang ada cowok yang meriksa ke dokter kandungan? tanya mas devan
"Ada lah, bukti nya kamu ini lagi meriksa! ujarku tersenyum.
"Nggak lucu, udah kamu diam jangan banyak ngoceh! titah mas devan
"Kalau aku nggak mau diam gimana? tanya ku
"Siap-siap saja dapat hukuman dari aku! ujar mas devan
"Palingan hukuman dari kamu suruh aku cuci piring lagi, seperti waktu itu! ujarku
"Beda! ujar mas devan, lalu ia berbisik di telinga ku, aku langsung mencubit perutnya biar tau rasa dia!
"Nggak usah ngada-ngada! ujarku lalu membelakangi dia.
Rasanya aku pengen mual mencium bau obat yang tercium dari rumah sakit ini, aku menutup mulutku dengan tangan.
Mual banget rasanya, baru kali ini aku seperti ini, "mas aku ke toilet dulu! ujar ku lalu berlari ke toilet, aku ingin memuntahkan isi perut aku ini.
Sampai di kamar mandi rumah sakit ini, lalu aku memuntahkan isi perut ku.
"Huek...huek...!
"Mbak hamil ya? tanya ibu itu
"Ha? ujarku lalu menggeleng cepat, mana mungkin aku hamil!
"Terus ngapain mbak muntah gitu, kalau nggak hamil, tadi saja saya liat mbak lagi duduk sama suami mbak di dekat ruangan dokter kandungan! ujar ibu itu.
Ibu ini ternyata memantau aku juga ya!
"Ini, olesin minyak angin ini ke perut mbak sama hirup bau minyak angin ini, supaya mbak nggak mual lagi! ujar ibu itu memberi kan aku minyak angin.
Aku berhenti muntah-muntah saat aku mencium aroma minyak angin itu, "untung ada ibu kalau nggak mungkin saya masih muntah-muntah! ujar ku
"Makasih ya bu! ujarku lagi
"Iya sama-sama, saya kembali dulu, minyak angin nya ambil aja buat mbak buat jaga-jaga aja! ujar ibu itu lalu ia pergi dari sini.
"Baik juga ibu itu, tapi apa yang di bilang ibu tadi itu benar? gumamku sambil memegang perut ku.
Aku kembali lagi ke tempat mas devan, ia mendekati aku lalu membimbing aku ke tempat duduk.
__ADS_1
"Mual? tanya mas devan
Aku mengangguk kecil, dari mana mas devan tau kalau aku mual tadi?
"Jagain istrinya lagi hamil muda mas, jangan biarkan dia pergi ke toilet sendiri, takut nya dia kenapa-napa! ujar ibu tadi, sekarang aku baru tau mas devan tau aku mual karena di beri tahu ibu tadi.
Aku hanya tersenyum kecil saja, ibu-ibu ini cerewet juga, kayak mama aku.
Apa yang di bilang ibu itu benar, kalau aku hamil?, tapi kan...!
Kalau iya, apa aku siap jadi mama muda?
"Mas devan apa yang di bilang sama ibu tadi benar? tanya ku
"Aamiin, semoga saja iya, aku sudah tidak sabar lagi! ujar mas devan senang, tapi aku kok kurang senang gini ya?, seharusnya aku juga ikut senang!.
"Gimana kalau iya, apa aku siap? gumamku
"Apa sayang? tanya mas devan
"Nggak! ujar ku
Aku masih duduk di kursi tunggu untuk menunggu giliran di panggil, "pasien atas nama Siti Marsya Diningrat! ujar perawat itu, hati aku udah dang ding dung karena takut.
Aku masuk bersama mas devan, ia membimbing aku, kini aku duduk berhadapan dengan dokter wanita paruh baya itu.
"Dok, tolong periksa istri saya, apa dia benaran hamil atau tidak! ujar mas devan, lalu dokter itu tersenyum.
