
Sejak kembali ke rumah Zahra terlihat murung . Pertemuannya dengan Firan tadi membuatnya sedih . Jujur Ia iri . Zahra pun mengambil wudhu dan solat untuk menenangkan hatinya .
" Ya Allah Ya Tuhanku . Maaf Jika aku banyak mengeluh . Aku tak pernah menyalahkanmu atas kondisiku Ya Allah . Tapi sungguh aku ingin hamil dan memberikan suamiku seorang anak . Semoŕdga kau memberikan keajaiban itu padaku . Amin " Zahra berdoa setelah solatnya selesai .
Ternyata Ilham dari tadi mendengarkan Doa Zahra yang dimintanya dengan begitu penuh harapan .
Ia mendekat ke arah Zahra . Ia rengkuh tubuhnya dan mengecup lembut keningnya .
" Allah pasti mengabulkan doa mu sayang ku " Ilham begitu merasakan apa yang dirasakan oleh Zahra .
" Mas aku ingin bisa menjadi seorang istri yang sempurna Mas . Aku ingin Hamil . Aku ingin melahirkan . Aku ingin menjadikanmu sosok ayah Mas . Aku ingin menjadi seorang Ibu . Aku ingin ada seorang bocah kecil yang akan memanggil aku dengan sebutan Mama . Aku ingin Mas " Zahra terisak di dalam pelukan Ilham . Ilham hanya mampu memeluknya erat tanpa mengatakan apapun .
Karna sesungguhnya Ia pun menginginkan hal yang sama seperti Istrinya . Tapi Ia tak ingin membebani Zahra dengan begitu banyak permintaan .
" Kapan aku akan jadi seorang Ibu Mas ? " Tanya Zahra pilu .
" Insya Allah secepatnya Sayang . Kita harus tetap berdoa dan berusaha . Jika memang Allah sudah menghendakinya maka kita akan jadi orang Tua . Jangan pernah putus asa . Ini sudah Allah takdirkan untuk kita " Ilham selalu berusaha untuk membangkitkan semangat Zahra . Ia tak ingin Istrinya lemah .
__ADS_1
~ ~ ~
" Loe ngapain pagi pagi udah di rumah Gue Ham ? " Tanya Dimas yang kaget melihat Ilham berdiri di depan rumahnya .
Ilham masuk dan langsung duduk di sofa . Tak dihiraukannya pandangan penuh tanda tanya dari Dimas .
" Woi budek Lu ? Ngapain pagi pagi kesini ? "
" Loe kenapa bawel banget si Dim ? Suka suka Gue lah mau ngapain Gue disini . Bukan urusan Loe . "
"Lah . Ini kan rumah Gue . "
" Jadi Loe belum cerita yang sebenernya ke Zahra ? Kayak gimana pun Loe nyembunyiin pada akhirnya Zahra juga bakal tetep tau Ham . Kan lebih baik Zahra tau dari Loe daripada dia tau dari orang lain dan akhirnya nanti dia bakal kecewa " Ilham memandang Dimas . Dimas ini memang bener bener bisa di andalin . Dia selalu ngasih saran yang baik buat Ilham .
" Gue belum siap Dim . Gue bukannya takut Zahra gak terima keadaan Gue . Gue cuma takut Zahra bakal ngerasa kekurangan . Gue harus cari kerja buat menghidupi Zahra . "
" Loe memang harus cari kerja . Bangkit . Karna memang gak selamanya Loe kayak gini . Zahra kan butuh kehidupan yang nyaman . Gue yakin Loe gak akan mungkin rela Zahra hidup serba kekurangan . "
__ADS_1
" Gue ngerti Dim . Tabungan Gue saat ini cuma cukup untuk keperluan beberapa bulan kedepan aja . Gue bakal cari kerja demi Zahra . " Ilham membaringkan tubuhnya di sofa .
" Woi ambilin gue minuman . Pelit amat loe sama Tamu . " Tiba tiba Ilham memerintah Dimas .
" Aelah . Kalo tamunya kayak Loe aja Gue gak butuh lah Ham " Ucap Dimas . Tapi ujung ujung nya Ia beranjak juga untuk mengambilkan makanan dan minuman untuk Ilham .
" Nih " Ia meletakkan cemilan dan soft drink di atas meja di depan Ilham .
" Ngomong ngomong gimana kabar Nadya ?"
" Nadya ? Ah iya Ham . Dia itu memang cewek mandiri ya sama kayak Gue . Kayaknya kita berdua cocok ya " Dimas berkata pede .
" Emang nya Nadya mau sama Loe ? Ngaarep " Ilham melempar bantal ke arah Dimas .
" Dih sialan Loe . Kita liat aja nanti . " Dimas berbangga diri untuk membuktikannya pada Ilham .
#Bersambung
__ADS_1
Ikutin terua ya