
Vany melemparkan tas nya ke sofa . Ia benar benar jengkel karna Zahra berani berani nya menghina dirinya .
" Gagal Van ?" Tanya Yuri yang menyaksikan Vany yang begitu emosi .
" Tuh cewek jalang berani berani nya ngehina dan mempermalukan Gue di depan Mas Ilham . Gue gak akan tinggal diem . Liat aja apa yang bakal Gue lakuin " Emosinya benar benar sudah di ubun ubun .
Ingin sekali Ia menghabisi Zahra saat itu juga .
" Jangan khawatir Van , Rencana kita masih ada . Kita bakal buat dia menderita . " Yuri tersenyum licik .
" Tunggu pembalasanku Zahra " Gumam Vany kejam .
~ ~ ~
Yuri dan Vany menjebak Ilham . Mereka meminta seseorang untuk menyuruh Ilham ke sebuah ruang VIP di sebuah cafe ternama . Dengan menyamar sebagai seorang klien yang ingin bekerja sama , Ilham pun menurut dan ikut dengan lelaki tersebut yang katanya ingin membahas soal kerja sama .
Sebelum nya orang tersebut memang sudah menemui Ilham di kantor nya . Jadi Ilham sama sekali tidak menaruh curiga apa pun padanya .
Setelah memesan minuman , Orang tersebut izin untuk ke toilet pada Ilham .
" Pak Ilham , sebentar ya ! Saya ke toilet . " Ucapnya .
" Oh iya silahkan Pak !" Jawab Ilham ramah .
" Silahkan di minum duluan pak "
__ADS_1
" Iya pak . " Lepas orang itu pergi , Ilham meneguk minumannya . Rasa haus yang begitu sangat mencekik leher nya membuat nya menghabiskan jus jeruk yang ada di meja .
Ilham menunggu , tapi orang tersebut tak kunjung kembali . Ia mulai merasa pusing . Entah mengapa tapi rasanya kepalanya seperti mau pecah . Pandangan nya pun berkunang kunang .
Anehnya Ia juga merasa sekujur tubuhnya sangat panas .
" Arrgghh ada apa ini ? Aku sangat tidak nyaman " Desah nya . Ia membuka beberapa kancing kemeja nya .
Keringat dingin sudah membasahi tubuh nya . Tiba tiba pintu terbuka . Masuk lah seorang gadis cantik yang tak lain tak bukan adalah Vany .
Ilham mengerjabkan mata nya untuk melihat siapa yang datang .
" Vany " Gumamnya . Karna tak yakin dengan penglihatannya , Ia pun mengucek kucek matanya berkali kali . Tapi ternyata matanya tak salah . Orang itu memang Vany .
Vany semakin mendekat ke arah Ilham . Ia menyunggingkan senyum manis nya pada Ilham . Ia mendorong tubuh Ilham yang sudah tak terkontrol itu ke sofa . Ia baringkan tubuh Ilham dan duduk di atas tubuhnya .
" Apa apaan Kamu Van ?" Bentak nya dengan kesadaran yang sudah tak sepenuhnya dapat di kendalikannya .
" Hahaha . Mas Ilham . Aku mau muasin kamu Mas . Kamu ingin kan ? Lihat lah dirimu sekarang Mas " Ucapnya mengejek .
Ilham jadi tau kemana arah pembicaraan Vany . Ternyata ini adalah ulah Vany . Orang itu tadi pasti juga lah orang bayarannya . Vany sudah memasukkan sesuatu ke dalam minumannya pasti .
" Aku gak nyangka kamu sekeji ini . " Ucapnya .
" Dari dulu aku mencintai mu Mas . Dari mulai kita masih kecil . Kamu yang buat aku seperti ini Mas . Kamu jahat karna gak pernah mencintai aku . Kamu tega memutuskan pertunangan kita demi wanita jalang itu "
__ADS_1
Plak ! Ilham menampar keras pipi Vany saat Ia menyebut Istrinya sebagai wanita jalang .
" Jaga omongan Kamu . Yang jalang itu Kamu . Begitu rendah harga dirimu Van . Tega sekali kamu memainkan trik kotor seperti ini . Aku jadi jijik ngeliat kamu " Ilham murka dan langsung meninggalkan Vany yang terduduk bersimbah air mata .
" Aku gak terima penghinaan ini Mas . Kamu dan Istrimu tunggu aja " Teriaknya keras .
~ ~ ~
Ilham yang merasa tak mungkin membawa mobil dengan keadaan nya yang seperti ini , memutuskan untuk naik taksi setelah sebelumnya sudah menitipkan mobil nya pada pihak cafe . Ia akan menelepon Dimas untuk mengambil nya .
Sesampainya di rumah , Zahra yang menyambutnya jadi kaget melihat kondisi suaminya yang sangat berantakan .
Ilham langsung menjatuhkan dirinya di tubuh Zahra .
" Mas kamu kenapa ?" Tanya nya begitu panik . Karna saat di sentuh nya seluruh tubuh Ilham sangat panas .
" Tolong sayang " Desisnya lemah .
Zahra membawa Ilham ke kamar . Ia merasa ada yang tidak beres pada Ilham . Ia langsung melumat bibir Ilham saat tiba di kamar karna begitu risih mendengar gumaman yang keluar dari bibir Ilham .
Ilham memeluknya sangat erat sekali sampai ia sesak . Ciumannya pun di rasakan sangat sakit .
" Aku mau mandi Sayang " Putusnya akhirnya . Jujur Ia tak ingin menyiksa Zara dengan kondisinya saat ini . terlebih saat ini Zahra tengah hamil muda .
Zahra membawanya ke kamar mandi dan menyiram Ilham dengan air dingin di bawah shower .
__ADS_1
~ ~ ~