
Zahra membantingkan tubuhnya di atas tempat tidur . Rasa nya Dia sudah tak berdaya lagi . Teramat sakit penghianatan yang telah dilakukan oleh Ilham . Suaminya yang selama ini selalu menjadi pendukung nya kini telah menghianatinya . Zahra kembali ke rumah ini untuk mengemas semua barang barang nya dan selanjutnya akan pergi dari sini .
Ia termenung sesaat . Kemana Ia akan pergi setelah keluar dari sini ? Ia tak ingin kembali ke rumah orang tuanya . Ia tak sampai hati menambah beban kedua orang tuanya itu . Dan lagi lagi Zahra menangis .
Ia arahkan sebuah vas bunga yang ada di genggamannya ke arah meja rias . Ia lempar keras hingga kacanya pecah .
Prang ! Ia terduduk lemah memikirkan nasibnya .
" Ya Allah kenapa semua ini terjadi ? Kenapa Mas Ilham tega melakukan ini padaku ? " Kini Zahra tergeletak di lantai dengan bersimbah air mata .
~ ~ ~
Ilham mengutuk sebal pada dirinya sendiri atas apa yang telah dilakukannya pada Zahra . Ia tak sampai hati melihat Zahra meneteskan air mata begitu pilu di hadapannya . Saat itu Ia ingin memeluknya dan mengatakan " Jangan menangis Sayang . Aku disini . "
Tapi kenyataannya dia lah yang telah membuat Zahra menderita . Ilham yang adalah suami sah Zahra juga tunangan dari gadis lain . Kalau bukan Mamanya yang selalu mengatakan kalau Ia tak menyayanginya dan ingin melihat dia mati , Ilham mungkin akan melawan . Tapi kesehatan Mamanya akan jadi taruhannya .
Tapi bagaimana dengan Zahra ? Pernahkah ia memikirkan sedikit saja perasaan Zahra ? Zahra pasti benar benar hancur sekarang . Apa yang harus dilakukannya ?
Mama Ilham masuk ke kamarnya . Ia duduk di samping putranya .
__ADS_1
" Ilham " Panggilnya . Ilham menengok tapi tak mau menjawab . Ia merasa menjadi orang paling bodoh karna begitu saja mengorbankan rumah tangganya .
Ilham menyembunyikan wajahnya dengan tangannya . Ia menangis . Ia Ilham begitu lelah sehingga Ia menangis .
" Mamaa tau perasaan Kamu Sayang . Tapi Mama melakukan semua ini demi kebahagiaan kamu . "
" Tapi kebahagiaan Ilham ada bersama Zahra Ma . " Ucapnya sendu .
" Bagaimana bisa kamu bilang seperti itu Ham ? Bagaimana bisa kamu akan bahagia berumah tangga dengan seorang wanita mandul yang tidak akan pernah bisa memberikan kamu keturunan . " Ilham mendelik mendengar ucapan Mamanya . Rasanya Ia sudah tak bisa menahan perasaan dan emosinya lagi .
" Ilham bodoh karna sebegitu mudah nya nurutin kemauan Mama dan nyakitin wanita yang sangat Ilham cintai . Denger ya Ma , Ilham gak akan pernah biarin Mama menghina Zahra seenak Mama . Zahra adalah istri Ilham dan kalo Mama menghina Zahra itu artinya Mama juga menghina Ilham . " Ilham menatap Mamanya .
Ia lepas cincin yang ada di jari manisnya .
~ ~ ~
Disebuah ruang tamu yang luas , Ilham masih terdiam dan belum membuka suaranya . Ya Ilham bertekad mendatangi rumah Om Santoso untuk mengatakan semua kebenarannya .
" Ilham , Bukannya kamu mau ngomong sesuatu ? Kenapa diam saja ? " Tanya Santoso . Vany yang duduk di samping Ilham memandangnya curiga .
__ADS_1
Ilham mengeluarkan seauatu dari kantong celananya dan meletakkannya di meja .
" Ada apa ini Mas ?" Tanya Vany setelah melihat benda yang diletakkan Ilham di atas meja .
" Aku mau mengembalikan cincin pertunangan itu . " Bagai bom perkataan Ilham pada Vany . Mereka baru saja bertunangan dan kini Ilham sudah mengembalikan cincinya .
" Maksud kamu apa ?" Tanya Santoso mulai tak senang .
" Sebelumnya saya minta maaf Om , Tante dan juga Vany . Dari awal saya gak mau tapi mama saya memaksa supaya saya menerima pertunangan ini . Saya gak pernah mencintai Vany karna cinta saya hanya untuk Zahra , Istri saya . Denger ya Om , Tente dan Vany . Zahra itu masih istri sah saya . Bukan Mantan istri saya karna sampai kapanpun saya tidak akan pernah mau memceraikan dia . Jadi pertunangan ini gak bisa di lanjutkan . Saya bener bener minta maaf atas semuanya . "Ilham menjelaskannya panjang lebar .
" Seenaknya saja kamu Ilham .? Kamu fikir kami ini apa sehingga kamu dan keluarga kamu menghina kami seperti ini ?" Bentaknya .
" Sekali lagi saya minta maaf om . " ucap Ilham lagi .
" Saya tak terima penghinaan ini . Pergi kamu dari rumah saya dan tunggu saja pembalasan saya . Anton ! Seret bajingan ini keluar !" Santoso memanggil bodyguardnya untuk menyeret Ilham keluar dari rumahnya .
" Saya bisa keluar sendiri ." Ilham melepaskan cengkraman Anton dari tubunhnya dan berjalan meninggalkan rumah keluarga Santoso .
#BERSAMBUNG
__ADS_1
ikutin terus kisahnya ya . jangan lupa like dan coment supaya tambah semangat nulisnya .
terimakasih untuk yang masih mengikuti ceritanya .