
Sudah hampir delapan bulan aku tinggal di rumah mama ku, akhirnya mas devan mau juga aku ajak tinggal di rumahku.
Hari begitu cepat aku lalui bersama mas devan, aku sangat lelah sekali, untuk bergerak saja rasanya tidak bisa, karena beban yang aku bawa sudah berat sekali.
Ini sudah bulan ke sembilan aku hamil, tinggal hitungan hari lagi aku akan melahirkan.
Aku sangat takut dengan proses persalinan aku nanti nya, kata orang-orang melahirkan itu sangat sakit.
Jadinya aku juga ikut takut, apa aku bisa melalui proses persalinan ini nantinya?
Kini aku lagi duduk di sofa sambil menyelonjorkan kedua kaki ku, kedua kaki ku tampak bengkak, kata mama sih kalau lagi hamil emang kaki kita bengkak.
Tidak mudah hamil itu ya, banyak pantangannya, kadang aku suka mengeluh.
Mama menghampiri aku, mama tersenyum melihat aku.
"Sabar ya, sebentar lagi kamu akan melahirkan! ujar mama
Aku hanya mengangguk saja, "emang melahirkan itu sakit ya ma? tanyaku
Mama mengangguk pelan, "mama yakin kamu bisa melaluinya! ujar mama
"Oh iya semua keperluan untuk persalinan sudah di siapkan? tanya mama
"Sudah ma! ujar ku, duduk selonjoran gini lama-lama capek juga, lalu aku menurunkan kaki ku.
"Mama nggak sabar banget pengen gendong cucu mama! ujar mama
Aku tersenyum kecil, "mas devan juga gitu ma! ujarku
"Ya udah, kamu ke kamar gih, istirahat hamil besar itu emang banyak capeknya! ujar mama
"Iya ma! ujarku, aku pergi ke kamar, oh iya kini kamar kami sudah pindah ke bawah, mama melarang aku untuk naik turun tangga, mas devan juga menghawatirkan aku dan anaknya ini.
Kini aku sedang menyenderkan tubuhku ke kepala ranjang, tiduran seperti ini enak juga rasanya ketimbang berbaring.
Jam sudah menunjukkan pukul 17.30 wib, sebentar lagi mas devan akan pulang, biasa nya aku sudah menyiapkan air mandi nya sama baju ganti, tapi semenjak hamil besar ini aku dilarang oleh mas devan untuk menyiapkan segala keperluan nya.
Cklekk
Bunyi pintu di buka, ternyata yang masuk mas devan, dia tersenyum melihat aku.
Kelihatan nya dia sangat capek sekali, aku bangkit dari duduk ku, lalu menghampiri nya yang masih berdiri di ambang pintu.
"Sini biar aku yang bawa laptop kamu! ujarku meminta laptop yang ia jinjing itu.
"Nggak usah, kamu nggak boleh capek-capek! ujar mas devan
"Tapi aku merasa berdosa sama suami aku, masa suami aku pulang kerja, capek juga, aku hanya liatin aja kamu! ujarku
"Tidak apa-apa, ini kan demi kebaikan kamu sayang! ujar mas devan mengelus lembut pipi aku.
"Anak papi di dalam sana jangan nyusahin mami ya, di sini mami sudah lelah juga! ujar mas devan juga mengelus perut aku, aku tersenyum lebar.
"Sekarang kamu istirahat saja, tidak ada penolakan sama sekali! ujar mas devan mengendong aku ke atas tempat tidur.
__ADS_1
"Emang nggak berat mas? tanyaku
Mas devan tersenyum kecil, "sedikit, tapi aku kuat untuk gendong kamu dan anak aku! ujar mas devan mencubit hidung ku
Aku pun juga ikut tersenyum, "maaf ya aku nggak bisa menyiapkan segala keperluan kamu! ujarku
"Nggak papa, aku bisa sendiri, dan kamu jangan merasa berdosa gitu! ujar mas devan
"Huufff...iya mas! ujarku menghela nafas
Kini mas devan lagi bersih-bersih di kamar mandi, aku melihat ke arah pintu kamar mandi itu terus tanpa mengedip sekalipun.
Mas devan lama banget keluar dari kamar mandinya, aku kan pengen liat dia lama-lama, entah kenapa aku ini rasanya kangen aja sama dia, padahal baru tadi kami berbicara, tapi aku sudah kangen lagi.
Pintu kamar mandi di buka oleh mas devan, pemandangan yang sangat indah terpampang jelas di mata ku ini, otot-otot di bagian dada nya terpampang jelas, roti sobek di bagian perut nya itu bikin aku nggak mau berpaling.
