
Zahra membuka pintu dan Ia kaget melihat ibu mertuanya berdiri disana .
" Mama" Panggil Zahra . Erna tak menjawab bahkan Ia melewati Zahra dan menerobos masuk . Ia duduk di sofa dan memperhatikan sekeliling .
" Mau sampai Kapan kamu akan membuat hidup putraku menderita Zahra ? " Tanyanya Sinis .
Zahra tersenyum mengejek sebelum menjawab .
" Mama sendiri yang membuat hidup Mas Ilham menderita Ma . Kenapa malah menyalahkan Zahra ? " Zahra melemperkan pertanyaan kembali pada Erna .
" Apa maksud kamu saya membuat anak saya menderita ?" Tanyanya tak suka .
" Heheh . Mama sok polos . Orang tua yang begitu di banggakan Mas Ilham , tapi begitu tega merenggut semua yang telah diberikannya pada anaknya . " Zahra tertawa mengejek .
" Bukan Zahra yang membuat Mas Ilham menderita Ma . Tapi Mama . Mama yang membuat Mas Ilham harus kelelahan mencari pekerjaan ke sana sini tapi hasilnya nihil karna ternyata semuanya adalah campur tangan Mama . "
" Tapi tetep aja loh Zahra dan Mas Ilham makasih banget sama Mama . Setidaknya karna kejadian ini , bisa membuat kami berdua jadi lebih mandiri dan dewasa ."
" Jadi Zahra rasa Mama hanya perlu ingat , kemungkinan besar Mas Ilham gak akan lagi mengharapkan apa pun dari Mama . "
__ADS_1
" Kamu ... " Erna hendak melayangkan tangannya ke pipi Zahra tapi tertahan oleh sebuah suara yang begitu familiar di telinganya .
" Cukup Ma ! Jangan pernah sentuh Zahra . " Ilham sudah berdiri disana dengan pandangan tajam ke arah Mamanya .
" Ilham "
" Mas Ilham " Ucap Zahra dan Erna bersamaan . Ilham melangkahkan kakinya ke dalam .
" Zahra adalah Istri Ilham Ma . Jadi Ilham peringatkan sama Mama jangan pernah berani nyentuh dia walau seujung rambut pun " Zahra ngerih melihat Ilham saat ini . Ia benar benar marah tampaknya .
" Kamu Ilham demi wanita ini . . . "
" Dan Kamu Ra . . . " Ilham mengalihkan tatapannya ke arah Zahra . Pasti Ilham marah karna dia memperlakukan Mamanya seperti tadi .
" Aku bangga sama Kamu . Ini baru Istri ku . Kamu gak boleh diam ajah kalo ada yang coba coba menindas kamu . Lawan aja siapapun itu selagi kamu bener . " Astaga . Ilham malah memujinya .
" Kamu malah membenarkan seorang istri yang gak sopan sama mertuanya ? fikiran kamu itu gimana sih ? "
" Loh memang nya Mama masih anggap kami berdua ini anak dan menantu ? Heheh . Ma Ma . Mama sendiri yang udah membuat Ilham jauh dari keluarga . Ilham gak marah atas semua yang Mama lakukan ke Ilham . Itu semua memang punya Mama dan Papa . Jadi kalian berhak mengambilnya . "
__ADS_1
" Dan satu lagi , yang dikatakan Zahra itu bener . Ilham gak akan pernah lagi mengharapkan apa pun dari Mama dan Papa . Ilham akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan Ilham sendiri tanpa bantuan Mama dan Papa . " Zahra tersenyum bangga pada Ilham . Suaminya kini telah benar benar dewasa dan Mandiri .
" Ok . Mama akan lihat . Sampai kapan kamu akan mampu terus sombong seperti ini . " Erna yang tak tahan pun langsung pergi meninggalkan rumah Ilham dengan perasaan marah .
Muach ! Zahra mencium gemas pipi Ilham . Ia kedipkan matanya untuk menggoda suaminya . Ilham melongo .
" Aku bangga sama kamu Mas . Suamiku memang yang terbaik . " Godanya .
" Iya dong . Siapa dulu " Katanya membanggakam diri .
" Halah terus sombong "
" Bukan sombong sayang . tapi itu fakta . "
" Tapi boong " Ledek Zahra . Ilham mengejar Zahra dan menggelitik tububnya seraya menciuminya bertubi tubi .
#bersambung
ikutin terus ya
__ADS_1