
Karna Zahra sedang ngidam dan Ia tak bisa memasak atau mengurus Ilham , Erna pun memutuskan untuk mengirim Anna kembali ke rumah Ilham .
Tok Tok Tok !
Ilham berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang . Krek ! Ternyata Anna .
" Loh Mbak Anna kenapa kesini ?" Tanya Ilham .
" Heheh . Tuan Muda , Nyonya yang meminta saya kesini untuk mengurus urusan rumah ini . " Zahra pun kaget .
Jujur Ia tak suka . Setelah perbuatan Ibu mertuanya sebelumnya , Ia masih tak ingin menerima apa pun dari mertuanya .
" Tapi kami gak butuh Mbak" Zahra melangkahkan kakinya ke arah Ilham dan Anna .
" Maaf Nyonya . Tapi Nyonya besar bilang Nyonya Muda sedang tidak fit . " Jelasnya .
Zahra hendak komplen tapi segera di hentikan oleh Ilham .
" Ok Mbak An . Langsung bereskan barangmu di kamar setelah itu urus pekerjaanmu "
__ADS_1
" Baik Tuan . Saya permisi " Anna langsung menghilang dari hadapan Zahra dan Ilham .
" Mas Kamu ini ___ "
" Syuuuutt . Emang kamu mau aku makan di luar terus karna gak ada yang masakin aku ? Lagian Kamu lagi hamil gini mana aku izinin ngerjain semua urusan rumah . Kamu rela aku ke kantor dengan baju yang kotor atau kusut karna aku gak mungkin nyuruh kamu nyuci ataupun nyetrika " Ilham menarik lembut hidung Zahra .
" Yauda deh . " Zahra pergi masuk ke kamarnya .
Ia belakangan ini memang terlihat agak kurusan . Sebabnya , karna hamil ini Ia sama sekali tak makan apapun . Hanya minum susu ibu hamil saja .
Jika Ia memakan makanan , semua akan ia muntahkan . Sebenarnya , Ia pun ingin menolak minum susu . Tapi Ilham memaksanya . Tubuhnya sedikit tak terurus . Entah mengapa Ia jadi malas merawat dirinya saat hamil ini . Mungkin saja ini bawaan bayi .
Ia sering marah marah tak jelas . Terkadang saat Ilham memarahinya ia langsung menangis tersedu sedu . Sampai Ilham sendiri kewalahan di buatnya .
" Sayang , Mama dan Papa tunggu kelahiran kamu . Kamu harus baik baik di dalam perut Mama ya "Ia tertawa saat mengatakannya . Ah begini indahnya rasanya mengandung . Setelah sekian lama akhirnya Ia merasakannya .
" Iya Mama . Aku pasti baik baik kok di perut Mama " Tiba tiba Ilham muncul di belakangnya dan menjawab ucapan Zahra tadi . Ia memeluk tubuh istrinya dari belakang .
" Mas " Zahra merasakan kebahagiaan Ilham setelah tau dirinya hamil . Ilham sangat bahagia .
__ADS_1
Ilham memeluk sambil tangannya mengusap perut Zahra lembut . Zahra sangat menikmatinya . Ia sampai memejamkan matanya merasakan lembutnya usapan tangan Ilham .
" Huweekk " Zahra langsung melepaskan pelukan Ilham dan berlari ke kamar mandi . Rasa mualnya seketika hadir . Padahal saat di muntahkan yang keluar hanyalah air .
Ilham menyusul Zahra ke kamar mandi . Ia pijat tengkuk Zahra . Ia selalu khawatir melihat kondisi Zahra seperti ini .
" Sayang kamu gak apa apa ?" Tanya nya dan menuntun Zahra kembali ke kamar . Ia bantu Zahra berbaring .
" Mual lagi Mas " Desahnya . Ilham mengambil minyak kayu putih dan diusapkannya di perut dan leher Zahra .
" Istirahat ya Sayang " Ilham mengecup lembut Dahi Zahra .
" Maaf karna uda selalu ngerepotin dan buat Mas khawatir ya " Zahra merasa bersalah pada Ilham .
"Uhhh Sayang . Kenapa ngomong gitu ? Aku gak pernah merasa di repotkan . Ini kan uda tugas aku . Ini yang di kandungan kamu kan anak kita " Jawabnya lembut dan membelai pipi Zahra .
" Aku pergi buatin susu ya " Zahra mengangguk mengiyakan .
Ilham kembali dengan segelas susu hangat di tangannya . Ia membantu Zahra meminumnya .
__ADS_1
" Makasih Mas " Zahra meneguknya separuh tapi Ilham menyarankan agar di habiskan semua . Ia pun menurut . Kini Ia memejamkan mata nya sambil tersenyum manis pada sang suami .
# bersambung