AKU KAU DAN KITA

AKU KAU DAN KITA
EPISODE 32


__ADS_3

Sejak kembali ke rumah Zahra terlihat murung . Pertemuannya dengan Firan tadi membuatnya sedih . Jujur Ia iri . Zahra pun mengambil wudhu dan solat untuk menenangkan hatinya .


" Ya Allah Ya Tuhanku . Maaf Jika aku banyak mengeluh . Aku tak pernah menyalahkanmu atas kondisiku Ya Allah . Tapi sungguh aku ingin hamil dan memberikan suamiku seorang anak . Semoŕdga kau memberikan keajaiban itu padaku . Amin " Zahra berdoa setelah solatnya selesai .


Ternyata Ilham dari tadi mendengarkan Doa Zahra yang dimintanya dengan begitu penuh harapan .


Ia mendekat ke arah Zahra . Ia rengkuh tubuhnya dan mengecup lembut keningnya .


" Allah pasti mengabulkan doa mu sayang ku " Ilham begitu merasakan apa yang dirasakan oleh Zahra .


" Mas aku ingin bisa menjadi seorang istri yang sempurna Mas . Aku ingin Hamil . Aku ingin melahirkan . Aku ingin menjadikanmu sosok ayah Mas . Aku ingin menjadi seorang Ibu . Aku ingin ada seorang bocah kecil yang akan memanggil aku dengan sebutan Mama . Aku ingin Mas " Zahra terisak di dalam pelukan Ilham . Ilham hanya mampu memeluknya erat tanpa mengatakan apapun .


Karna sesungguhnya Ia pun menginginkan hal yang sama seperti Istrinya . Tapi Ia tak ingin membebani Zahra dengan begitu banyak permintaan .


" Kapan aku akan jadi seorang Ibu Mas ? " Tanya Zahra pilu .


" Insya Allah secepatnya Sayang . Kita harus tetap berdoa dan berusaha . Jika memang Allah sudah menghendakinya maka kita akan jadi orang Tua . Jangan pernah putus asa . Ini sudah Allah takdirkan untuk kita " Ilham selalu berusaha untuk membangkitkan semangat Zahra . Ia tak ingin Istrinya lemah .

__ADS_1


~ ~ ~


" Loe ngapain pagi pagi udah di rumah Gue Ham ? " Tanya Dimas yang kaget melihat Ilham berdiri di depan rumahnya .


Ilham masuk dan langsung duduk di sofa . Tak dihiraukannya pandangan penuh tanda tanya dari Dimas .


" Woi budek Lu ? Ngapain pagi pagi kesini ? "


" Loe kenapa bawel banget si Dim ? Suka suka Gue lah mau ngapain Gue disini . Bukan urusan Loe . "


"Lah . Ini kan rumah Gue . "


" Jadi Loe belum cerita yang sebenernya ke Zahra ? Kayak gimana pun Loe nyembunyiin pada akhirnya Zahra juga bakal tetep tau Ham . Kan lebih baik Zahra tau dari Loe daripada dia tau dari orang lain dan akhirnya nanti dia bakal kecewa " Ilham memandang Dimas . Dimas ini memang bener bener bisa di andalin . Dia selalu ngasih saran yang baik buat Ilham .


" Gue belum siap Dim . Gue bukannya takut Zahra gak terima keadaan Gue . Gue cuma takut Zahra bakal ngerasa kekurangan . Gue harus cari kerja buat menghidupi Zahra . "


" Loe memang harus cari kerja . Bangkit . Karna memang gak selamanya Loe kayak gini . Zahra kan butuh kehidupan yang nyaman . Gue yakin Loe gak akan mungkin rela Zahra hidup serba kekurangan . "

__ADS_1


" Gue ngerti Dim . Tabungan Gue saat ini cuma cukup untuk keperluan beberapa bulan kedepan aja . Gue bakal cari kerja demi Zahra . " Ilham membaringkan tubuhnya di sofa .


" Woi ambilin gue minuman . Pelit amat loe sama Tamu . " Tiba tiba Ilham memerintah Dimas .


" Aelah . Kalo tamunya kayak Loe aja Gue gak butuh lah Ham " Ucap Dimas . Tapi ujung ujung nya Ia beranjak juga untuk mengambilkan makanan dan minuman untuk Ilham .


" Nih " Ia meletakkan cemilan dan soft drink di atas meja di depan Ilham .


" Ngomong ngomong gimana kabar Nadya ?"


" Nadya ? Ah iya Ham . Dia itu memang cewek mandiri ya sama kayak Gue . Kayaknya kita berdua cocok ya " Dimas berkata pede .


" Emang nya Nadya mau sama Loe ? Ngaarep " Ilham melempar bantal ke arah Dimas .


" Dih sialan Loe . Kita liat aja nanti . " Dimas berbangga diri untuk membuktikannya pada Ilham .


#Bersambung

__ADS_1


Ikutin terua ya


__ADS_2