
Zahra mondar mandir tak tenang sedari tadi karna sampai jam 10 malam Ilham tak kunjung pulang . Bahkan kabarnya pun tak ada . Dari tadi Zahra coba menghubungi ponsel Ilham tapi selalu di luar jangkauan .
Ada apa dengan Ilham ini ? Biasanya Ia tak pernah lupa memberi kabar pada Zahra . Tapi kenapa kali ini ia lupa ?
Ah iya . Dimas . Zahra mencari nomor Dimas dan langsung menghubunginya .
" Halo Assalamualaikum Mas Dimas !"
" Waalaikumsalam . Eh ada apa Zahra ? " Tanya Dimas .
" Apa kamu lagi sama Mas Ilham , Mas ? Soalnya Dia belum pulang dan sama sekali gak ngasih kabar dari tadi . Ponselnya juga gak aktif Mas . "
" Loh Dia gak ada nelfon Kamu Ra ? Tadi siang itu Dia di telfon sama Tante katanya ada hal penting jadi Dia langsung kesana . Aku gak bilang sama kamu karna aku kira dia uda ngasih kabar . "
" Oh gitu ya Mas . Kamu tau gak ada urusan apa Mas ? " Tanya Zahra penasaran .
" Wah aku gak tau Ra . " Dimas tak memberitahu Zahra soal ancaman mamanya tadi agar Zahra tak khawatir . Dimas sudah tau masalah yang terjadi diantara mereka . Karna antara Ilham dan Dimas sudah tak ada lagi rahasia .
" Oh yauda makasih ya Mas Dimas atas informasinya . Assalamualaikum . " Zahra pun menutup hubungan telponnya dengan Dimas .
" Mas Ilham ada urusan apa ya kesana ? Kok dia gak ngajakin aku ya ? " Zahra merasa heran . Ia masih tetap menunggu Ilham . Siapa tau nanti Ilham pulang tengah malam .
~ ~ ~
Ilham masih menunggu Mamanya bicara . Dari tadi katanya ingin bicara tapi masih saja diam .
" Ilham , Kamu tau kan gimana sayang nya Mama sama kamu . Mama cuma ingin melihat kamu bahagia . Apa mama salah ? "
" Ma ! ya gak salah dong . Ilham juga sayang banget loh sama Mama . " ungkap Ilham terdengar sangat tulus .
__ADS_1
" Kamu mau kan nurutin omongan Mama !" Ilham mengangguk .
" Mama ingin punya Cucu . Mama gak ingin nanti kalo mama meninggal mama belum bisa gendong anak kamu . "
" Mama ngomong apaan sih Ma ? "
" Ilham ! Kamu janji ya turutin permintaan Mama . "
" Asal bukan macem macem pasti Ilham turutin kok Ma . "
" Vany gadis baik Nak . Dia cantik dan yang pasti dia sehat . Mama udah cerita sama keluarganya tentang masalah kamu dan mereka bersedia membantu ." Ilham merasa ada yang aneh dengan ucapan Mamanya .
" Maksud Mama ngebantu gimana Ma ? " Tanya Ilham penasaran bantuan apa yang ditawarkan oleh keluarga Santoso atas masalahnya .
" Kamu harus ..." Erna menggantung kalimatnya .
" Harus apa Ma ? " Tanya Ilham .
" Mama! " Ilham meninggikan suaranya dan bangkit berdiri .
" Ini demi kebaikan kamu sayang . Juga demi keluarga kita . " tambah Mamanya lagi .
" Denger ya Ma . Ilham kasih tau sama Mama , apapun yang terjadi Ilham gak akan mau menceraikan Zahra . Mau Zahra mandul atau apapun itu , Ilham tetep akan mempertahankan rumah tangga Ilham sama Zahra Ma . " Ilham sangat kecewa atas apa yang sudah dikatakan Mamanya .
" Tapi Ilham ... " Ilham langsung memotong ucapan Mamanya .
" Dulu Mama dan Papa maksa Ilham buat menikah sama Zahra yang sama sekali gak Ilham cintai bahkan Ilham sama sekali gak kenal . Sekarang Mama maksa Ilham buat ninggalin Zahra disaat Ilham udah bener bener sayang sama Zahra . Maksud Mama itu apa ? " Ilham kembali membentak Mamanya sehingga Mamanya terduduk syok mendengar bentakan Ilham .
Erna memegangi dadanya yang terasa sakit . Dia menangis mendapat perlakuan kasar dari Ilham .
__ADS_1
Dela yang mendengar keributan antara kakak dan Mamanya segera turun dan Ia kaget memdapati ibunya kesakitan dan memegang dadanya .
" Mas Ilham lihat Mama . " Ilham awalnya tak peduli , tapi saat Mamanya pingsan Ia khawatir juga dan membawa Mamanya ke kamar .
" Cepat telpon dokter Del . " Perintah Ilham .
" Iya Mas . Dela beranjak untuk segera menelpon dokter pribadi mereka . Mereka berdua kini kebingungan karna memang saat ini Hastomo sedang ada dinas luar kota .
~ ~ ~
Ilham menggenggam tangan Mamanya . Orang yang sangat berjasa dihidupnya . Yang telah melahirkan dan merawatnya . Dokter bilang Mamanya terkena penyakit jantung ringan . Ilham sangat khawatir .
Ia pandang wajah pias itu . Wanita paruh baya yang selalu melakukan apapun untuk kebahagiaannya . Ilham menyesal karna sudah tega membentaknya sampai membuatnya sakit seperti ini .
" Jangan buat Mama Kamu stres Nak . Selama itu baik untuk kesehatannya , cobalah ikuti apa kemauannya . Sebelum kamu menyesal . " itu Ucapan Dokter Ridwan .
Kini Ilham termenung . Antara Mamanya atau Istrinya . Mamanya yang sangat mencintainya dan sangat berarti untuknya . Di sisi lain ada Istrinya yang begitu sangat membutuhkan dukungannya . Hampir pecah Kepalanya memikirkan hal ini .
Tanpa sadar ia tertidur di samping ranjang ibunya . Dan Ia terbangun saat tangan keriput ibunya menyentuh wajahnya . Ilham membuka matanya .
" Mama uda sadar ? Maafin Ilham Ma . " Ilham merasa sangat bersalah pada Mamanya . Ia ciumi punggung tangan Mamanya .
Mamanya tersenyum sangat lembut . Ia tau putranya adalah seorang yang sangat penyayang .
" Mama mau apa Ma ? "
" Mama cuma mau kamu menikah sama Vany , Ham . Apa kamu setuju ? " Ilham berfikir sejenak dan tanpa sadar ia menganggukkan kepalanya .
# BERSAMBUNG
__ADS_1
like dan coment ya