
Akhirnya tangis Zahra reda juga . Ia pun membawa istrinya keluar dari kamar untuk sarapan .
" Loh Sayang sarapannya Mana ?" Tanya Ilham karna di meja makan tak ada apapun . Hanya buah buahan segar . Masa iya mau sarapan buah .
" Heheh . Aku gak masak Mas " Katanya .
" Dari tadi malam aku belum makan loh Sayang . Terus sekarang ini gimana cobak ? Aku laper banget" Ilham sengaja menampakkan wajah melasnya agar Zahra iba dan langsung membuatkannya sarapan .
" Maaf ya Sayang . Aku gak bisa masak . Masuk dapur aja aku uda mau muntah Mas . Gak sanggup kalo harus masak lagi . Bisa bisa pingsan aku "
" Lah kok bisa ? Emang kenapa ? Kamu sakit ?" Tanya Ilham khawatir . Ia mengecek dengan meletakkan punggung tangannya di kening Zahra .
" Enggak sih Mas . Aku sehat . Cuma ya gitu kadang kalo ke dapur mau masak itu kepala aku pusing dan pengen muntah rasanya . " Zahra menjelaskan . Memang beberapa hari ini Ia sedikit merasa tak enak badan .
" Kita periksa ke Dokter ya !" Usul Ilham .
" Gak usah Mas . Istirahat bentar nanti pasti baikan kok Mas . " Tolaknya halus .
" Bener gak apa apa ?" Tanya Ilham memastikan .
" Iya Sayang . Tapi maaf ya ! Kamu sarapan di kantor aja ya !" Katanya merasa bersalah .
" Lah terus kamu sarapannya ?"
" Aku nanti beli aja keluar Mas . "
" Yaudah kalo gitu aku siap siap dulu ke kantor deh " Ilham mengecup puncak kepala Zahra dan beranjak .
~ ~ ~
Sampai di Kantor Ilham langsung menuju kantin . Perutnya benar benar sudah lapar . Ia langsung memesan sarapnnya .
__ADS_1
Saat Ia tengah makan ada yang menepuk kuat pundaknya dari belakang hingga Ia tersedak .
" Sial Loe Dim" Sungut Ilham pada Dimas .
" Kok tumben sarapan di kantin Boss ?" Tanyanya heran . Ilham selama menikah gak pernah makan di luar .
" Laper banget . Dari kemaren gak di masakin sama Zahra " Ungkapnya .
" Kok bisa ? Kalian berantem ?"
" Enggak ah . Zahra aneh memang . Tau gak Loe kemaren malam Gue di usir dari kamar dan di suruh tidur di luar . Eh oagi paginya nyalahin Gue katanya gak mau nemenin dia tidur . Udah sarapan gak ada . Bingung Gue . "
" Kesambet kali si Zahra " Ilham menyentil dahi Dimas .
" Elo kali yang kesambet . Dia katanya kali nyium bau dapur tu pengen muntah . Biasanya dia rajin banget masak . " Ungkapnya .
" Hamil kali Zahra " Ucap Dimas dan langsung membuat Ilham menghentikan makannya .
" Apa Loe bilang Dim ?"
" Ah iya . Gue harus bawak Zahra periksa ke dokter nih . " Ilham langsung menyudahi makannya dan hendak pergi .
" Mau kemana Ham ?" Tanya Dimas heran .
" Mau mastiin omongan Loe barusan " Ucapnya dan segera pergi meninggalkan Dimas .
~ ~ ~
Zahra yang mendengar suara bel langsung membuka pintu .
" Loh Mas . Kok balik lagi ? Ada yang ketinggalan ?" Tanya nya bingung . Karna orang yang datang itu adalah Ilham .
__ADS_1
" Ada Sayang . "
" Apa Mas ?" Tanya Zahra
" Kamu " Jawabnyq dan mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Zahra .
" Dih apaan sih Kamu Mas "
" Sayang , Kamu ikut aku ya !" Pinta Ilham .
" Ikut kemana ?"
" Uda ikut aja yuk " Akhirnya karna di paksa Zahra pun mau ikut pergi dengan Ilham .
Ternyata Ilham membawanya ke rumah sakit . Tepatnya ke dokter kandungan .
" Loh Mas kok kesini ?" Tanya Zahra bingung .
" Gak apa apa Sayang ngecek aja . " Kata Ilham tenang .
Ilham terus menggandeng Zahra melewati koridor rumah sakit .
Tok Tok Tok ! Ilham mengetuk ruang praktek dokter Rina .
" Masuk !" Sahutnya dari dalam .
" Eh Pak Ilham " Ia begitu ramah setelah tau Ilham yang datang .
" Ada apa pak ?" Tanya nya dan bergantian melihat mereka berdua .
" Ini Dok , Istri saya belakangan ini sering mual dan pusing . Emosinya juga gak stabil " Jelas Ilham .
__ADS_1
" Mas " Ilham menggenggam tangan Zahra . Ia tak ingin Ilham khawatir padanya andaikan Ia terkena penyakit . Makanya Ia tak ingin Ilham membawanya ke rumah sakit .
# bersambung