
Yuri dan Vany bukan ingin lagi mendapatkan Ilham . Yang ada di hati mereka berdua hanyalah balas dendam dan ingin sangat untuk menghancurkan hubungan Ilham dan Zahra sampai benar benar hancur .
Dan Yuri menjadikan Vany sebagai pionnya . Ia yang memainkan dan mengendalikan Vany untuk menghancurkan Ilham dan Zahra .
Tok Tok Tok! Vany mengetuk pintu ruangan Ilham . Ia membawa bekal makan siang untuk Ilham .
" Masuk " Vany pun masuk dan langsung menyapa Ilham manis .
" Mas Ilham! Vany bawain makan siang " Ucapnya dengan mulut manisnya .
Ilham langsung berdiri . Sungguh tak Ia sangka Vany membawakannya makan siang .
" Loh Van Kok " Ia sampai melongo tak percaya . Kalau sampai Zahra memergokinya berdua dengan Vany , ntah apa yang akan di lakukan oleh istri tercinta nya itu .
" Vany uda capek masakin buat Mas Ilham loh " Desahnya manja .
" Tapi aku uda makan Van . " Sahut Ilham berbohong .
" Ya sayang banget dong bekalnya Mas " Cemberutnya .
Zahra membuka pintu ruangan Ilham dan mendapati suaminya sedang bersama dengan seorang gadis . Dulu saat Ia memergoki Ilham dan Yuri , Ia langsung menangis dan berlari . Kali ini Ia memilih masuk untuk tau hal apa yang terjadi .
__ADS_1
" Ini apa apaan Mas ?" Tanya nya dengan pandangan mata tajam . Ilham sampai kelabakan melihat pandangan mata istrinya yang sepertinya tak bisa di ajak bersahabat .
" Ini gak seperti yang kamu bayangin sayang " Ilham coba menenangkan Zahra yang terlihat emosi .
Kini Zahra menatap tajam ke arah Vany . Ia ingat Dia adalah gadis yang pernah hampir merenggut suami nya .
" Kamu ada apa nemuin Mas Ilham ? Kamu tau kan Dia ini uda punya Istri ? Memangnya gak ada kerjaan lain selain gangguin suami orang ?" hujat nya sarkatis .
" Maaf Mbak . Saya cuma mau ngantar makan siang untuk Mas Ilham " Ucapnya sok sedih . Padahal Ia senang menyaksikan pertengkaran Ilham dengan Zahra .
Zahra mengambil bekal yang ada di atas meja kerja Ilham . Ia langsung membanting nya tepat di hadapan Vany . Vany sampai kaget dan mundur beberapa langkah ke belakang .
" Suami saya gak butuh makan siang dari perempuan lain . Saya Istrinya masih sanggup untuk memasakkan suami saya sendiri . Jadi gak butuh orang seperti kamu untuk memberinya makan " Zahra selalu jijik melihat gadis ini yang selalu ingin merebut Ilham darinya . Benci dan sangat benci .
Zahra memegangi perutnya yang tiba tiba terasa kram . Ilham langsung menghampirinya dan membawanya duduk . Ia mengambil segelas air putih untuk Zahra .
" Minum Sayang " Di sodorkannya gelas berisi air dan Zahra langsung meneguknya setengah .
" Kamu gak apa apa Sayang ?" Tanya Ilham khawatir . Zahra langsung melengos . Ia menepis kasar tangan Ilham . Ia kecewa karna ini menjadi kali kedua Ia memergoki Ilham berduaan dengan seorang gadis di ruang kerjanya .
" Kamu kenapa si Mas ? Apa belum cukup punya satu Istri sampai kamu harus kegatelan sama cewek cewek itu ? Kamu kan tau aku sangat benci sama gadis yang deketin suami ku " Semprotnya kasar .
__ADS_1
" Maaf Sayang . Aku juga gak tau kenapa Vany tiba tiba datang dan anterin makan siang buat aku " Jelasnya dengan masih bersikap lembut .
" Sejak kapan hubungan kalian jadi sebaik ini ?" Ia menatap manik mata Ilham .
" Sejak aku nolongin dia dari kejaran preman "
" Kapan ?"
" Malam saat kamu menginap di rumah Mama "
" Saat kamu gak angkat telpon aku berkali kali ternyata kamu lagi sama Dia ?" Zahra membulatkan matanya sempurna mendengar perkataan Ilham . Ia malas menyebutkan nama Vany .
" Maaf sayang . Aku terpaksa bohong . Aku gak mau buat kamu kefikiran . Maaf ya sayang !" Ucapnya terdengar tulus . Ia genggam erat tangan Istrinya .
Zahra menatap lekat Ilham . Ia menemukan kejujuran di sana . Ia menyesal karna berprasangka buruk pada suaminya . Padahal Ia tau Ilham sangat mencintainya dan tak akan mengkhianatinya .
" Maaf Mas " Ucapnya tertunduk lesu . Ilham mengangkat dagu Zahra dan mencium bibirnya lembut . Ia rengkuh tubuh gadis tersayang nya dengan perasaan yang amat dalam .
" Aku sangat mencintai mu Sayang . Jangan pernah berfikir seperti itu karna aku gak akan mungkin khianatin Kamu " Jelasnya . Zahra merasakan kedamaian dan kehangatan di dalam pelukan Ilham .
" Aku tau Itu Mas . Maafkan Aku . " batinnya . Ia semakin dalam memeluk Ilham .
__ADS_1
~ ~ ~