
Saat Zahra sedang memasak sesuatu di dapur tiba tiba ada yang menarik badannya . Ternyata adalah Ilham . Ilham langsung mengangkat dagu Zahra dan melumat bibirnya penuh nafsu . Zahra semula ingin menolak tapi Ilham tak mau melepaskan bibirnya . Zahra akhirnya membalasnya dengan mengalungkan tangannya di leher Ilham .
Ilham yang mencium Zahra dengan begitu bernafsu sampai membuat Zahra tak bisa bernafas . Sekuat mungkin Zahra mendorong tubuh Ilham agar menjauh darinya .
"Huft . Kamu mau buat aku mati kehabisan nafas ? " Ucap Zahra panik dan menghembuskan nafasnya .
Ilham tak mengatakan apapun . Ia hanya menatap Zahra lekat . Zahra membalikkan badannya dan melanjutkan memasak . Ilham kembali menarik Zahra dan kali ini ia angkat Zahra ke kamar layaknya anak kecil .
" Lepasin aku . Kamu mau ngpain sih ?" Zahra berontak dalam gendongan Ilham .
Ilham melemparkannya ke atas ranjang dan kini Ilham menindih tubuh Zahra . Ia lumat lagi bibir Zahra dan berlanjut ke lehernya .
" Mas . Kamu jangan kayak gini . Berhenti Mas " Zahra mengerang . Jujur , Ia tak suka Ilham memaksanya seperti ini .
__ADS_1
" Berhenti aku bilang Mas . " Zahra mulai menangis . Ilham menyakitinya . Andai Zahra tak ingin pun kalau Ilham memintanya baik baik pasti Zahra akan memberinya .
Benar saja , tangisan Zahra menghentikan Ilham . Ilham langsung duduk dan merutuki dirinya sendiri .
" Maaf " Hanya itu kata yang keluar dari bibir Ilham . Zahra bangkit dan duduk di samping Ilham . Digenggamnya tangan Ilham lembut . Ia tatap mata lelaki terkasihnya .
" Maafin aku Sayang . Kamu gak boleh mengabaikan aku kayak gini . " Ilham tampak begitu sedih . Memang Zahra sama sekali belum bicara kepada Ilham . Ia masih mengabaikan Ilham dan tak peduli padanya . Hati Zahra trenyuh melihat lelaki yang biasanya selalu ceria kini murung akibat menyesali perbuatannya .
" Aku udah maafin kamu Mas " Hanya satu kalimat saja tapi mampu mengubah mimik wajah Ilham . Ia langsung merengkuh tubuh Istrinya dan mendaratkan ciuman bertubi tubi di wajah sang Istri . Zahra kelabakan menghadapinya .
Ilham mengangkat wajah Zahra . Ia tatap mata itu dalam dalam .
" Aku minta maaf sayang atas kekeliruan aku selama ini . Aku memang bodoh karna begitu mudahnya dengerin omongan Mama . Aku khilaf karna uda bertunangan sama wanita lain sementara aku gak sadar kalo aku udah bener bener nyakitin hati istriku . Mama mencuci fikiranku dan memanfaatkan kondisinya untuk menjebak aku . Tapi kamu harus tau , aku begitu menyesali semuanya . Maukah kamu memaafkan aku ? " Ilham mengeluarkan semua isi hatinya pada Zahra .
__ADS_1
" Aku bener bener uda mengakhiri pertunangan ku dengan Vany . Aku gadak hubungan apa apa lagi sama Dia . Aku sangat mencintai kamu sayang . Aku gak bisa hidup tanpa kamu . " Ilham menelan ludahnya sejenak dan melanjutkan .
" Kamu boleh hukum aku , Kamu boleh pukul aku sepuas kamu tapi aku mohon sama kamu jangan pernah tinggalin aku . Jangan pernah benci sama aku . Tolong jangan abaikan aku lagi . Aku gak sanggup kalo kamu terus nyuekin aku dan gak peduli sama aku . Itu bisa membunuh aku perlahan lahan . Aku mohon sayang . Maafin aku . Jangan siksa aku dengan menjauhiku seperti ini . " Zahra tergegun menyaksikan pemandangan di depannya . Lelakinya yang begitu kuat kini meneteskan air matanya . Iya Ilham menangis .
Zahra menarik Ilham ke dalam pelukannya . Ia menangis disana . Ia tatap wajah suaminya dan dikecupnya perlahan pelipisnya .
"Aku uda maafin kamu Mas . Aku juga minta maaf karna aku gwk bisa jadi istri yang sempurna buat kamu . Aku gak bisa kasih kamu keturunan . Aku gak berguna Mas . " Zahra memukul dada Ilham . Ilham menghentukannya dan kembali memeluk Zahra .
" Kamu istriku yang paling hebat . Kamu tau betapa beruntungnya aku karna bisa memiliki kamu . Aku gk keberatan kalo kota gak punya anak , yang penting kamu tetap sama aku ."
" Aku mencintaimu Mas "
" Aku juga mencintaimu sayang . Sangat , Sangat , dan sangat mencintaimu "
__ADS_1
# BERSAMBUNG
tinggalkan like dan coment . terimakasih