
Zahra mencari buku di ruang kerja Ilham untuk dibacanya . Saat Ia menarik buku tersebut tiba tiba ada secarik kertas yang jatuh dari himpitan buku buku itu .
Zahra memungut nya dan saat Ia ingin menyimpannya tiba tiba Ia penasaran isi dari kertas itu . Perlahan dibukanya dan betapa terkejutnya Zahra setelah tau isinya .
Itu adalah hasil pemeriksaan kesehatan kala itu . Bukannya suaminya yang tak sehat ? Kenapa disini justru dia lah yang bermasalah ?
Tanpa sepengetahuan Ilham , Zahra pergi ke rumah sakit untuk mengetahui hasil sebenarnya .
"Dok saya ingin Dokter jujur sama saya . "
" Ada apa ini buk ? " tanya dokter Rina bingung .
" Sebenarnya yang bermasalah itu saya atau suami saya Dok ?" Zahra ingin meminta penjelasan Dokter mengenai hal ini .
Dokter Rina menghela nafas panjang . Ia sudah berjanji pada Ilham untuk tidak membocorkannya . Tapi bagaimana ini jika istrinya udah datang dan bertanya padanya ?
Hening sekian lama sampai akhirnya Dokter Rina membuka suaranya .
" Sebenarnya ... "
" Ada apa dok ? Jelasin sama saya dok " Pinta Zahra dengan wajah memelas .
" Pak Ilham yang menyuruh saya untuk memalsukan hasilnya . Sebenarnya memang andalah yang bermasalah . Tapi suami anda meminta saya untuk merahasiakannya . Dia begitu sangat mencintai Anda . Dia bilang sama saya , Anda akan hancur jika tau hasil yang sebenarnya . Dia tak ingin melihat anda menangis karna itulah kelemahannya . Jadi Ia melakukan hal ini . " Jelas Dokter Rina panjang lebar .
Zahra menangis . Ia tak mampu berkata . Ia beranjak dan meninggalkan ruang praktek dokter Rina dan masuk ke mobilnya .
" Ke kantor Mas Ilham Pak . "Perintah Zahra pada supirnya . Memang setelah kecelakaan itu , Ilham tak mengizinkan Zahra membawa mobil sendiri .
__ADS_1
" Anda baik baik saja nyonya ? " Pak Udin khawatir karna melihat majikannya sesenggukan .
" Saya gak apa apa Pak . Cepatlah pak . " Zahra sudah tak sabar ingin meminta penjelasan pada Ilham tentang hal ini .
Zahra buru buru masuk ke kantor Ilham . Ia langsung melewati para pegawai yang menatapnya penasaran . Sampainya di atas ternyata Ilham tak ada di ruangannya . Ia sedang meeting .
Zahra menunggu dengan gusar di ruangan Ilham . Saat Dimas masuk ke ruangam Ilham Ia kaget melihat Zahra disana dengan mata sembab .
" Loh Ra kok disini ? " Tegur Dimas .
Zahra menoleh
" Iya Mas Dimas tolong ya Mas Ilham suruh nemuin saya . Soalnya ada hal yang penting banget . "
Dimas menyerahkan dokumen seraya membisikkan Ilham bahwa Zahra ada diruangannya .
" Iya . Katanya ada sesuatu hal penting yang mau dia omongin sama Loe "
Ilham pun memohon undur diri dan menyerahkan kepercayaan pada Dimas untuk mengatasi urusan kali ini .
Ilham langsung menuju ruangannya dan benar saja , Zahra ada disana .
Saat melihat Ilham Zahra langsung berdiri dan menghadangnya .
Ilham mencium pipi Zahra sekilas dan tersenyum menggoda .
" Apa maksudnya ini mas ? Kamu bohongin aku ! " Zahra melemparkan kertas ke hadapan Ilham .
__ADS_1
Ilham mengamatinya dan ia kaget karna akhirnya Zahra mengetahui semuanya . Zahra menangis sedih sambil memukul mukul dada Ilham dengan tangan mungilnya .
" Aku gak bisa kasih Mas keturunan . Kenapa Mas gak jujur dari awal ?" Ilham begitu tak tahan melihat tangisan wanita yang sangat dicintainya . Ia tangkap tangan Zahra yang terus berusaha memukul dadanya . Ia dekap erat tubuh istrinya . dikecup keningnya untuk memberi kekuatan pada Zahra .
" Sayang jangan nangis gini . Mas gak sanggup ngeliatnya . " Ilham coba menenangkan Zahra . Tapi Zahra makin terisak .
" Aku mencintai kamu dengan tulus sayang . Mau seperti apapun kamu , aku akan tetap mencintai kamu . Jadi jangan pernah khawatirkan itu sayang . Kamu segalanya untukku . " Zahra menatap Ilham nanar . Ia bersyukur mendapat suami yang begitu mencintainya dan mau terima apapun kekurangannya .
Ilham menuntun Zahra untuk duduk di sofa . Masih ia dekap lembut .
" Pasti orang tua kamu bakal kecewa sana aku mas . Papa sama Mama uda sering minta cucu . sementara aku gak akan bisa memberi keturunan untuk keluarga kamu " Zahra kembali menyalahkan dirinya .
" Itu gak masalah sayang . Yang paling penting itu adalah aku mencintaimu dengan amat sangat . Apapun yang terjadi walau dunia menentang sekalipun aku gak peduli asalkan kamu tetap di samping aku untuk selalu jadi penyemangat aku . Jangan pernah merendah lagi . Bagiku Istriku adalah wanita yang paling sempurna " Iham ingin Zahra melupakan kesedihannya . Zahra tersenyum penuh arti .
" Makasih kaena uda mencintai aku dengan begitu tulus Mas " Kini Zahra lebih dulu mengecup lembut bibir Ilham . Mereka kini saling melumat satu sama lain . Sesekali memainkan lidah tatkala pintu terbuka dan muncul Dimas disana .
"Wah kalian memangnya gak bisa melakukannya dirumah ?? Keterlaluan " omel Dimas . Zahra yang malu memalingkan wajahnya .
" Makanya cari pacar Dim . Gak laku laku kamu " Ejek Ilham . Dimas pun keluar dengan mulut bergumam kesal .
Zahra dan Ilham pun tertawa senang dan kembali merengkuh .
" Aku mencintaimu Mas "
" Aku juga mencintaimu sayang "
# BERSAMBUNG
__ADS_1
jangan lupa like dan comentnya .