
" Loe uang dari mana bayar biaya rumah sakit Dim ?" Tanya Ilham saat Ia hanya berdua bersama Dimas di ruang rawatnya .
" Tabungan Gue ada kok . Udalah Loe gak perlu bahas soal biaya rumah sakit . Gue uda beresin semuanya " Dimas coba menenangkan Ilham agar Ia tak perlu khawatir .
" Ini alasan kenapa Gue gak mau Zahra bawa Gue kesini Dim . Gue gak mau bayar biaya yang besar sementara keadaan Gue tu lagi krisis . "
" Ya Zahra mana tau . Yang dia tau itukan Loe adalah direktur utama dari perusahaan ternama . Dia gak bakal nyangka kalo Loe udah gak punya jabatan sebaik itu lagi . Uang gak ada . Bahkan luntang lantung kesana kemari cari kerja . "
Zahra yang saat itu sudah kembali dan berdiri di pintu kavet mendengar pembiraan Ilham dan Dimas . Ia langsung masuk .
Ilham dan Dimas kaget melihat kehadiran Zahra . Mereka saling memandang dan kemudian mengalihkan pandangan mata mereka ke arah Zahra .
" Sayang ! Sejak kapan kamu ada disitu ? " Tanya Ilham berusaha menyembunyikan kekhawatirannya .
" Udah cukup lama lah . Sampai cukup untuk ngedengerin semua omongan kalian " Jawab Zahra dan memandang tajam Ilham dan Dimas .
Dimas dan Ilham diam terpaku dan salinv memandang . Mereka tak tau harus bicara apa .
__ADS_1
" Sekarang kalian jelaskan apa maksud semua ini " ucap Zahra dan duduk di antara mereka .
Dimas mengalihkan pandangannya pada Ilham . Ia ingin Ilham yang menjelaskan semuanya kepada Zahra .
" Ok aku akan jelasin semuanya sama kamu " Ilham perlahan menarik nafas panjang dan berusaha untuk menjelaskan semuanya . Ilham menjelaskan semua nya pada Zahra mengenai aset yang sudah dipindah namakan atas nama ayahnya .
Zahra melongo tak percaya . Masalah yang terjadi sedemikian rupa itu tak Ia sangka bisa menjadi semakin parah seperti ini .
Ia usap lembut punggung Ilham . Ia coba menguatkan suaminya untuk semua yang terjadi .
" Ilham ini seorang yang begitu pekerja keras Ra . Dia pasti bisa bangkit dari semua masalah ini . Kamu gak usah khawatir karna aku akan selalu ada di belakang nya saat Ia ingin mundur aku akan selalu mendorong dia untuk bangkit . " Perkataan Dimas benar benar terdengar sangat tulus .
" Makasih Dim . Loe emang bener bener sahabat terbaik Gue . " Ilham benar benar terharu mendengar ungkapan Dimas tadi .
Zahra tersenyum melihat keakraban mereka . Tak lama muncul Nadya dari balik pintu .
" Assalamualaikum " Nadya mengucapkan salam saat masuk ke ruangan rawat Ilham .
__ADS_1
" Waalaikumsalam" Jawab mereka bertiga serempak .
Zahra kaget melihat kedatangan Nadya . Seingatnya Ia belum memberitahu siapapun tentang keadaan Ilham . Lain hal nya dengan Dimas . Ia tersenyum manis melihat kedatangan Nadya yang memang sudah di tunggunya sejak tadi .
" Loh Nad kok Loe bisa kesini ? " Tanya Zahra heran .
" Heheh . Ya bisa lah Ra . Dimas tadi nelfon Gue dan ngasih tau kalo Mas Ilham di rawat disini jadi Gue mampir . " Nadya meletakkan buah yang dibawanya ke atas nakas samping ranjang .
Ilham dan Zahra memandang Dimas yang hanya mampu cengengesan .
" Oh pantesan . Bingung sampean . Aku ingetnya belum ngasih kabar ke siapapun kalo Mas Ilham di rumah sakit . Tau taunya Mas Dimas yang ngelapor ke Nadya . Uda sedekat apa si Mas ? " Goda Zahra melirik Dimas dan Nadya . Mereka berdua tersipu malu .
" Cepet sembuh Mas Ilham . Biar cepet pulang " Ujar Nadya mengalihkan pembicaraan dengan wajah bersemu .
#bersambung .
Ikutin terus ya . jangan lupa like dan koment
__ADS_1