
"Ilham ! " Ilham memutar kepalanya ke asal suara itu .
Seorang gadis cantik dengan lesung pipit melambaikan tangan ke arah nya . Gadis itu berlari ke arah Ilham dan setelah ada fi hadapannya Ia langsung merengkuh tubuh Ilham .
Zahra yang ada di samping nya tak melakukan apapun . Sementara tangannya masih digenggam Ilham erat .
" Aduh Yur kamu ini apa apaan sih? " Sentak Ilham berusaha melepaskan pelukan itu .
Yuri menatap wajah tampan Ilham tanpa berkedip .
" Aku kangen kamu . Tau gak ? Aku seneng banget bisa jumpa kamu disini . kamu ngapain disini ham ? " Ia melirik ke arah Zahra " Dia siapa ham ? " nadanya tidak senang karna melihat tangan Ilham menggenggam erat gadis itu .
Sementara Zahra merasa tidak nyaman mendengar ada seorang gadis yang merindukan suaminya .
Ia menatap Ilham meminta jawaban . Yang ditatap hanya tersenyum .
"Oh iya Yuri , kenalin . Ini Zahra , Istriku .
Kami disini sedang berbulan madu . " Jelas Ilham tapi tatapan matanya masih sibuk menatap wajah ayu istrinya . Yang ditatap hanya mampu menunduk malu .
Sontak Yuri kaget mendengar jawaban Ilham . " Istri ? Apa maksud kamu Ilham ? "
" Iya ini istriku . Kami menikah 2 minggu yang lalu . Mungkin kamu gak tau karna saat ini kamu gak ada disini . " Ucap Ilham meyakinkan .
Dengan terpaksa Yuri mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan Zahra .
"Hay , aku Yuri temennya Ilham . "
" Saya Zahra mbak " Balas Zahra ramah .
" Kalo gitu aku permisi ya Ilham , Zahra . Mari ! "
Zahra menghembuskan nafas lega . Entah kenapa dia seperti melihat wanita itu menatap suaminya dengan pandangan aneh . Seperti ada rasa kecewa . Siapa sebenarnya wanita itu ? Batin hati Zahra .
" Mas! " Zahra memberanikan diri untuk bertanya
" Iyah kenapa Ra ? "
" Sebenernya perempuan itu tadi siapa ??" Zahra merasa ingin marah bila ingat bagaimana tadi perempuan itu datang dan langsung memeluk tubuh suaminya .
" Kan tadi dia udah bilang kalo dia itu teman aku . "
" Yakin cuma teman ? "
" Kamu cemburu ? " tanya Ilham menggoda .
Pipi Zahra langsung merona merah bak kepiting rebus . Ia menyembunyikan wajahnya dari pandangan liar suaminya .
Ia langsung berlari kencang menuju kamar hotel .
~
Mereka pun akhirnya kembali kerumah . Ilham mulai mengurus urusan kantor lagi sementara Zahra dirumah .
" Zahra , kemari sayang " Zahra pun menemui ibu mertuanya .
"Iya ma . "
Mamanya memandang Zahra lekat . Ia ingin memastikan sesuatu . Dari wajah , pandangan itu beralih ke perut Zahra . Ia meraba perut Zahra .
"Gimana nak ? " tanya nya lembut
Zahra bingung menanggapinya .
" Mksudnya ma ? "
__ADS_1
" Mama sama Papa uda ungin gendong cucu " Zahra langsung tersentak .
Gimana mau ngasih cucu , malam pertamanya aja belum pernah dirasakannya .
" hehhe . Sabar ya ma " Ucap Zahra nyengir kuda .
~
" eseh yang abis pulang honeymoon ! gimana gimana ? ceritain kek " Dimas langsung nyosor aja tanpa meminta pendapat Ilham .
" Gimana gundulmu . "Jawab Ilham santai .
Ilham masih sibuk menandatangani berkas . Saat ia pergi begitu banyak pekerjaam yang ditinggalkannya . Bahkan Ia sama srkali tidak mengalihkn pandangannya untuk sekedar melirik Dimas .
Ilham menarik nafas .
" Gue belum pernah nyentuh dia " ujar Ilham pelan
Dimas sampai menyemburkan air yg diminumnya searah Ilham
"Jorok banget si Loe Dim " Ilham memukul Dimas keras.
" Serius Loe Ham ? " Dimas memajukan duduknya agar lebih jelas berbicara dengan Ilham .
" Ya bener banget lah . Ya secara kan , Kita berdua itu nikah karna dijodohin . "
" Emangnya elo gak pengen nyobak ??? Enak loh Ham " Goda Dimas
" Ah masak iya ?? Sok tau loh " Ilham menonyor kepala dimas .
