
Nad ! "
" Zahra ! " Nadya sontak memeluk Zahra a. Ia begitu rindu pada sahabatnya ini . Mereka sudah bersahabat sejak kecil . Tapi semenjak Zahra menikah , mreka sudah jarang sekali bertemu .
" Dasar Loe ya Ra , Gue kangen banget " Seru Nadya begitu antusias .
"Ya sama Gue juga kangen ."
" Pesen makan cepet . Gue laper "
Mereka pun langsung memesan makanan yang jadi favorit mereka berdua . Tak lama pesanan pun datang . saat hendak menyantap , tiba tiba datang seseorang menghampiri meja mereka .
"Zahra " panggil orang tersebut .
Zahra yang dipanggil pun langsung mendongakkan kepalanya ke asal suara itu .
" Yuri . Duduk Yur ! " Tawar Zahra ramah .
" Eh kenalin ini Nadya dan Nadya ini Yuri " Zahra memperkenalkan keduanya . mereka berdua pun berjabatan tangan .
Mereka melanjutkan makan karna Yuri tidak mau diajak makan bersama .
" Ilham mana Ra ? Kok gak ikut ? " Tanya Yuri .
" Oh Mas Ilham ada kerjaan di kantor Yur " Zahra mencoba menyembunyikan rasa tak nyamannya . Ia risih sam wanita ini yang sepertinya selalu berusaha mendekati suaminya .
Mereka pun berbincang bincang panjang lebar tentang diri mereka masing masing sampai tiba waktu yang mengharuskan mereka untuk mengakhiri pertemuan ini .
Kring Kring
Tertera nama Ilham di layar ponsel Zahra . Ia mendekatkan ponsel ke telinganya .
" Iya Mas . Aku lagi di jalan abis ketemuan sama Nadya . Ok aku tunggu ya . "
Zahra mengakhiri hubungan telponnya .
" Siapa Ra ? Mas ganteng ya ? " Tanya Nadya menggoda .
" Iya Nad . Dia mau jemput . "
" Kalo gitu aku pulang duluan ajah ya Ra " Ujar Nadya .
__ADS_1
" Eits barengan ajah pulang nya sama Mas Ilham "
Tak lama berselang Ilham pun tiba . Mobil pun segera melaju . Mereka lebih dulu mengantar Nadya baru pulang kerumah .
" Mas "
" Iyah "
" Aku mau tanyak . Sebenernya hubungan nya mas sama Yuri tu apaan sih ?" Zahra tak dapat lagi menyembunyikan rasa penasarannya .
Ilham menarik nafas pelan . Kemudian baru Ia menjelaskan
" Sebenernya , dulu aku sama Yuri itu pernah ada hubungan . Karna aku ngerasa lebih cocok temenan aja sama dia , makanya kami putus .dan ya jujur dy emang uda khianatin aku cuma aku pura pura gak tau aja . Dan ya gak lama setelah kami putus , Papa ngomongin soal perjodohan kita . Makanya Yuri itu gak percaya kalo udh aku udah nikah " Jelas Mas Ilham .
Oh jadi dia itu pernah pacaran sama Mas Ilham ? Pantesan ajah kayak gak suka gitu sama aku . Ternyata dia cemburu toh . Gumam Zahra .
" Emang nya kenapa Ra ? " Tanya Ilham penasaran .
" Gak apa apa kok Mas . Pengen tau ajah . Soalnya tadi kami gak sengaja ketemu . Dan ya dia keseringan nanyain soal kamu . Dia cemburu kali Mas ."
" Yang cemburu itu dia atau kamau Ra ? " goda Ilham .
~
Ilham beberapa hari ini harus pergi ke luar negri dan dia harus rela meninggalkan istrinya untuk sementara waktu .
" Ra aku ada urusan di luar negri . Kamu baik baik disini ya . Ingat jangan kemana mana sendiri . Ok . Jaga kesehatan Juga . " Tutur Ilham menasehati .
