
●●●Zahra●●●
Mas Ilham menarik pakaian ku hingga habis tak tersisa . Dia benar benar ingin melakukannya disini . Fikirku .
Aku menoleh ke arah pintu yang masih terbuka lebar .
" Mas " Aku menunjuk ke arah pintu . Ia yang masih menggunakan pakaian lengkap langsung mengerti . Ia beranjak dan langsung mengunci pintu rapat rapat .
Ia kembali . Kupandang wajah tampannya . Aku begitu pasrah dan menikmati segala yang dilakukannya .
" Kenapa Sayang ? Lagi ?" Ia mengedipkan sebelah matanya membuatku tertawa .
Ia mencium bibirku lagi . Lagi dan Lagi . Mas Ilham ini memang paling suka melumat bibirku .
Kini Ia sudah sibuk mencari kenikmatannya . Ia sibuk memainkan surga dunianya . Membuatku mendesah keenakan .
" Ahhh Mas . Emmm " Sentuhannya membuatku tak kuasa menahaannya lagi . Ia meneruskan kegiatannya . Ia hisap dalam dalam sampai menimbulkan suara .
Kutarik kuat rambutnya sembari menggumamkan kata kata kenikmatan .
Aku menarik nya agar menciumku . Ia tersenyum . Ku buka kaos yang dikenakannya . Begitu juga dengan celananya . Kini gantian , aku mendorongnya agar duduk di kursi krja sementara aku berjongkok di hadapannya .
__ADS_1
Mataku tak berkedip belihat benda di depanku . Ku dekatkan wajahku dan perlahan ku cium . Kulakukan sampai dia mengerang kenikmatan .
" Ahhh Iya Sayang . Emmm . Enak Sayang " Desahnya panjang .
Setelah cukup , menuju ke menu utama . Kenikmatan yang diberikannya sungguh luar biasa . Sampai kami berdua mencapai puncak kenikmatan bersamaan .
" Aku mencintaimu Mas " Ucapku di sela sela kenikmatan .
" Aku juga mencintaimu Sayang " Jawabnya disertai deru nafas yang tampak kelelahan .
Kami pun memakai baju dan berniat melanjutkannya di kamar . Ia menggendong tubuhku sampai kamar .
~☆~☆~☆~
Aku melempar tubuh Zahra ke atas ranjang . Pergelutan di ruang kerja tadi sedikit melelahkan . Tapi entah kenapa Aku masih ingin melanjutkannya . Malam ini rasanya aku sangat bergairah .
Kulumat bibir Zahra lagi sambil meremas dadanya dari luar . Ia menggelinjang kenikmatan saat tanganku sudah bergerilya di bawah di pusat kenikmatannya .
Saat aku hendak beraksi lagi tiba tiba si kembar menangis . Aku sedikit berdecak kesal . Tapi mau bagaimana lagi ? Setidaknya tadi sudah tersalurkan . Kami berdua langsung beranjak melihat ke box bayi .
Alice menampakkan wajah lucunya saat menangis dan kemudian disusul oleh Alvian . Ternyata kedua nya ngompol sehingga menangis . Aku mengangkat Alice dan Zahra mengangkat Alvian .
__ADS_1
" Mas tolong ambilin popoknya " Pintanya . Aku pun meletakkan Alvian di samping Alice dan segera berdiri untuk mengambil popok di dalam lemari .
Zahra sudah selesai mengganti popok nya . Kini anak anak sudah tidak menangis . Tapi bibirnya tampak kelametan seperti menginginkan sesuatu . Pasti mereka haus .
" Sayang ! Susuin Gih " Ucapku .
" Heeh Mas " Ia memangku Alvian dan menghimpit Alice di ketiaknya agar keduanya bisa menerima ASI bersamaan .
Aku duduk di samping Zahra sambil memangku Kaki Alice yang terjuntai . Kedua bayi ini menyusu sambil sesekali bermain main .
Alvian menggerakkan jemari mungilnya di wajah Mamanya sementara Alice memainkan Payudara Zahra dengan tangannya .
Setelah selesai mereka di letakkan diranjang . Sudah tengah malam gini jika mereka bangun , akan susah tidur lagi .
Benar saja , keduanya asik mengoceh ria sambil menggerak gerakkan kedua kaki dan tangannya .
Aku melirik ke arah Zahra yang sudah tertidur di pinggir sebelah kanan . Kutarik selimut untuk menutup tubuhnya . Kukecup keningnya .
" Selamat malam Sayang ku " Bisikku . Ia pasti capek mengurus anak anak .
Biarlah . Biar aku yang berjaga untuk menemani Alvian dan Alice malam ini begadang . Ku ciumi mereka berdua karna begitu lucu saat mengoceh . Alice dan Alvian menggenggam erat jari kelingkingku sambil tertawa senang .
__ADS_1
☆☆☆☆☆
jangan lupa like dan coment