
●●●Ilham●●●
Zahra entah kenapa tadi memilih ikut Mbak An ke pasar . Memang Istriku meninggalkan Alice dan Alvian di rumah bersama ku . Karna hari minggu jadi aku menghabiskan waktu ku di rumah .
Semenjak lahir bayi kembar kami , Aku begitu ingin selalu ada di rumah untuk memantau kondisi mereka . Ingin melihat mereka tumbuh besar .
Aku berbaring di antara si kembar dengan Alice di sebelah kanan dan Alvian di sebelah kiri ku . Alice asik menggerak gerakkan tangan dan kakinya sementara Alvian tampak meredup akibat mengantuk .
Aku yang terlelap jadi langsung terjaga saat mendengar tangisan kedua nya . Aku langsung bangun dan memperhatikan mereka satu persatu . Ku angkat Alice ke dalam gendongan ku . Tangisnya masih kencang . Begitupun dengan Alvian .
Kuletakkan lagi . Kuraba alas tempat tidurnya . Ternyata Alvian ngompol . Sementara Alice menangis karna Alvian menangis .
Kuciumi gemas Alice dan memberikan kompeng padanya . Sementara aku sibuk mengganti popok Alvian . Kebingungan sendiri mana yang lebih dulu di pakaikan .
Alvian tampak tertawa setelah ku ganti popok basahnya . Ia seakan menertawakan kebodohan ku yang tak ahli mengurus mereka berdua . Aku pun tertawa juga di ikuti Alice .
Melihat mereka berdua tenang , aku melangkahkan kaki ke dapur untuk mengambil ASI yang tadi sebelum Istriku pergi sudah di siapkannya .
Kupanaskan sebentar di air panas lalu ku serahkan pada mereka berdua . Si kecil memegang botol susu dengan senyum sumringah . Memang ini pertama kalinya mereka minum dari botol susu . Biasanya langsung dari ibunya .
Akhirnya setelah menghabiskan susunya , Alice dan Alvian terlelap . Akupun menghela nafas lega . Kuraih botol susu . Perlahan ku angkat Alice dan Alvian ke kamar . Tepatnya ke dalam box bayi . Ku kecup lama kening 2 malaikat kecilku .
" Anak anak Papa . Sehat sehat Sayang "Ucapku diselingi senyum .
__ADS_1
~☆~☆~☆~
●●●Zahra●●●
" Assalamualaikum ! " Salamku saat tiba di rumah . Tapi tak ada jawaban .
Aku langsung menyerahkan kantong belanjaan kepada Mbak Anna dan langsung melangkahkan kakiku ke kamar . Ingin tau apa yang sedang di lakukan 3 orang tersayangku saat aku tak di rumah .
Krek ! kubuka pintu kamar perlahan . Aku geli melihat Mas Ilham tertidur dengan majalah yang menutupi wajahnya . Kusingkirkan majalah dari wajahnya .
Kulihat si kembar terlelap di box bayi . Tadi saat aku pergi , mereka bertiga ada di ruang keluarga . Sekarang sudah pindah ke kamar . Kubiarkan mereka tertidur . Setelah mencium gemas kedua nya , aku beranjak ke dapur untuk menyiapkan makan siang .
" Emmm" Aku mendesah saat kurasa ada yang menyentuh telingaku . Aku berbalik badan dan mendapati Mas Ilham yang tersenyum nakal padaku .
" Hey Sayang !" Ku dorong pelan tubuhnya . Ku sentil gemas hidung mancung nya .
" Apaan Sih ?" Ia memberengut manja . Ia masih ingin melanjutkan ciumannya . Aku mendorong bibir nya menjauh .
" Nanti ada yang liat Sayang . Kita bukan cuma berdua loh " Bisikku lembut di telinganya .
Huh ! Ia mendengus sebal . Ia layangkan ciuman kilat di pipi kanan kiriku . Aku pun membalikkan badan untuk melanjutkan pekerjaan ku . Dengan posisi Mas Ilham masih stay dibelakang dengan tangannya yang melingkar di pinggangku .
Jika sudah begini , jujur saja aku jadi gak fokus masak . Aku tersenyum sembari mengusap puncak kepalanya .
__ADS_1
" Sayang !" Panggilnya .
" Hm " Gumam ku yang masih asik memotong sayur .
" Kamu itu ke pasar belanja apa sih lama banget tadi ?" Tanya nya .
" Ya belanja semua keperluan Sayang . Kenapa Mas ? Anak anak ngerepotin Kamu ya Sayang ?" Tanya ku khawatir . Bukan apa , aku hanya kasian jika dia kerepotan . Sebab aku pun tau , dia selalu capek bekerja . Jadi aku tak ingin membuatnya capek . Walau aku tau Ia begitu senang jika bersama anak anak .
" Enggak Sayang . Mereka kan baik banget . " Senyum nya .
" Nyonya " Suara Mbak Anna mengejutkan kami dan membuat Mas Ilham spontam melepaskan pelukannya .
" Eh Iya Mbak ada Apa ?" Aku jadi tak enak karna Mbak Anna melihat kami berdua walaupun Ia tak mengatakan apa pun .
" Nona dan Tuan Muda Kecil sudah bangun " Katanya menjelaskan . Mbak Anna memang baru saja membersihkan kamar . Si kecil tak nangis jika bangun tidur , jadi Kami tak tau jika mereka sudah bangun .
Aku melirik Mas Ilham Sembari tersenyum menggoda ke arahnya .
" Tolong ya Sayang " Pintaku manja .
" Siap Sayang ku " Ia langsung berlari kecil untuk melihat buah hati kami .
☆☆☆☆☆
__ADS_1