AKU KAU DAN KITA

AKU KAU DAN KITA
iEPISODE 22


__ADS_3

Zahra benar benar tak habis pikir pada Ilham . Bagaimana bisa Dia pergi tanpa memberi kabar . Bahkan sudah seminggu Dia tak pulang . Entah apa maksud Ilham memperlakukannya seperti ini . Zahra jadi kesal sendiri .


Zahra mendatangi rumah Dimas untuk mengkonfirmasi tentang Ilham .


" Loh Zahra . Masuk Ra . " Sapa Dimas ramah pada Istri sahabatnya . Zahra pun masuk dan duduk di sofa ruang tamu Dimas . Dimas tinggal sendiri di rumah nya yang besar ini .


" Ada apa ya Ra ? " Dimas ikut menghenyakkan pantatnya di sofa seberang Zahra .


" Zahra mau tanyak soal Mas Ilham . " Zahra merasa lidahnya keluh . Matanya tiba tiba terasa perih . Ia ingin menangis .


" Apa Mas Ilham ada hubungi Mas Dimas ? " Tanya Zahra dengan mata berkaca kaca .


" Ilham memang kemaren ada nelfon aku . Dia nyuruh aku jaga kamu . Dia kayak khawatir si Ra . Tapi dia buru buru amat nelfonnya . "


" Kenapa dia sempat nelfon Mas Dimas tapi gak bisa ngasih kabar ke aku . Maksudnya Dia itu kayak gimana si Mas ? " Zahra tak dapat lagi menahan air matanya . Air matanya mengalir bak air sungai yang deras .


" Aku juga gak tau apa yang terjadi Ra . Soalnya setiap aku tanyak dia gak pernah mau jawab . Sebenarnya aku juga khawatir si Ra . Cuma ya mau gimana ? "


" Aku mau langsung ke rumah Mama aja deh Mas . Aku gak bisa kayak gini nunggu kabar dia yang gak jelas sama sekali . "

__ADS_1


"Eh jangan deh Ra . Ilham nanti Marah " Dimas mencoba mencegah kepergian Zahra namun Zahra tetapi bersikeras ingin menemui Ilham .


" Biar Aku memperjelas semuanya Mas . Aku juga khawatir sama keadaan Mas Ilham . " Zahra berlari munuju mobilnya dan memerintahkan supirnya untuk melajukan mobilnya ke rumah orang tua Ilham .


~ ~ ~


Zahra yang tiba di depan rumah keluarga besar Kertanegara heran karna sepertinya di rumah mertuanya itu sedang ada pesta . Ia pun masuk semakin dalam dan melihat sebuah papan bunga yang bertuliskan " Happy Engagement untuk Ilham Danu Kertanegara dan Vany Ariska " .


Deg!


Jantung Zahra seakan akan berhenti berdetak . Langit seakan akan runtuh saat itu . Zahra melihat dengan mata kepalanya sendiri Ilham , Suaminya sedang ada di tengah tengah kerumunan orang . Ia sudah memasangkan cincin ke jari manis seorang gadis yang Zahra sendiri pun tak mengenalinya .


Zahra langsung menangis dan meraung menyaksikannya . Ia menabrak kerumunan tamu tamu hingga Ia sampai di depan Ilham dan Vany .


Semua orang melihat ke arah Zahra . Mereka menerka siapa wanita ini . Tapi ada juga diantaranya yang mengetahui bahwa dialah Istri dari Ilham .


Erna berjalan ke arah Zahra dan menarik gadis itu menjauh .


" Apa apaan Kamu Zahra ? " Tanyanya tak senang .

__ADS_1


" Ini yang apa apaan Ma . Apa maksudnya semua ini ? Aku ini masih Istri sah Mas Ilham Ma . " Zahra tak dapat memahan amarahnya .


Acara langsung terhenti . Semua tamu sibuk berbisik . Sementara keluarga Vany mendekati dimana Erna dan Zahra betengkar .


" Apa apaan ini ? Untung saja acara pertunangannya sudah berlangsung . Siapa sebenarnya wanita ini ? " Tanya Santoso kepada Hastomo dan Erna .


" Dia ini mantan Istrinya Ilham itu Mas . " Itu yang terlontar dari mulut Erna . Ia memang mengatakan pada keluarga Santoso bahwa Ilham sudah bercerai dengan Zahra makanya pertunangan ini bisa berlangsung .


" Heh Mbak . Mbak ini kan uda jadi mantan istrinya Mas Ilham jadi kenapa harus buat keributan di hari bahagia kami ? Saya ini calon istrinya loh . Dan saya tidak berkenan atas apa yang sudah mbak lakukan di acara saya . " Zahra mendekat ke arah Ilham . Ia tarik tangannya kasar .


" Mas jelaskan sama aku apa maksud semua ini Mas ? Apa maksudnya ? Aku ini masih istri sah kamu Mas . " Zahra menangis meraung dan menarik narik baju Ilham . Ilham tak bergeming .


Sebelumnya Erna mengancamnya bahwa Ia akan membuat hidup Zahra menderita andai Ilham tak mau bertunangan dengan Vany . Dan Ilham begitu saja menuruti keinginan Mamanya demi melindungi Zahra . Jujur , setelah kesehatan Mamanya menurun Ilham tak ingin membuat Mamanya stres dan mengakibatkan kesehatannya memburuk .


Ilham melepaskan tangan Zahra yang mencengkram kemejanya . Sembari berucap


" Maafin aku Ra . " Zahra terdiam . Dia tak menyangka begitu tega suaminya memperlakukannya seperti itu .


Zahra memdaratkan sebuah tamparan keras di pipi Ilham dan berlari meninggalkan tempat itu .

__ADS_1


# BERSAMBUNG


like dan coment ya ya kak . Nantikan kelanjutannya .


__ADS_2