
Hari-hari terus berlalu kini tibalah saat mereka mengadakan perpisahan di puncak
Resort ini sudah di hiasi dengan dekorasi yang sangat cantik, apa lagi gedung utama tempat acara perpisahan sudah banyak di lengkapi berbagai macam bunga mawar putih dan dekorasi nya sangat menawan.
Dekorasi nya yang di pakai berwarna putih dan biru menambah kesan yang sangat menarik.
"Waahh dekor nya sangat cantik ya! ucap Resi
"Iya cantik banget! ucap teman resi
Acara perpisahan ini akan kami mulai jam sepuluh pagi, jadi aku pagi-pagi sudah hadir di resort ini dan tidak lupa juga semua keluarga ku juga ikut hadir di acara perpisahan anak magang ini.
"Semua ini ide dan konsep siapa van? tanya mama Aina
"Aku dan papa ma! jawabku
Di acara perpisahan ini aku bersama keluarga ku mengenakan pakaian warna serba biru dongker.
Aku melihat di sekeliling tempat tapi aku tidak menemukan Siti.
"Siti kok nggak kelihatan? apa dia nggak bisa datang? gumamku
"Hai pak Devan! ucap seseorang kepada ku
Aku tersenyum ramah sambil mengangguk kecil, perempuan ini begitu mencolok sekali pakaian nya.
"Saya boleh temani bapak! ucap nya lagi mendekatkan tubuhnya ke arahku, aku yang didekati seketika menjauh.
Sedikit risih melihat wanita ini, sudah pakaiannya mencolok lalu dress yang di kenakan juga pendek diatas lutut nya.
"Saya tidak perlu di temani siapa pun! ucapku ketus lalu beranjak pergi.
"tidak sopan sama sekali! lirihku berjalan menuju taman belakang resort, siapa tau Siti berada di sana!
Dan benar saja ia lagi duduk di kursi taman belakang resort, aku menghampiri nya.
"Boleh ikut duduk! ucapku
Dia menoleh sedikit melihat ku, ia menggeser posisi duduk nya sedikit ke ujung lalu mempersilahkan aku duduk.
"Silahkan pak! ujarnya
Kami duduk sedikit menjauh, "Kenapa menyendiri? tanyaku
Dia tertawa kecil, lalu berdiri menjauhi ku
"Lebih baik kita saling menjauh pak, saya tidak mau di fitnah lagi! ujar nya ia berdiri membelakangi ku
Di fitnah? maksud nya apa? aku bingung sama ucapan Siti barusan.
"Di fitnah? ujar ku bingung
__ADS_1
"Bapak belum lihat berita yang tersebar di grup magang, bapak kan juga ada di dalam grup itu! ucap nya sedih
Benar kami membuat grup untuk anak magang, di dalam grup itu peserta nya anak-anak magang beserta pengawas magang, termasuk aku peserta nya.
"Semua orang benci melihat saya pak! mereka menjauhi saya kecuali Rena teman saya, yang percaya sama saya! ucapku
Berita tentang aku bersama pak Devan tersebar di grup anak magang, kalian tau berita tentang apa?
caption beritanya yaitu "hubungan gelap gadis magang dengan pemimpin nya, lalu ada foto aku bersama pak Devan yang lagi memapah aku.
Teman-teman yang satu magang dengan ku mengejek ku, mencaci maki ku, mereka membenci diri ku, mereka menganggap diri aku ini kotor.
"Berita apa? tanya devan masih bingung
"Apa bapak tidak membacanya? tanya ku masih membelakangi nya
"Saya belum buka grup wa itu! ucap Devan
Aku menunjukkan sebuah foto aku bersama dengan nya
"Bapak lihat ini! ucapku
Matanya melebar melihat foto itu berserta caption nya.
