
Kini Ilham sudah mulai sibuk memulai usaha baru . Ia kini bekerja di sebuah cafe delivery . Awalnya Zahra ingin membantu Ilham bekerja , tapi Ilham menolak nya dengan keras .
Zahra hanya bisa menuruti keinginan Ilham . Ia tetap diam di rumah . Tapi belakangan ini Ia mulai berkonsultasi untuk mengatasi masalahnya .
Zahra memperbanyak olahraganya . Ia juga banyak mengkonsumsi banyak makanan yang mengandung karbohidrat utuh . Selain itu Ia juga sering menambahkan bubuk kayu manis di dalam makanan yang di konsumsinya .
Zahra melakukan segalanya demi bisa cepat hamil . Kàrna dari àrtikel yang Dia baca , begitulah kira kira cara untuk menyeimbangkan hormon endrogen dalam tubuhnya .
Selain berusaha Ia juga terus berdoa kiranya ada keajaiban dari Allah atas dirinya . Sudah berbulan bulan Zahra mencobanya dan Ia hanya berharap sesuatu yang baik .
" Aku pulang Sayang " Ilham yang baru saja tiba di rumah langsung berteriak . Zahra berlari untuk menyambut kepulangan suaminya .
" Aku buatin kopi syang " Usul Zahra dan menyuruh Ilham duduk manis .
Zahra beranjak untuk membuatkan kopi untuk suaminya .
"Mas , aku mau ngomong " Ucap Zahra dan meletakkan secangkir kopi di atas meja .
__ADS_1
" Kenapa Sayang ? Sini !" Ilham menarik Zahra agar duduk di pangkuannya . Ilham mengecup lembut bibir tipis Zahra . Zahra membalasnya tak kalah lembut .
" Tadi aku periksa " Zahra menggantung kalimatnya sehingga menimbulkan pandangan penuh tanya dari Ilham .
" Setelah semua usaha yang aku lakuin selama ini Sayang , aku dinyatakan eh maksud aku tadi Dokternya jelasin kalo hormon endrogen di tubuh aku uda stabil . Jadi ada kemungkinan aku bisa hamil " Zahra berbinar binar bahagia mengatakannya pada Ilham . Ia begitu bahagia .
Setidaknya Ia punya harapan untuk menjadi seorang ibu .
Ilham memeluk tubuh Zahra erat . Ia sama bahagianya seperti istrinya . Ia ciumi wajah istrinya bertubi tubi sangking bahagianya .
" Alhamdulillah Ya Allah ! Semoga ini awal yang baik ya Sayang . Semoga kita bisa secepatnya dapat kabar baik nya . " Ilham rasanya begitu bahagia dan tak ingin melepaskan pelukannya .
~ ~ ~
" Sayang " Ilham merengek manja di samping Zahra yang sedang menonton tv .
" Apa Sayangku ?" Tanya Zahra tapi matanya masih fokus mengikuti gilm kesukaannya .
__ADS_1
Ilham tak menjawab . Ia memilih meletakkan kepalanya di pangkuan Zahra . Ia sibuk memainkan rambut Zahra .
Perlahan Ilham memasukkan tangannya ke celah baju yang di kenakan Istrinya . Ia mainkan perlahan . Zahra menggelinjang keenakan .
"emmm Mas " Desah Zahra . Ilham beranjak . Ia kini melepaskan baju yang di kenakan oleh Istrinya dan terus memainkannya sampai Zahra kewalahan menghadapinya .
" Sayang boleh ya !" Ilham tampak memelas . Memang siang tadi Zahra bilang pada Ilham bahwa malam ini mereka libur karna Zahra merasa sedikit tak enak badan .
Jika Ilham sudah menunjukkan wajah memelasnya seperti saat ini , sangat sulit bagi Zahra untuk menolaknya . Ia biakan saja Ilham melanjutkan kegiatannya . Toh ia juga sangat menikmatinya .
Zahra mendorong tubuh Ilham menjauh . Ia kecup bibirnya dan dibawanya Ilham ke kamar . Ia tak ingin hanya Ilham yang bekerja keras . Sampainya di kamar , Zahra mendorong tubuh Ilham ke atas ranjang . Kini Zahra sudah menindih tubuh tegap suaminya . Ia lumat bibir itu penuh nafsu .
Zahra membuka satu persatu kancing kemeja yang dikenakan Ilham . Ia hisap dadanya dan beralih turun sampai ke bawah dan melepas habis seluruh pakaian Ilham . Zahra memberikan kenikmatan lebih pada Ilham .
" Uuhhh Sayang " Ilham mendesah kenikmatan .
Zahra terus memainkan suaminya sampai mereka benar benar tak tahan dan menuju puncak kenikmatan cinta yang sesungguhnya .
__ADS_1
#bersambung
ikutin terus ya . jgn lupa like dan coment nya