" Iya Mas . Kamu Juga ya hati hati disana mas jaga kesehatan . " Sebenarnya ia berat berpisah dari Ilham . Tapi mau bagaimana lagi .
Zahra begitu kesepian menjalani harinya tanpa Ilham . Ia pun memutuskan untuk jalan jalan keluar . Kebetulan Ia ingin membeli sesuatu . Ia mengendarai mobilnya sendiri . Walaupun tadi supir sudah menawarkan untuk mengantarkannya pergi , tapi dengan halus Zahra menolaknya .
" Biar saya sendiri aja pak " Tolak Zahra .
Zahra mengemudikan mobilnya dengan santai . Tapi Ia merasa seperti ada yang aneh dengan mobilnya , mobilnya tidak bisa di rem . Sampai akhirnya .
Bruk!
Mobil yang dikendarai Zahra menghantam pohon dengan begitu kerasnya .
Darah mengalir dari kepala Zahra . Tak lama berselang tempat itu sudah dipadati warga yang menyaksikan kejadian naas tersebut .
__ADS_1
Setelah polisi datang , barulah Zahra dilarikan ke rumah sakit terdekat . Polisi menyita barang barang Zahra termasuk ponselnya . Tengah dokter menangani Zahra , polisi itu menghubungi keluarga Zahra .
Semua keluarga sudah datang untuk melihat kondisi Zahra . Mereka mencoba menghubungi Ilham , tapi alhasil tidak tersambung dari tadi . Mungkin Ilham sibuk , pikir mereka .
Dokter pun keluar menemui keluarga Zahra .
" Apa ini keluarga dari pasien ? " tanya dokter itu setelah keluar dari ruangan ICU dimana Zahra di rawat . Sontak mereka semua langsung berdiri menyambut kedatangan dokter tersebut .
" Iya dok , bagaimana keadaan anak saya dok ? " Susanti , ibu Zahra terlihat sangat mengkhawatirkan kondisi putrinya . Dokter Gunawan menarik nafas perlahan .
" Akibat benturan yang sangat keras di kepalanya , mengakibatkan pasien dalam keadaan kritis . Sejauh ini memang tidak ada luka dalam . Pasien saat ini masih koma . Kita tunggu dan berdoa semoga pasien cepat siuman . " Jelas Dokter Gunawan .
Mereka terduduk lemas mendengar penjelasan dokter tersebut .
Mereka mencoba lagi untuk menghubungi Ilham . Bagaimana pun juga Ilham harus tau apa yang terjadi pada Zahra . Ilham tidak juga mengangkat ponselnya .
Akhirnya mereka pun menghubungi Dimas karna kebetulan Dimas ikut perjalanan bisnis dengan Ilham . Tersambung .
" Assalamuallaikum , om ! " Dimas mengucap salam di seberang sana .
" Waalaikumsalam Dimas . Dimana Ilham ?"
" Ilham sedang ada meeting om . Ada apa Om ? Kenapa suara om terdengar sangat panik ? " Dimas pun jadi penasaran apa yang terjadi .
" Cepat beritahu Ilham , Zahra mengalami kecelakaan dan sekarang sedang mengalami masa kritis di rumah sakit . " Sontak Dimas terkejut .
" Baik om ." hubungan ponsel pun berakhir . Dimas tanpa menunggu waktu lama langsung memasuki ruangan dimana sahabatnya sedang ada pertemuan dengan klien .
Saat pandangan mata Ilham tertuju ke arah Dimas , Dimas langsung memberi isyarat untuk menyuruh Ilham keluar . Ilham pun memohon diri pada klien nya .
" Gawat Ham . " Dimas langsung nyerocos saat melihat Ilham keluar ruangan .
" Kenapa Dim ? " Tanya Ilham penasaran . Ia fikir hanya soal bisnis .
Dimas pun menceritakan semuanya kepada Ilham . Ilham kaget bukan main .
Ia langsung mengakhiri pertemuan dan segera memesan tiket penerbangan .
#BERSAMBUNG
jangan lupa like ciment ya kk
__ADS_1