
Zahra begitu menderita setelah kematian Reza . Pernikahannya gagal . Bahkan ia begitu terpuruk karna insiden itu . Keadaan Zahra sangat mengenaskan . Ia tidak mau keluar kamar . Ia selalu menangisi foto Reza .
" Kenapa kamu ninggalin aku Za ? Mana janji kamu untuk selalau ada buat aku ? Kamu udah janaji bakal nikahinvaku . Kenapa kamu pergi Za ? " Zahra menekukkan lututnya dan memurukkan wajahnya disana .
Foto foto kenangan mereka masih tertempel di meja belajar Zahra . Zahra menanagis sesenggukan .
" Zahra sayang ! Buka pintunya sayang ! Zahra makan ya nak !" Aris dan Susanti selalu membujuk Zahra untuk keluar . Tapi sia sia semuanya .
Zahra memandang keluar jendela kamarnya yang terbuka . Pandangannya kosong . Saat ini Ia hanya berharap ada seseorang yang datang padanya dan mengabarkan bahwa Reza masih hidup dan pernikahannya akan kembali dilanjutkan .
" Argh !" Zahra membenamkan kepalanya ke bantal . Beban ini sangat menyiksanya . Ia kehilangan salah satu orag yang sangat mencintainya . Oh Tuhan ! Tangisan itu tak kunjung berhenti . Zahra tau , Reza tak akan membiarkan Zahra menangisi kepergiannya seperti ini . Tapi dengan begini ia ingin Reza tau bahwa Dia sangat mencintainya dan begitu tak berdaya karna kehilangannya . Akhirnya Zahra lelah dan tertidur dalam tangisnya .
~ ~ ~
__ADS_1
Setelah sekian lama , Zahra pun mampu bangkit lagi . Ia sadar bahwa tidak ada gunanya selalu meratapi kepergian seseorang yang begitu sangat dia sayangi karna ia ia tau seperti apa pun ia bersedih bahkan sampai ia menangis darah pun , Reza tidak akan kembali lagi di hidupnya . Zahra masih punya banyak mimpi , untuk dirinya dan orang orang yang begitu sangat memcintainya . Lagipula Ia tak menginginkan bila Reza tidak tenang disana . Ia ingin Reza melihatnya bangkit lagi dan tak terpuruk .
Kini Zahra yang ceria itu sudah kembali lagi . Kedua orang tuanya bahagia mendapatkan keceriaan putrinya kembali . Zahra sudah mau keluar rumah dan nersenda gurau lagi dengan orang tua dan sahabatnya . Ia ingin meninggalkan kenangan masa lalunya yang menyakitkan dan mulai menata masa depan . Walaupun kenginan untum menjalin hubungan baru tak pernah ada .
" Ra , Loe tau gak ada cafe baru loh . kita harus kesana ya " Ajak Nadya . Ia begitu senang karna Zahra sudah ceria seperti dulu lagi .
Mereka pun pergi untuk merayakan kembalinya Zahra . Kembali dalam artian Zahra yang ceria dan aktif .
" Ra , Lor tau . Si Ando brengsek itu nyelingkuhim Gue . Ujar Nadya di tengah tengah santapannya .
" Setelah Gue kasih tamparan berkali kali baru gue putusin . Dih , biar ke neraka aja cowok brengsek kayak si Ando itu . " Ucapan Nadya penuh dengan kebencian . Pasalnya , Ia sudah cukup lama menjalin hubungan dengan Ando tapi malah diselingkuhi .
" Maafin Gue ya Mad , Gue malah gak ada saat Loe lagi butuh . Sahabt macam apa Gue ini ? " Zahra menyalahkan dirinya karna tak tau masalah sahabatnya dan hanya berfikir bahwa dia sworang yang punya masalah .
__ADS_1
" Uda ah . Gue gak apa apa kok . Happy . " Nadya menggenggam tangan Zahra lembut .
~ ~ ~
Dua tahun sudah kepergian Reza , tapi Zahra belum juga move on . Dia memang sudah melupakan kesedihannya , tapi untuk memulai hubungan baru dengan orang yang baru lagi jujur Zahra belum siap . Ia masih trauma . Baginya mencari seseorang yanag pengertian seperti Reza itu sulit . Walaupun Ia tau semua orang tidaklah sama .
Karna khawatir , orang tuanya pjn menjodohkannya dengan anak dari sahabat masa kecilnya . Seorang pemuda yang tampan dan berpendidikan dan tentunya sudahlah mapan . Zahra tidak mampu menolak . Karna Ia tau apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya adalah untuk semata mata demi kebahagiaannya . Baginya kebahagiaan orang tuanya adalah kebahagiaannya .
" Sayang , Hari ini keluarga Om Hastomo datang . Kamu harus siap siap ya ! " Ucap Mamanya lembut seraya mengusap pucuk kepala Zahra .
" Mama percaya sama Zahra Nak " Ia kecup lembut puncak kepala putrinya lalu meninggalkan kamar .
Zahra bergegas karna ia tak mau mengecewakan kedua orang tuanya . Ia berdandan sangat anggun .
__ADS_1
#BERSAMBUNG
ikuti terus kelanjutannya ya kakak .