Kok bisa ya, mas devan ototnya bisa sebagus itu, kalau cewek bisa juga nggak ya kayak mas devan itu?
Pengen aku gigit perut mas devan itu, tapi untuk bergerak saja aku sudah susah, apa lagi jalan, mudah lelah.
"Mas sini dulu! panggil aku, lalu mas devan mendekati aku.
"Ada apa sayang? ada sesuatu yang ingin kamu mau, biar mas yang ambilin! ujar mas devan
"Boleh nggak aku...! ujarku cengir
Mas devan mengerutkan keningnya, lalu ia juga ikut duduk di dekat aku.
"Mau apa?, ayok ngomong aja! ujar mas devan
"Nanti kamu marah sama aku! ujarku
"Nggak jadi mas, aku hanya ingin pegang perut six pack kamu aja! ujarku
Mas devan mengangguk lalu ia mengambil tangan ku, ia menempelkan tanganku ke perutnya itu yang berbentuk roti sobek itu, aku tersenyum lalu mencubit kecil perutnya itu.
"Aaakhh...sakit...jangan di cubit gitu! ujar mas devan, aku hanya cengir saja.
"Udah, keinginan aku sudah tercapai! ujarku
Mas devan tersenyum saja, "aku pakai baju dulu, nanti kamu gigit lagi perut aku! ujar mas devan mengusap lembut wajah ku.
...
Malam ini aku mengerjakan pekerjaan ku yang sempat tertunda tadi, di kantor banyak sekali kerjaan ku, di rumah juga banyak.
"Mas kamu nggak makan? tanya siti
"Nanti aku masih banyak pekerjaan! ujarku
Tangan ini masih mengotak-atik keyboard laptop, pusing rasanya itu yang aku rasakan sekarang, tinggal beberapa bulan lagi aku harus ke luar negeri untuk bekerja.
Apakah aku bisa meninggalkan istri dan anakku, kalau aku bawa mereka mungkin tidak bisa!
Nanti saja aku obrolkan ini ke istri aku, aku melanjutkan pekerjaan ku, sementara siti tadi pergi keluar kamar.
__ADS_1
Tidak lama dari itu ia kembali lagi membawa nasi sepiring dan juga air minum.
"Mas, kamu makan ya, aku tidak mau kamu sakit! ujar siti lalu ia menyuapiku makanan itu.
"Kamu nggak perlu repot-repot seperti ini, mas khawatir sama kamu dan anak kita ini, seharusnya kamu nggak perlu bawain mas makanan segala, mas bisa kok ambil sendiri di dapur! ujarku
"Aku nggak repot kok, kamu nggak perlu khawatir, aku masih bisa jalan! ujar siti.
Ini suapan terakhir yang siti berikan ke aku, akhirnya makanan yang aku kira tidak habis, akhirnya ludes juga ku makan.
Ternyata suapan istri kecilku ini memberi sensasi yang sangat berbeda!.
Kini ia pergi keluar kamar lagi, membawa piring bekas makan aku tadi, setelah itu ia tidak lagi menganggu aku, kini siti sedang berbaring di atas kasur.
Aku hanya tersenyum memperhatikan istri kecilku itu.
Aku melanjutkan pekerjaan ku, detik berganti menit, menit berganti jam, kini jam sudah menunjukkan pukul dua malam, akhirnya pekerjaan aku selesai juga.
Aku hendak ke tempat tidur, aku mendengar suara istri kecilku itu meringis kesakitan, aku langsung berlari mengejarnya.
"Kamu kenapa sayang? tanya ku, tangan siti sudah meremas sprei kasur ini.
"Hiks...hiks...sakit mas! ujar siti, keringat sebesar biji jagung sudah membanjiri wajahnya.
"Astagfirullah seperti kamu mau lahiran sayang! ujarku panik tidak tau harus apa, lalu aku memanggil mama.
"Mama! teriak aku
"Aaakhh...sakit mas...sakit! ujar siti terus meringis kesakitan dan memukul-mukul kasur.
Tidak lama akhirnya mama bersama papa masuk ke kamar aku dan siti.
"Mama seperti siti mau melahirkan! ujarku
"Aaakh...sakit ma, sakit...! ringis siti
"Sekarang ayo kita bawa siti ke rumah sakit! ujar mama, tanpa banyak pertimbangan lagi aku langsung saya mengendong tubuh istri aku itu, ia terus saja meringis kesakitan.
"Mas...hiks...sakit...hikss...sakit mas! tangis siti di sela-sela kesakitan nya.
...
bersambung...
...----------------...
Sebentar lagi cerita ini akan tamat, jadi saksikan kelanjutan nya di season ke 2 nya!!
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!π
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
__ADS_1
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π