
Ilham masih sibuk mengurus soal penjualan rumah nya . Karna Zahra tak mau lagi pulang kesana , Ilham harus menjualnya . Setidak nya Ia pun ingin mengubur kenangan pahit itu .
Kring ! Telepon yang ada di atas meja kerja Ilham berdering . Ia angkat teleponnya dan di dekatkannya di telinga kanan nya .
" Halo . Selamat Siang Pak Ilham !" Sapa seseorang di seberang sana .
" Selamat siang . Ini dengan siapa ?"
" Kami dari kepolisian Pak "
" Ada apa Pak ?"
" Bisakah bapak ke kantor sekarang ?"
" Eh iya baik Pak . Saya segera kesana !" Ilham bertanya tanya . Ada apa sampai Ia di panggil ke kantor polisi .
Setelah menempuh waktu 15 menit , tibalah Ilham di kantor polisi .
" Siang Pak " Ilham menjabat tangan kepala polisi .
" Duduk Pak Ilham . " Ilham duduk di hadapannya .
__ADS_1
" Begini Pak . Jenazah Vany dan Yuri sudah di ambil oleh keluarga nya pagi tadi . " Ilham tersentak .
" Jenazah ? Maksudnya apa Pak ?" Tanya Ilham .
" Maaf sebelumnya Pak . Kami sudah coba menghubungi Anda berkali kali tapi tidak pernah tersambung . Vany dan Yuri tewas Pak . Yuri tewas setelah di aniaya oleh wanita satu selnya . Sedangkan Vany , Dia tewas karna meminum cairan pembersih ." Ilham langsung terduduk lemas .
" Ya Allah . Semua nya sudah berakhir . Mungkin ini jalan terbaik ya Allah . " Ilham menangkupkan tangan di wajah nya .
" Sementara Fandy baik baik saja jadi dia akan tetap menjalani hukumannya . " Jelasnya .
Ilham meminta undur diri . Ia langsung beranjak untuk mengucapkan turut berduka bagi keluarga Vany dan Yuri .
Ia mulai dengan ke rumah Vany . Disana tampak duka yang sangat mendalam . Sulastri tak henti henti nya menangis karna kehilangan putri semata wayang nya .
" Yang Ikhlas Om . Semoga Vany tenang disana . Dibukakan pintu maaf sebesar besar nya . " Ia menenangkan Santoso .
" Om atas nama Vany minta maaf yang sebesar besar nya Ilham . Tolong maafkan kesalahannya . " Rintih nya .
" Ilham sudah maafkan Om . " Ilham beranjak berdiri setelah memberikan sedikit kekuatan pada keluarga yang begitu rapuh ini .
Ilham pun melakukan hal yang sama saat Ia berada di rumah Yuri . Ilham memang pergi sendiri untuk melayat . Ia sengaja tidak memberitahukannya pada Zahra .
__ADS_1
Setelah kejadian ini , Sumpah Ia telah memaafkan Vany dan Yuri atas semuanya . Biarlah Allah yang akan memberi hukuman pada mereka berdua .
~☆~☆~☆~
Pindah rumah baru lagi . Mereka berharap dapat menemukan kebahagiaan di tempat tinggal yang baru ini .
Kini Ilham sudah mempekerjakan dua orang pelayan , 2 orang satpam , 2 orang bodyguard dan seorang supir . Ia tak ingin kejadian yang sama terulang kembali . Jadi Dia kali ini benar benar sangat mengutamakan keselamatan Zahra .
" Insya Allah ini awal yang baik lagi untuk kita Sayang " Saat hendak tidur , Ilham memeluk tubuh Zahra .
" Amin ya Allah !" Harapnya .
" Semoga Allah segera memberi kita hadiah terindah Mas . Aku janji Aku akan menjaganya dengan sepenuh jiwa ku jika Allah mempercayakan lagi padaku . "
" Terus berdoa dan berusaha Sayang . Insya Allah "
" Aku ingin rumah kita di penuhi oleh suara tawa dan nangis anak kita Mas . Ya Allah aku sangat ingin " Dipejamkan matanya . Ia ingin memiliki keluarga kecil yang damai dan penuh dengan cinta .
" Iya Sayang " dicium nya kening Zahra .
" Aku mencintamu Mas !"
__ADS_1
" Aku lebih mencintaimu Sayang " Dan seiring beranjak nya malam tubuh mereka telah menyatu . Karna ucapan tak lagi di butuhkan . Hanya suara hewan malam yang terdengar .
☆☆☆☆☆