AKU KAU DAN KITA

AKU KAU DAN KITA
EPISODE 1


__ADS_3

Burung berkicau membangunkan Zahra dari tidur panjang nya . Mimpi indahnya pun berakhir sudah . Kring !! Ah sial . Kenapa semua seakan akan bersekongkol untuk mengganggu tidurnya ? Belum lagi ibunya yang menyibakkan gorden sehingga cahaya matahari yang begitu silau tepat mengenai matanya .


" Mama ! Kenapa si hobi banget gangguin Zahra tidur ? " Omelnya ketika ibunya menarik selimutnya .


" Sayang , ayo bangun cepat . Kamu itu sebentar lagi udah mau menikah loh ! " Ibunya gantian mengomelinya .


" Tapi Zahra masih ngantuk banget , Ma " Zahra mwnutup kepalanya dengan selimut lagi .


" Ok , kalo kamu gak mau bangun juga biar mama ajah yang pergi sama Reza untuk beli baju pengantin . " Ucap ibunya untuk melihat bagaimana reaksi putrinya .


Benar saja . Spontan Zahra langsung beranjak dari tidurnya . Ia menatap ibunya dan beralih melihat jam yang ada di samping empat tidurnya . Pantesan aja . Uda jam 10 ternyata . Ia memang sudah ada janji dengan Reza , kekasihnya untuk membeli baju pernikahan . Ya memang Zahra akan segera menikah dengan Reza dalam waktu dekat ini .


" Seriusan Ma ? Reza udah di bawah ? " Tanya Zahra panik .


" Iya . Sekarang Reza lagi ngobrol sama Papa . Papa yang nyuruh mama bangunin kamu . Dari tadi dibangunin Mbok Iyem gak bangun bangun . " Cecar ibunya .


" Nanti kalo udah nikah kamu masih kayak begini , mama gak jamin mertua kamu bakal betah . " Omel Mama lagi .


Zahra mengucek matanya berulang kali . Kantuknya masih terasa . Ia masih enggan beranjak dari pulau mimpinya .


" Sekarang Kamu mandi cepetan ! Kasian Reza nunggunya kelamaan . " Mamanya melemparkan handuk dan langsung keluar dari kamarnya .


~ ~ ~

__ADS_1


" Kamu itu loh yank , kok bukannya dandan di rumah tadi sih ? " Tanya Reza .


Pasalnya , Zahra malah lebih memilih memakai make up nya di dalam mobil yang saat ini sedang melaju .


" Kamu gak tau sih gimana mama itu kalo udah ngomel gak ada berhentinya . Capek aku . " Jawab Zahra .


" Makanya , anak gadis itu kalo bangun tidur jangan lama lama lah Ra . Kamu itu udah mau nikah loh . Masih ajah kayak gini . " Omel Reza .


Zahra hanya mampu menutup kedua telinganya mendengar omelan kekasihnya .


Akhirnya mereka tiba di toko . Reza menggandeng mesra tangan Zahra saat memasuki toko . Seakan Ia tak ingin melepaskannya walau sedetik pun .


~ ~ ~


" Aimak . Sempurna ! " Nadya , sahabt Zahra berdecak kagum melihat penampilan Zahra .


" Loe cantik banget Ra . Pantesan ajah ya si Reza ampek kecantol sama Loh " Nadya menggoda Zahra yang membuat pipi Zahra merona .


Zahra menyubit pelan lengan Nadya karna gemas mendengar godaan sahabatnya .


Waktu sudah berlalu lama sejak Reza menelpon tadi , tapi sampai detik ini rombongan Reza belum juga tiba .


Zahra sudah terlihat gelisah menunggu kedatangan rombongan sang kekasih . Tak tertinggal sahabatnya , Nadya yang selalu di sampingnya untuk menenangkannya .

__ADS_1


" Kenapa lama banget ya Nad ? Tasi itu Reza nelfon katanya udah mau sampek . Tapi kok gak nyampek nyampek ya ? " Zahra sudah tidak bisa lagi menyembunyikan kecemasannya .


" Macet kali Ra . Uda ah gak usah tegang banget gitu . " Hibur Nadya . Sebenarnya , sebagai sahabat ia pun merasakan kecemasan Zahra . Karna memang ini sudah terlambat . Tapi ia tak mau membuat Zahra tambah cemas .


" Ini bagaimana pak ? Kenapa pengantin prianya belum tiba juga ? Saya masih punya job pernikahan lain . " Pak penghulu pun sudah mulai tidak sabar dan ingin meninggalkan tempat saat tiba tiba datanf seorang pemuda tergopoh gopoh .


" Ada kabar buruk Pak Aris !" Ucap pemuda tersebut tersengal sengal . Zahra dan Nadya pun mendekat . Hati Zahra langsung merasa tidak Nyaman . Nadya mengusap punggung Zahra untuk menenangkannya .


" Pelan pelan Mas Joko , ada apa sebenarnya ? " Kini Zahra sudah tidak tahan lagi untuk diam saja . Joko nampak menarik nafas panjang sebelum melanjutkan .


" Mobil dari rombongan Mas Reza mengalami kecelakaan . Mobil nya masuk jurang dan . . . " Joko berhenti kemudian melanjutkan . " Dan srmua penumpangnya tewas " Ucap Joko yang mampu membuat semua yang disama terpukul berat .


Zahra langsung menangis dan terduduk lemah . Ia tidak mampu berkata apa pun . Hanya air matanya yang terus mengalir mewakili perasaannya .


Susanti membawa putrinya ke dalam pelukannya . Ia mampu merasakan beban yang menanggung putrinya . Nadya pun tak henti hentinya menenangkan Zahra .


" Reza !!!" Zahra berteriak memanggil nama Reza . Ia tidak percaya lelaki yang seharusnya saat ini bersanding dengannya di pelaminan mangalami nasib yang begitu tragis .


" Sekarang korban udah di bawa ke rumah sakit pak Bapak bisa mengecek disana . " Lanjut Joko .


Zahra terkulai tak sadarkan diri . Separuh jiwanya seperti pergi . Semua panik . Mereka menggotong tubuh pingsab Zahra ke kamar . Sementara Aris menuju rumah sakit untuk melihat jenazah Reza .


#BERSAMBUNG

__ADS_1


Ikutin terus ya kak ceritanya .


__ADS_2