"Baik, apa anda merasakan tanda-tanda nya? tanya dokter itu
"Seperti apa tanda-tanda nya dok? tanya ku, dokter itu melihat aku dengan tajam, lalu ia menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Hmm...apa istri anda masih kecil? tanya dokter itu ke mas devan
Lalu mas devan melihat aku, setelah itu mas devan melihat dokter kembali, mas devan mengangguk kecil seraya senyum.
"Baik, apa anda merasakan mual, atau sebagai nya? tanya dokter itu
Aku mengangguk kecil, "saya juga merasa nggak enak kalau dekat-dekat sama suami saya, terus bau yang menyengat bikin saya mual! ujar ku, apa yang aku rasakan selama ini aku ceritakan ke dokter.
...
Hadehh, istri aku keterlaluan banget jujur nya, masa dia juga ngomong ke dokter kalau dia nggak mau dekat-dekat dengan aku.
Aku menatap istri kecil ku itu, lalu aku memegang tangan nya.
"Mari iku saya! ujar dokter itu ke siti, dokter tersebut membawa siti ke arah kamar mandi, aku melihat dokter itu memberikan benda ke tangan siti.
Kini siti di dalam kamar mandi, tidak lama kemudian siti keluar lalu membawa benda kecil itu lagi.
Dokter itu tersenyum ke siti, kira-kira apa ya yang di bilang dokter itu ke siti?.
"Bapak boleh ke mari! ujar dokter itu, lalu aku menghampiri nya, kini siti di suruh tidur di brankar.
Dokter tersebut melakukan USG ke siti, dokter itu melihat ke layar monitor USG, aku tidak paham apa yang di lakukan oleh dokter itu.
__ADS_1
Setelah proses USG itu selesai kami duduk kembali ke tempat semula.
"Selamat untuk kalian berdua, setelah pemeriksaan tadi pasien sedang hamil 3 minggu! ujar dokter itu
Aku sangat bersyukur sekali saat mendengar pernyataan dari dokter, akhirnya aku benar-benar jadi ayah sungguhan.
Siti hanya diam saja, tidak ada ekspresi apapun yang terlihat dari wajah nya, kenapa dia hanya seperti biasa saja?, apa dia tidak mau hamil?
"Anda harus menjaga istri anda dengan baik, karena usia kehamilan nya masih sangat muda, hamil muda ini sangat rentan untuk keguguran, jadi anda harus menjaga nya dengan baik!
"Ibu siti juga harus banyak istirahat ya, supaya tidak kelelahan, dan pola makan nya harus di jaga juga! ujar dokter itu
"Baik dokter saya akan menjaga istri saya dengan baik! ujar ku
"Saya akan memberikan vitamin untuk ibu siti, dan obat anti mual! ujar dokter tersebut.
Setelah lama akhirnya aku keluar juga dari dalam ruangan itu, aku mau mengambil obat di apotik rumah sakit ini.
Dari tadi siti hanya diam saja, saat tau dia hamil!
"Sayang kenapa melamun? tanya ku, siti menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Terus kenapa melamun gitu? tanya ku, siti melihat aku dia melihat aku dengan tidak senang, tatapan nya sangat berbeda sekali tidak seperti biasanya.
"Pulang! ujar nya, hanya itu saja yang ia katakan, ia jalan lebih dulu dari aku, jalan nya juga cepat-cepat, aku takut terjadi sesuatu sama dia.
"Jalan nya nggak usah cepat gitu sayang, ingat kata dokter tadi! ujar ku
"Diam, aku mau pulang! ujar siti marah
"Kok gitu cara ngomong kamu sama suami kamu sendiri? tanya aku, ia tidak menjawab nya, apa efek lagi hamil siti jadi gini?
Lalu siti naik ke mobil, ia duduk di jok belakang, "kok duduk nya di belakang?
"Di depan aja ya, temani aku! ujar ku
"Nggak! ujar nya.
Aku menghela nafas panjang, harus ekstra sabar menghadapi istri yang banyak tingkah nya seperti ini!.
...
bersambung....
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!π
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
__ADS_1
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π