
Ilham begitu terluka melihat keadaan istrinya saat ini . Istrinya yang saat ini masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit dan Ia tidak bisa melakukan apapun selain hanya menunggu keajaiban dari Allah supaya istrinya segera pulih .
" Ilham , kamu makan dulu ya nak ! Biar Mami yang gantian jaga Zahra . " Bujuk Susanti supaya Ilham mau makan . Sejak Ilham tau keadaan istrinya seperti ini dia sama sekali tidak menyentuh makanan secuilpun .
" Ilham gak laper mi . " Itu yang selalu saja diucapkannya bila ada yang menyuruhnya untuk makan .
" Kalo kamu gak makan nanti malah kamu yang sakit loh . Gimana nanti kalo saat Zahra uda sadar tapi kamu malah sakit karna gk makan sama sekali nak ? Pikirkan juga kesehatan kamu . " Erna dan Susanti sellalu bergantian membujuk puyranya agar mau makan . Tapi selalu ada ajah alasan Ilham untuk menolak nya .
" Nanti kalo Zahra uda sadar baru Ilham akan makan bareng sama Zahra . " Kedua orang tua itupun sudah tidak bisa membantah lagi .
Sudah satu minggu ini Zahra tidak sadarkan diri . Ilham selalu setia menemaninya di rumah sakit . Semua urusan kantor Ia serahkan kepada Dimas agar ia bisa selalu berada di samping Zahra dan Ia ingin jadi orang pertama yang dilihat Zahra saat Ia sadar kelak .
" Kamu harus sadar Ra . Aku gak sanggup kalo harus kehilangan kamu . Kamu harus tau Ra , Aku udah mulai mencintai kamu . Bangun Istriku . Kita mulai semuanya dari awal . Kita harus mulai rumah tangga Kita yang penuh dengan cinta . Aku sayang Kamu Ra . Tolong sadar . Lihat aku disini Ra yang selalu berharap kamu cepat pulih Ra . " Tanpa sadar Ilham meneteskan air mata .
~
"sshh"Zahra mendesis pelan
Aku dimana ? fikirnya . Ruangan serba putih . Bau obat yang sangat mencekat . Tubuhnya kini dipenuhi selang infus dan oksigen . Aku dirumah sakit ?
Ia mengalihkan pandangannya . Dilihatnya Ilham tertidur di sisi ranjang nya . Perlahan Ia usap kepala lelaki itu . 'Apa dia menjaga aku disini ? Yang disentuh tersadar .
" Kamu udah sadar Ra ? Aku panggil dokter periksa kamu ya !" Ilham begitu senang mengetahui Zahra sudah siuman . Dampai Ia bingung sendiri apa yang akan dilakukannya .
Zahra menahan tangan Ilham saat lelaki itu hendak beranjak . Ia mrnggelengkan kepalanya perlahan .
" Gak usah Mas . Kamu disini ajah . " Ucap Zahra lemah .
Ilham pun kembali menghenyakkan pantatnya di kursi samping ranjang Zahra . Ia masih menggenggam erat tangan Zahra . Kekhawatiran itu masih terlihat di wajahnya .
__ADS_1
" Kamu uda gak apa apa ? Di mana yg masih sakit Ra ? Aku panggilin dokter ajah ya biar periksa kondisi kamu . " Ilham terus saja mengoceh mengkhawatirkan keadaan Zahra .
Zahra meletakkan jari telunjuknya di bibir Ilham agar Ilham berhenti berbicara .
" Aku udah ngerasa lebih baik Mas . Makasih karna udah begitu peduli sama aku " Ilham begitu Bahagia melihat senyum manis terukir di bibir Zahra .
" Kamu tidur lagi aja ya . "
" Tapi aku gak ngantuk Mas . Kamu temenin aku ya "
Terimakasih ya Allah . Batin hati Ilham .
" Mas !" Panggil Zahra lembut .
" Iyah . Kamu butuh sesuatu ?"
" Seminggu lebih sayang . "
Deg ! Hati Zahra berdetak kencang tatkala mendengar Ilham memanggilnya dengan sebutan 'sayang' . Ia spontan melotot ke arah Ilham .
" Hey kenapa Kamu melototin aku gitu ?" Tanya Ilham
" Memangnya salah kalo aku manggil istri aku 'sayang' ?"
Zahra tak mampu berkata . Ia masih coba menetralkan perasaannya .
" Ra !" Panggil Ilham lembut .
Zahra menatap manik mata Ilham yang seperti memancarkan cinta untuknya .
__ADS_1
" Udah lama banget aku nunggu saat saat kayak gini Ra " Ucapan Ilham terdengar tulus . Zahra merasa detakan jantung nya sudah tidak terkontrol lagi .
" Aku cinta sama kamu Ra . " plong sudah hati Ilham setelah mengucapkan kalimat itu . Sederhana namun punya arti yang sangat mendalam untuk Ilham .
" Kita mulai dari awal ya Ra . " Zahra bersyukur karna Ilham punya perasaan yanh sama sepertinya . Ia begitu bahagia . Ingin sekali Ia menjatuhkan diri ke pelukan suaminya . Tapi Ia tidak tau harus berkata apa . Pernyataan cinta dari suaminya membuatnya benar benar gila . Ia memang sudah menunggu ini sejak lama . Tapi saat ini Ia belum bersiap siap sehingga Ia sedikit terkejut .
" Katakan sesuatu Zahra " Ilham menggenggam tangan Zahra lembut dan memdekatkan wajah wajahnya lebih dekat dengan Zahra . Deru nafas nya semakin terdengar .
" Aku " Zahra ingin mengucapkan sesuatu tapi tercekat di tenggorokan .
Ia tau bahwa Ilham sangat menantikan jawaban itu darinya .
" A aku juga mencintai Kamu Mas " ah akhirnya lepas sudah beban itu . Hati Zahra terasa lega setelah mengungkapkan semuanya . Ilham tampak begitu bahagia .
Ia memeluk tubuh istrinya yang terbaring di ranjang .
" Makasih sayang " Ilham mengecup kening Zahra cukup lama untuk mengungkapkan cintanya .
Ilham mendekatkan bibirnya ke arah bibir Zahra . Ia kecup lembut bibir itu . Karna ia merasa tidak ada penolakan dari Istrinya , Ia pun melumat lebih dalam . Ilham ingin meminta lebih saat tiba tiba pintu terbuka .
Krek !
Spontan mereka langsung melepaskan ciumannya . Zahra mengelap bibir nya yang masih terasa mint dari bibir Ilham .
Pipi Zahra merona merah . Ia benar benar tidak akan melakukan nya di rumah sakit untuk yang kedua kalinya .
#BERSAMBUNG
TUnggu kelanjutannya ya
__ADS_1