
" Aku tau kamu marah sama Mama Mas . Aku tau kamu kecewa . Tapi , aku cuma bisa bilang gimanapun juga dia itu adalah orang tua kandung kamu "
" Kenapa kamu masih bisa bilang kayak gitu setelah apa yang uda mama perbuat ke kita berdua ?" Ilham tak habis fikir pada Zahra .
" Jujur . Aku marah , Aku kecewa sama Mama Kamu . Tapi Dia tetap ibu mertua Aku Mas . Dia adalah ibu dari laki laki yang amat sangat kucintai . Aku berterima kasih sama Mama karna berkat Mama aku bisa miliki kamu . Dengar Sayang ! Saat kamu ingat kesalahan Mama , cobalah untuk mengingat semua kebaikan Mama . Dia yang udah mengandung Kamu , melahirkan kamu dan merawat kamu . Amarah kamu cuma akan menambah sakitnya . Lupakan semuanya sayang ! Temuin Mama Ya . Mama butuh kamu . " Zahra coba menjelaskan untuk membuka hati Ilham sekiranya Dia mau memaafkan dan menemui Mamanya .
" Mama uda sering nyakitin kamu sayang , Mama . . . ." Zahra meletakkan jari nya di bibir Ilham agar ia berhenti bicara .
" Aku faham gimana perasaan Mama Mas . Mungkin kalo aku ada di posisi Mama , Aku bakal ngelakuin hal yang sama . Sekarang hati Mama sedang di penuhi oleh egonya . Gak ada salahnya kan kita kasih kesempatan sama Mama untuk berubah ?" Ilham menatap Wajah Zahra lekat . Ia benar benar bangga memiliki istri seperti Zahra . Ia bersyukur mendapat istri sebaik ini .
" Jadi kamu mau kan nemuin Mama besok ?" Tanya Zahra memastikan .
" Iya aku mau . Tapi kamu harus selalu di samping aku ya . "
" Aku janji sayang . Aku akan selalu di samping kamu apa pun yang terjadi . "
" Tapi urusan ini gimana Sayang ? Kamu tau kan aku baru aja mau mulai . "
" Mas Dimas pasti ngerti masalahnya Sayang . " Setidaknya aku berusaha mendamaikan mereka berdua ya Allah . Batin Zahra .
__ADS_1
~ ~ ~
Zahra dan Ilham berjalan sambil bergandengan tangan di koridor rumah sakit . Ya , merek berdu datang untuk melihat kondisi Erna .
" Assalamualaikum" Ucap Ilham dan Zahra saat membuka pintu ruangan dimana Erna di rawat .
" Waalaikumsalam " Jawab Dela dan Hastomo berbarengan . Ilham memeluk ayahnya setelah sekian lama hubungan mereka memburuk .
" Pa maafin Ilham Pa " Ilham menangis di pelukan Papanya . Zahra berkaca kaca menyaksikan pemandangan ini .
" Mas Ilham " Dela pun menangis memeluk kakaknya .
" Gimana keadaan Mama Pa ?" Tanya Ilham dan memandang Mamanya yang terbaring di ranjang rumah sakit .
" Mama udah lumayan membaik . Cuman ya gitu belum siuman . " Ungkap Pak Hastomo . Dari nada bicaranya terdengar ada kekhawatiran disana .
Ilham bertukar posisi dengan Dela . Kini Ia duduk di samping Ibunya .
" Ma ! Ini Ilham Ma . Kemaren Mama nyariin Ilham kan Ma ? Sekarang Ilham udah disini Ma . Mama harus sadar ya !" Ilham menggenggam tangan Mamanya lembut .
__ADS_1
Sementara Zahra memeluk Dela dan menenangkannya . Iya Dia tau betul seperti apa perasaan mereka .
" Mama Mbak ! " Dela menangis di pelukan Zahra . Zahra mengecup kening Dela .
" Mama pasti baik baik aja sayang . Mas Ilham uda disini kan ! Mama kan rindu Mas Ilham . Setelah ini Mama pasti akan siuman "
Benar saja , jari Erna tampak bergerak . Dan perlahan matanya mulai terbuka . Ia melihat sekeliling dan perlahan bibirnya menyunggingkan senyum saat matanya melihat Ilham .
" Sayang " Erna meraih pipi Ilham . Ilham langsung memeluk Mamanya dengan penuh perasaan .
" Maafin Ilham Ma . Ilham salah " Zahra juga mendekat ke arah Ilham dan Mamanya . Zahra mengusap halus punggung Ilham .
" Mama yang minta maaf Ilham . Mama egois . Zahra ! Maafin Mama . Mama gak akan sanggup kehilangan Ilham " Zahra memeluk Erna .
" Zahra dan Mas Ilham uda maafin Mama . Yang penting Mama harua cepat sehat ya . Supaya kita bisa kumpul bareng lagi " Sahut Zahra lembut .
Keluarga memang saling membutuhkan . Terkadang kita bersikap acuh dan tak butuh padahal keluarga itu tak akan terganti . Karna mengalir darah yang sama di tubuh kita .
# bersambung
__ADS_1
ikutin terus ya . jangan lupa like dan coment .