
Zahra dan Ilham tengah menikmati sarapannya . Tiba tiba Dimas masuk .
" Oi " Ia malah mengagetkan Ilham yang tengah konsen makan .
" Bukannya ngucap salam Lu sompret . Malah ngagetin Gue " Kata Ilham kesal .
"Hahaha " Dimas malah tertawa bahagia .
" Ayo sarapan bareng Mas Dimas !" Ajak Zahra ramah .
Dimas ya kesenangan . Dia memang datang lebih awal agar bisa numpang makan . Langsung diambilnya nasi dan lauk . Ia lansung menyantapnya .
Zahra memang tak pernah sarapan roti atau makanan ringan lainnya . Pasalnya Ilham setiap pagi terbiasa makan nasi sama seperti dirinya .
Selesai makan Ilham hendak berangkat kerja tapi di tahan oleh Dimas .
" Gue mau berangkat Dim . Ntar telat . " Ilham coba menjelaskan pada Dimas . Tapi Dimas tetap saja menahannya .
" Loe gak usah kerja hari ini . Gue uda telpon manager cafe dan mintak izin Loe buat libur "Ilham bingung . Entah kenapa Dimas memintanya libur .
" Loe gila ya Dim "
" Uda Loe ikut sama Gue sekarang karna Gue mau ajak Loe ketemu seseorang . Nanti Gue bakal jelasin semuanya di jalan " Jelasnya yang masih menyisakan rasa penasaran di hati Ilham .
" Yaudah aku berangkat ya sayang " Ilham mengecup kening Zahra dan Zahra mencium punggung tangan Ilham .
"Hati hati loh Mas Dimas . Pelan pelan " Zara coba mengingatkan karna Dimas memang agak agak .
__ADS_1
Akhirnya mereka pergi dengan mobil yang dikendarai oleh Dimas .
" Heh Dim sebenernya Loe itu mau bawak Gue kemana sih ?"
" Tenang Lah Ham . Yang pasti Gue gak akan nyelakain Loe kok . "
" Ah kadal Loe . Ngeles mulu kayak bajaj . Bilang mau kemana ?"Ilham terlihat memaksa sangking penasarannya .
" Ok Ok . Slow Boss . Gini Ham , Kemaren Gue ketemu sama Pak Burhan . Kita ngobrol banyak . Dia uda denger juga soal masalah kita . Jadi dia pengen nawarin kerja sama ke Loe . "
" Kerja sama apaan ?"
" Gue belom tau . Makanya Gue ngajak Loe supaya pak Burhan bisa jelasin langsung ke Loe . " Ilham sedikit merasa ada jalan terang untuk hidupnya kelak . Ya Allah semoga ini awal yang baik . Batinnya .
~ ~ ~
" Pak Burhan ! Maaf membuat Anda menunggu " Mereka pun saling berpelukan sebagai salam pertemuan ini .
" Oh gak masalah Pak Ilham . Mari duduk . "
" Mau kopi atau teh ?" Tawarnya ramah .
" Kopi aja deh Pak . " Jawab Ilham dan Dimas serempak .
Sambil menunggu pesanan datang mereka pun memulai pembicaraan .
" Begini Pak Ilham , mungkin Pak Dimas sudah mengatakan kepada Pak Ilham tentang rencana saya yang ingin bekerja sama dengan Anda . " Ucapan Pak Burhan terhenti saat seorang pelayan yang mengantarkan pesanan mereka .
__ADS_1
" Sampai saat ini saya masih ingat bagaimana dulu Anda membantu Saya saat semua orang mengucilkan saya , Hanya anda yang bersedia membantu saya . Anggap saja ini sebagai wujud rasa terima kasih saya kepada Anda . "
" Saya Ikhlas menolong Anda saat itu Pak " Jawab Ilham .
" Saya Tau Pak Ilham . Tapi biarlah saya membantu . Begini pak , Saya baru saja mendirikan sebuah perusahaan . Jadi saya ingin Anda berdua yang mengurus perusahaan tersebut . Di awalnya saya akan menanamkan modal . Jadi saya hanya sebagai investor tapi kalian berdua lah yang akan menjalankannya . " Ilham termenung sesaat .
" Bagaimana bisa Anda mempercayakan perusahaan yang baru saja Anda bangun kepada Kami ? Apakah anda tidak takut ?" Tanya Ilham .
" Apa yang harus di takutkan ? Kita sudah mengenal lama Pak . Saya percaya penuh pada kalian berdua . Jadi apakah Anda bersedia menjalankan kerja sama ini bersama saya ? Saya jamin saya tak akan ada campur tangan di dalamnya . " Pak Burhan coba meyakinkan .
Ilham memang sudah bertahun tahun kenal dengan Pak Burhan . Dia orang yang baik dan juga dermawan . Saat itu Pak Burhan mengalami kebangkrutan dan dia di tuduh melakukan penipuan . Padahal jelas jelas Ia di jadikan kambing hitam oleh salah satu rekannya . Saat itu semua tak ada yang mau mempercayainya . Hanya Ilham yang mau membantunya dan akhirnya Ia bisa bangkit lagi .
Sampai saat ini , Pak Burhan selalu mengingat kebaikan Ilham dan Dia pernah berjanji akan membalas semua kebaikannya . Dan kali ini Dia mendapat kesempatan untuk membantu Ilham bangkit dari masa masa sulitnya .
Ilham telah berfikir panjang dan banyak pertimbangan akhirnya Ia menerima .
" Baiklah saya setuju . " Ilham akhirnya menyetujuinya dan menandatangani kontrak kerja sama .
" Selamat bekerja sama Pak Ilham dan Pak Dimas " Pak Burhan menjabat tangan mereka berdua sebelum meninggalkan tempat .
" Bismillah ! Semoga ini awal yang baik Dim " Ilham memeluk Dimas haru . Setidaknya ini hasil kerja keras sahabatnya .
"Dimana ada kemauan , Disitu ada jalan " Tutur Dimas bijak .
# Bersambung
Ikutin terus ya . jangan lupa like dan coment .
__ADS_1