
Dengan tertangkap nya Vany , akhirnya terkuaklah bahwa masih ada dua tersangka lagi . Yang tak lain adalah Yuri dan Fandy . Setelah semua penyelidikan , mereka bertiga dinyatakan bersalah dengan tuduhan melakukan pembunuhan berencana .
Hukuman yang harus di jalaninya yaitu hukuman penjara seumur hidup atau selama lamanya 20 tahun penjara .
Lega sudah . Setidaknya , mereka mendekam di penjara atas perbuatan yang telah di lakukannya .
Sementara Zahra , Ia tak ingin kembali ke rumah itu yang menurutnya meninggalkan luka yang sangat mendalam baginya .
" Malam Sayang ku " Ilham menghampiri Zahra yang baru saja selesai mandi .
Zahra menoleh . Ia melihat Ilham tersenyum sangat lembut padanya . Ilham menghampirinya . Direngkuhnya erat tubuh Zahra .
" Sayang " Ilham coba mencium Zahra tapi Zahra masih menolak nya .
" Jangan dulu ya Mas " Cegahnya . Ia langsung beringsut menjauh dari Ilham . Ilham menghela nafas panjang . Ia harus sabar menunggu hingga rasa trauma Istrinya menghilang .
" Penjahat nya uda kecelakaan dan meninggal Sayang . Sedangkan Tersangka yang lainnya udah di tangkap Sayang ! Mereka uda menjalani hukuman di penjara . Jadi Jangan lagi menyiksa diri kamu seperti ini . Kita lupain ya . Kamu juga kan harus bangkit "
Zahra melangkah . Ia memeluk tubuh Ilham amat erat . Ia sungguh takut kehilangan nya .
__ADS_1
" Aku kotor Mas " Tangisnya . Ia merasa benar benar tak pantas lagi untuk Ilham .
" Aku tetap mencintai kamu apa pun yang terjadi sayang . " Dibelainya lembut pipi Zahra .
" Aku gak bisa selamatin anak kita Mas . Itu adalah yang paling kita nantikan selama ini " Ia meringkuk di dalam pelukan Ilham yang benar benar membuatnya merasa sangat nyaman .
" Allah bakal kasih kita seorang anak suatu saat nanti . Mungkin saat ini memang belum rezeki kita . Jangan pernah menyalahkan diri kamu lagi Sayang . Kamu gak pernah salah di mataku . "
" Kita pulang ya . Kita mulai semua dari awal lagi . " Zahra tersentak mendengar ucapan Ilham . Ia melepaskan pelukan Ilham . Ia memandang Ilham dalam seperti ada suatu keinginan .
" Jangan Mas " Perlahan Zahra menggelengkan kepalanya keras .
" Aku gak mau pulang ke rumah itu lagi Mas . Aku takut " Kengerian atas kejadian itu terbayang lagi di ingatan Zahra . Seakan kejadian yang begitu menyakitkan itu terulang lagi .
Ilham menenangkannya . Di rengkuh nya gadis tersayang nya dengan perasaan yang sangat dalam .
" Iya kita gak akan balik ke rumah itu . Ok . Stop ya . Istigfar Sayang " Ilham selalu meminta Zahra mengingat Allah saat ketakutan itu mulai datang .
Seakan akan pelukan Ilham dapat menjadi suntik penenang bagi Zahra , Zahra terdiam pasrah di dalam pelukan Ilham .
__ADS_1
~☆~☆~☆~
Suasana pantai sangat menenangkan . Ilham dan Zahra saling menggenggam sambil diselingi canda dan tawa . Mereka memainkan pasir yang bertebaran di bawah kaki .
Senyum itu seakan membuat Ilham merasa dunia nya kembali . Wanita yang teramat sangat di cintainya sudah mulai menunjukkan senyum manis nya lagi .
Mereka menghenyakkan pantat di pinggir pantai sambil sesekali melempar batu kecil ke arah pantai . Zahra memandang lurus ke depan . Entah apa yang sedang di fikirkannya .
Pandangannya beralih pada sosok lelaki tangguh di sebelahnya . Perlahan bibir tipisnya menyunggingkan seulas senyum yang terkesan sangat indah di mata Ilham .
" Terimakasih Mas !" Ucapnya . Cahaya matanya tampak binar binar kebahagian . Ilham menengok .
" Untuk ?" Tanya nya . Ia merasa tak memberi apa pun pada Istrinya hingga Zahra harus berterima kasih padanya .
Muah ! Di ciumnya sekilas pipi kokoh Ilham . Senyum nya selalu terlihat bahagia .
" Terima kasih karna uda mau ngejalanin semua nya sama aku Mas . Terima kasih karna tetap bertahan dengan semua cobaan yang ada . Terima kasih karna tidak pernah meninggalkan aku seburuk apa pun kondisinya . Terima kasih karna selalu jadi lelaki terhebat ku . Terima Kasih Mas . " Setitik air mata mengalir dari kedua bola mata yang teduh itu . Ilham mengarahkan jemarinya untuk menghapus butiran kristal yang jatuh itu .
Di raih nya tubuh Zahra . Dibawa nya dalam pelukan hangat nya . Di kecup perlahan pelipis gadis tersayang nya .
__ADS_1
" Karna aku adalah suami mu Sayang ! Seburuk apa pun kamu di mata orang lain , kamu tetap lah istri ku . Yang terbaik . Aku uda janji sama diri aku sendiri , kalo aku gak akan pernah ninggalin kamu lagi apa pun masalahnya . Kita akan hadapi semuanya sama sama . " Zahra tersenyum tenang . Di raih pipi Ilham . Dan di saksikan langit senja , di kecupnya mesra bibir Ilham .
☆☆☆☆