
Zahra sengaja datang ke kantor untuk menemui Ilham . Jujur Ia jenuh sekali di rumah . Jadi Ia naik taksi dan memutuskan untuk mengunjungi suaminya dan mengganggu nya bekerja .
Sebenarnya Zahra sangat ingin makan mangga muda . Jadi Ia datang untuk meminta Ilham mencarikan untuknya dan anaknya .
Kantor Ilham saat ini memang tak sebesar kantor sebelumnya , tapi ini lebih baik . Karna Ia akan berusaha mengembangkan usaha barunya .
Para pegawai tersenyum manis dan menyapanya ramah . Sebelumnya memang Zahra pernah ikut Ilham ke kantor . Jadi mereka sudah cukup mengenal Zahra sebagai istri dari Direktur .
Zahra naik Lift untuk menuju ruangan Ilham yang ada di lantai 2 . Ia berjalan cepat sambil mengusap perutnya .
Tok Tok Tok !
Zahra mengetuk pelan pintu ruangan Ilham . Ilham menyahut dari dalam dan memintanya masuk .
Ilham melongo saat melihat yang masuk adalah Zahra . Ilham langsung berdiri dan membawa Zara untuk duduk di sofa yang ada .
" Kamu ngapain kesini sayang ?" Tanya nya .
" Aku bosen di rumah Mas . Jadi kesini pengen gangguin kamu kerja . " Zahra tersenyum manis sekali dan menampakkan deretan gigi putih nya .
" Dih . Gangguin aku ?" Tanya Ilham seraya mengedipkan sebelah matanya . Ia mencium kilat pipi Zahra .
" Mas " Lirih Zahra . Ia menarik lengan kemeja Ilham dan memperlihatkan wajah melasnya .
Ilham mendekatkan wajahnya . Ia pagut lembut bibir tipis Zahra . Zahra mengalungkan tangan nya di leher Ilham . Ilham tak memberikan celah . kini mereka saling memainkan lidah dan bertukar air liur .
Zahra menggigit kecil bibir Ilham . Ilham meringis dan melepaskan ciumannya .
" Awww . Sakit sayang " rengeknya . Zahra terkekeh senang .
" Senang ya gigit Mas ?" Ilham menggelitik pinggang Zahra . Zahra tertawa kegelian .
" Uda Mas " cicit nya .
Zahra masih mengalungkan tangannya di leher Ilham . Ia sandarkan kepalanya di dada bidang suaminya . Ia selalu merasa nyaman seperti ini .
__ADS_1
" Mas " Desisnya manja .
" Um " Sahut Ilham tak kalah manja . Ia hendak mencium lagi bibir Zahra tapi Zahra menolak . Ilham memberengut sebal . Ciumannya di tolak . Zahra tertawa melihat wajah Ilham seperti itu .
" Mas mau mangga muda " Ucapnya seketika .
Ilham melirik Zahra sejenak . Lantas Ia tersenyum .
" Kamu tunggu disini ya . Aku cariin . " Ucapnya .
" Aku ikut . "
" Entar kamu kecapekan sayang . Kan kamu baru sampek " Ia coba memberi pengertian pada Istrinya .
Zahra merengek manja . Akhirnya Ia dan Ilham pergi untuk mencari apa yang diminta Istrinya .
Ilham menghentikan mobilnya di depan toko buah . Saat Ia ingin turun , Zahra menahan tangannya .
" Kenapa Sayang ?" Tanyanya aneh .
" Tapi Sayang . "
" Ayo lanjut jalan Mas . Kita cari . Aku mau yang masih segar di pohonnya . " Rengeknya manja . Akhirnya Ilham kembali memakai sabuk pengaman dan melajukan mobilnya .
Sepanjang perjalanan Mereka celingak celinguk melihat kanan kiri untuk mencari siapa yang kira kira punya pohon mangga .
" Itu Mas . " Zahra menunjuk sebuah rumah bercat putih . Di halamannya memang ada sebuah pohon mangga yang cukup rindang .
Tapi tunggu dulu . Ilham melihat seorang pria paruh baya yang duduk di teras dengan muka sangarnya . Keberaniannya jadi menciut .
" Cari tempat lain ya Sayang " Pintanya .
" Enggak . Aku mau yang itu . Sana Mas cepetan minta . " Zahra mendorong Ilham agar segera keluar dari mobil .
Ilham semula ragu , tapi karna ia melihat wajah Zahra yang begitu sangat ingin , Ia pun memberanikan diri .
__ADS_1
Ilham celingak celinguk di depan rumah itu sampai sang pemilik rumah yang tak lain dan tak bukan adalah lelaki sangar tadi menghampirinya .
" Heh ngapain Kamu ?" Suara seraknya mengejutkan Ilham .
" Eh anu pak "
" Anu anu apa ?" Tanya nya tak sabar .
" Eh boleh gak saya minta mangga muda nya ?"
" Enak aja kamu . Saya aja belum ngerasain " Ilham menggaruk kepalanya . Tiba tiba seorang wanita paruh baya keluar menghampiri mereka .
" Ada apa Pa ?" Tanya nya pada lelaki yang ialah suaminya .
" Dia ini mau mintak mangga muda . Kita aja belum ngerasain " Jelasnya pada istrinya .
Wanita itu memandang Ilham . Ia amati tubuhnya dari atas sampai bawah .
" Mau buat apa mangganya Nak ?" Tanya nya lembut sekali . Wah beda banget sama suaminya , Batin Ilham .
" Gini bu . Maaf sebelunnya . Istri saya ngidam . Dia pingin mangga muda . sekarang dia nungguin saya di dalam mobil . " Ucap Ilham sopan .
" Wah istri kamu ngidam ? Yaudah ambil aja mangganya . Kalo bisa ambil yang banyak . Istri ngidam itu harus di turutin loh . kasian nanti anaknya ngences . " Ucapnya penuh perhatian .
Ilham pun memetiknya beberapa biji . Karna buahnya yang ada di dekat kepalanya sehingga Ia tak susah payah mengambilnya .
" Terimakasih banyak ya bu " Ucap Ilham saat hendak meninggalkan tempat itu .
" Sama sama . Semoga istri dan calon bayi mu sehat sehat ya . " Balasnya .
Ilham pun menghampiri Zahra di mobil . Zahra menyambutnya dengan senyum magisnya yang selalu mampu membuat Ilham terpesona .
" Makasih sayangku " Zahra mencium lama pipi Ilham .
#bersambung
__ADS_1