
Zahra benar benar tak habis pikir pada Ilham . Bagaimana bisa Dia pergi tanpa memberi kabar . Bahkan sudah seminggu Dia tak pulang . Entah apa maksud Ilham memperlakukannya seperti ini . Zahra jadi kesal sendiri .
Zahra mendatangi rumah Dimas untuk mengkonfirmasi tentang Ilham .
" Loh Zahra . Masuk Ra . " Sapa Dimas ramah pada Istri sahabatnya . Zahra pun masuk dan duduk di sofa ruang tamu Dimas . Dimas tinggal sendiri di rumah nya yang besar ini .
" Ada apa ya Ra ? " Dimas ikut menghenyakkan pantatnya di sofa seberang Zahra .
" Zahra mau tanyak soal Mas Ilham . " Zahra merasa lidahnya keluh . Matanya tiba tiba terasa perih . Ia ingin menangis .
" Apa Mas Ilham ada hubungi Mas Dimas ? " Tanya Zahra dengan mata berkaca kaca .
" Ilham memang kemaren ada nelfon aku . Dia nyuruh aku jaga kamu . Dia kayak khawatir si Ra . Tapi dia buru buru amat nelfonnya . "
" Kenapa dia sempat nelfon Mas Dimas tapi gak bisa ngasih kabar ke aku . Maksudnya Dia itu kayak gimana si Mas ? " Zahra tak dapat lagi menahan air matanya . Air matanya mengalir bak air sungai yang deras .
" Aku juga gak tau apa yang terjadi Ra . Soalnya setiap aku tanyak dia gak pernah mau jawab . Sebenarnya aku juga khawatir si Ra . Cuma ya mau gimana ? "
" Aku mau langsung ke rumah Mama aja deh Mas . Aku gak bisa kayak gini nunggu kabar dia yang gak jelas sama sekali . "
__ADS_1
"Eh jangan deh Ra . Ilham nanti Marah " Dimas mencoba mencegah kepergian Zahra namun Zahra tetapi bersikeras ingin menemui Ilham .
" Biar Aku memperjelas semuanya Mas . Aku juga khawatir sama keadaan Mas Ilham . " Zahra berlari munuju mobilnya dan memerintahkan supirnya untuk melajukan mobilnya ke rumah orang tua Ilham .
~ ~ ~
Zahra yang tiba di depan rumah keluarga besar Kertanegara heran karna sepertinya di rumah mertuanya itu sedang ada pesta . Ia pun masuk semakin dalam dan melihat sebuah papan bunga yang bertuliskan " Happy Engagement untuk Ilham Danu Kertanegara dan Vany Ariska " .
Deg!
Jantung Zahra seakan akan berhenti berdetak . Langit seakan akan runtuh saat itu . Zahra melihat dengan mata kepalanya sendiri Ilham , Suaminya sedang ada di tengah tengah kerumunan orang . Ia sudah memasangkan cincin ke jari manis seorang gadis yang Zahra sendiri pun tak mengenalinya .
Zahra langsung menangis dan meraung menyaksikannya . Ia menabrak kerumunan tamu tamu hingga Ia sampai di depan Ilham dan Vany .
Semua orang melihat ke arah Zahra . Mereka menerka siapa wanita ini . Tapi ada juga diantaranya yang mengetahui bahwa dialah Istri dari Ilham .
Erna berjalan ke arah Zahra dan menarik gadis itu menjauh .
" Apa apaan Kamu Zahra ? " Tanyanya tak senang .
__ADS_1
" Ini yang apa apaan Ma . Apa maksudnya semua ini ? Aku ini masih Istri sah Mas Ilham Ma . " Zahra tak dapat memahan amarahnya .
Acara langsung terhenti . Semua tamu sibuk berbisik . Sementara keluarga Vany mendekati dimana Erna dan Zahra betengkar .
" Apa apaan ini ? Untung saja acara pertunangannya sudah berlangsung . Siapa sebenarnya wanita ini ? " Tanya Santoso kepada Hastomo dan Erna .
" Dia ini mantan Istrinya Ilham itu Mas . " Itu yang terlontar dari mulut Erna . Ia memang mengatakan pada keluarga Santoso bahwa Ilham sudah bercerai dengan Zahra makanya pertunangan ini bisa berlangsung .
" Heh Mbak . Mbak ini kan uda jadi mantan istrinya Mas Ilham jadi kenapa harus buat keributan di hari bahagia kami ? Saya ini calon istrinya loh . Dan saya tidak berkenan atas apa yang sudah mbak lakukan di acara saya . " Zahra mendekat ke arah Ilham . Ia tarik tangannya kasar .
" Mas jelaskan sama aku apa maksud semua ini Mas ? Apa maksudnya ? Aku ini masih istri sah kamu Mas . " Zahra menangis meraung dan menarik narik baju Ilham . Ilham tak bergeming .
Sebelumnya Erna mengancamnya bahwa Ia akan membuat hidup Zahra menderita andai Ilham tak mau bertunangan dengan Vany . Dan Ilham begitu saja menuruti keinginan Mamanya demi melindungi Zahra . Jujur , setelah kesehatan Mamanya menurun Ilham tak ingin membuat Mamanya stres dan mengakibatkan kesehatannya memburuk .
Ilham melepaskan tangan Zahra yang mencengkram kemejanya . Sembari berucap
" Maafin aku Ra . " Zahra terdiam . Dia tak menyangka begitu tega suaminya memperlakukannya seperti itu .
Zahra memdaratkan sebuah tamparan keras di pipi Ilham dan berlari meninggalkan tempat itu .
__ADS_1
# BERSAMBUNG
like dan coment ya ya kak . Nantikan kelanjutannya .