"Apa-apa ini? ujar devan emosi
"Siapa yang menyebarkan berita hoax ini? ucap nya
Aku menggeleng tidak tau, "kalau saya tau udah pasti saya kasih pelajaran untuk nya, yang menyebarkan berita hoax ini! ujarku
"Saya malu pak di bilang seperti itu, saya tidak tau harus bagaimana lagi? semua teman-teman saya membenci saya, bahkan mereka menjauhi saya pak! ucapku menangis karena teman-teman ku membenci diri ku ini.
"Kamu ikut saya, kita akan selesai kan masalah ini! ucap Devan
"Saya tidak terima kamu di ginin! apa lagi nama baik saja di cemari! ucap Devan
Rasanya hati ku ini panas sekali, emosi ku sudah menguasai tubuh ku, setelah mendapatkan berita hoax seperti ini.
Aku menarik Siti ke atas panggung semua orang melihat kami yang naik ke atas panggung, apa lagi Siti dia tak berhenti menangis.
Mama, papa, kak Elsa, melotot ke arahku, mungkin mereka mengira kalau aku yang membuat Siti menangis, oh iya kalian belum tau ya? kalau Reno ia tidak ikut bersama kami karena ia sekarang lagi ke luar kota.
"Kalian jangan mengira kalau saya yang membuat Siti menangis seperti ini! ucapku menggunakan mikrofon
"Saya benar-benar kecewa sama apa yang tersebar di wa grup! ucapku
"Siapa yang menyebarkan berita hoax seperti itu? ucapku tersulut emosi
"Berita ini sangat mencoreng nama baik saya, akan saya pastikan orang yang menyebarkan berita hoax itu akan mendapatkan balasan nya! ucapku
"Saya mengkonfirmasi bahwa berita itu tidak benar, apa yang tersebar itu hanya berita bohong!
__ADS_1
"Siti bukan wanita seperti yang kalian pikirkan, saya kemaren itu membantu Siti karena kepalanya pusing! ucap Devan
Aku begitu senang karena pak devan membela ku di depan semua orang, apa lagi di depan keluarga nya.
"Saya jamin orang yang menyebarkan berita bohong itu pasti akan saya bawa ke pengadilan saya jamin itu! ucap Devan
"Pak udah pak saya sudah senang karena bapak membela saya, saya rasa bapak tidak perlu membawa kasusu ini ke pengadilan! ucapku berbisik di telinga pak Devan
"Ini bukan masalah kecil Siti! ini sudah menyingung nama baik kita loh! ucap Devan
"Kalau itu mau bapak saya serahkan! ucapku
Dia mengangguk pegangan tangan pak Devan belum terlepas dari tangan ku.
"Saya akan menyusut tuntas kasus ini! ucapku
Setelah selesai mengkonfirmasi berita hoax itu kini kami turun dari panggung.
"Terima kasih pak kalau tidak ada bapak mungkin saya sudah menghilang dari dunia ini, karena saya tidak sanggup menghadapi masalah ini! ucap Siti
"Seharusnya emang lebih baik kita tidak dekat-dekat pak! ujar nya lagi
Aku termenung mendengar ucapan Siti, maksudnya apa? aku tidak mau menjauhi nya!
"Siti akhirnya masalah lo selesai juga! ujar Rena
Aku langsung memeluk rena, aku menangis di pelukan nya, "iya reen gue senang karena masalah gue selesai juga, untung pak devan mau membantu gue! ucapku
"Masalah ini bukan kamu aja yg terlibat sendiri tapi saya juga, orang yang tidak bertanggung jawab yang menyebarkan berita bohong ini! ucap Devan
"Terima kasih pak, bapak telah membantu saya, bapak orang terbaik yang pernah saya temui! ujar ku
Ia mengangguk kecil seraya tersenyum tipis
"Anggap saja kita tidak mengenal satu sama lain pak! ujar ku, lalu mengajak Rena pergi ke luar Aula.
Aku tidak terima kalau Siti menjauhi ku, dengan berbagai cara aku akan merebut hatinya.
ini tantangan baru bagi aku!
...
bersambung...
...----------------...
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan nya, semoga kedepannya banyak kalian banyak menyukai cerita author 🙏
Tinggalkan jejak ya!!!