~
Ia kesal bila ingat Ilham yamg selalu menggodanya .
Sebenarnya suaminya itu cukup tampan . Dengan sedikit bulu jambamg nya menambah ketampanannya . Apalagi bentuk badannya yang sangat bagus . Ilham itu suami yamg baik . Hanya saja Zahra tidak mencintainya .
Deg !
Saat mengucapkan kata cinta , hati zahra berdetak kencang . Ah cepat pulang suamiku , aku rindu . Bisik hati Zahra .
Sampai malam Ilham tak kunjung pulang . Ia lembur karna banyak pekerjaan di kantor . Sedangkan Zahra menunggu Ilham di ruang tamu sejak tadi sampai tertidur .
Ilham terkejut mendapati istrinya tertidur di ruang tamu .
"Tuan Muda baru pulang ? " Sapa Mbak Anna . Ilham menyerahkan tas kantornya pada pelayan itu lantas ia menggendong Zahra ke kamar .
" Kenapa Zahra bisa tidur di luar , Mbak ? " Tanya Ilham setelah merebahkan Zahra .
Zahra tampak cantik sekali saat sedang tertidur .
" Nyonya Muda gelisah dari tadi mrnunggu Tuan Muda pulang . "
Menunggu aku ? gumamnya . Dasar cewek bodoh ini !
" Yaudah Mbak kamu udah bisa keluar ."
" Permisi Tuan "
Selepas itu , Ia memandang lekat ke arah istrinya . Jujur saja , beberapa hari ini pun hatinya tak tenang . Entah kenapa Ia selalu memikirkan gadis manisnya ini . Selalu rindu padanya . Ia mengecup keningnya lembut lalu merebahkan diri di sampingnya .
__ADS_1
~
Hari ini mereka berdua menginap di rumah orang tua Zahra .
Setibanya disana , merka disambut dengan penuh suka cita oleh kedua orang tua itu .
" Mami ! " Zahra langsung menghambur ke pelukan ibunya .
" Mami sangat rindu sayang " Zahra juga memeluk ayahnya . Begitupun dengan Ilham .
" Ayo masuk . Mami udah masak buat kalian berdua "
Mereka pun menyantap makanan di meja makan . Ilham tau Zahra begitu sangat merindukan orang tuanya . Sekarang rindu itu sudah terobati . Istrinya tersenyum manis sedari tadi .
Tak terasa pernikahan mereka sudah berjalan 2 bulan lebih . Tapi sampai detik ini mereka belum juga melakukan kewajiban sebagai suami istri yang sesungguh nya .
Ilham dan Zahra sebenarnya sudah merasakan getaran cinta itu , tapi keduanya gengsi untuk mengungkapkannya . Hanya tinggal menunggu waktu .
~
Clap
Lampu mati . Hari ini Zahra dirumah sendiri . Ayah dan ibu mertuanya sedang menghadiri resepsi pernikahan kerabat jauhnya . Sementara Ilham belum pulang dari kantor .
Zahra tidak ikut karna kebetulan dia tidak enak badan .
Zahra meraba raba untuk mencari ponselnya . Ia benar benar takut kegelapan .
Belum ia mendapatkan ponselnya , tiba tiba pintu kamar nya terbuka . Krek !
Zahra kaget bukan main .
" Mas , Mbak . Tolong jangan ganggu saya . Huhuhu . Saya gak berani . "
Suara langkah kaki itu semakin mendekat .
" Tolong jangan bunuh saya . Saya belum bilang cinta ke suami saya . " Tiba tiba itu yang keluar dari bibir mungil Zahra .
Ilham terkekeh geli mendengar ucapan Zahra . Ia menyalakan senter ponselnya dan mengarahkannya ke wajah Zahra .
"Ra ! "
" Aduh om setan jangan ganggu Zahra dong . Tolong . " Zahra tak berani membuka matanya .
Ilham makin terkekeh geli . Ada ada ajah yang diomongin gadis bodoh ini .
" Zahra . Jahat banget ya ngatain suaminya setan . "
Zahra spontan membuka matanya .
" Kayak nya aku tadi denger sesuatu deh ! " Ucap Ilham menggoda .
" Hah dengar apaan Mas ? Ada suara hantu ya ? "
Istrinya yang bodoh ini . Jelas jelas ingin menggodanya karna apa yang diucapkannya tadi malah ngomongin hantu .
" Kayak nya cuma drumah kita ajah deh yang listrik nya mati . Aku mau cek dulu ya . "
" Jangan Mas . Aku takut . " Zahra langsung memeluk pinggang Ilham .
__ADS_1
" Bentaran doang . Emang nya kamu mau gelap gelapan gini terus ? "
" Aku ikut " Alhasil Zahra ngekor di belakang Ilham