
Kring ! Zahra langsung beranjak untuk mengangkat telepon .
" Halo "
" Halo Nyonya ini Saya Anna . " Terdengar suara cempreng Anna di seberang sana .
" Eh Mbak Anna . Ada apa ya Mbak ?" Zahra penasaran ada apa gerangan sehingga Mbak Anna menelponnya .
" Nyonya saya mau ngomong penting . Apa nyonya ada waktu ? " Tanya nya memastikan .
" Iya ada apa Mbak ? Bilang aja "
" Saya dan Tuan Besar uda coba berkali kali untuk menghubungi Tuan Muda tapi sama sekali gak di angkat " Ucapnya .
" Mas Ilham ada urusan penting Mbak jadi gak bisa angkat telepon . Bilang aja sama saya ada apa . Nanti biar saya sampaikan . " Sahut Zahra .
" Begini Nyonya ! Nyonya Besar saat ini berada di rumah sakit . Setelah kemarin bertengkar hebat dengan Tuan , Serangan jantungnya mendadak kambuh . Sekarang kondisinya sedang kritis Nyonya . Beliau hanya terus mengigau memanggil nama Tuan Muda " Anna coba menjelaskan yang terjadi .
" Apa omongan kamu bisa di percaya Mbak ? " Zahra sedikit curiga . Ia takut itu hanyalah rencana baru Erna untuk menjerat Ilham .
" Sumpah Nyonya . Saya tidak bohong . Nanti Saya akan kirim fotonya pada Nyonya . " Jawabnya .
" Ok . Nanti saya akan sampaikan ke Mas Ilham . "
" Terimakasih Nyonya . "
__ADS_1
Zahra mematikan panggilan . Ia berfikir apa benar yang barusan di katakan oleh Anna ? Ia takut ini hanya tipu muslihat mertuanya untuk memisahkan Ia dan Ilham lagi .
Ting ! Ada whatsaap masuk . Ternyata dari Anna . Ia mengirimkan foto Erna yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit dengan bantuan oksigen dan selang Infus .
" Mungkin kali ini memang Mama beneran sakit . Aku nanti harus ngomong sama Mas Ilham . Karna sepertinya kepercayaannya terhadap Mamanya sudah berkurang " Desisnya .
~ ~ ~
Sayang !" Ilham pulang dan langsung mencari keberadaan istrinya untuk memberitahukannya kabar gembira ini .
" Ada apa Mas ?" Tanya Zahra penasaran karna mendengar teriakan Ilham dari atas .
Ilham langsung memeluk tubuh istrinya erat dan mengangkatnya .
" Aduh Mas . Turunin aku ! Aku pusing " Teriak Zahra .
Ilham pun menurunkan Zahra dam membawanya untuk duduk . Ia lalu menceritakan semuanya pada Zahra . Zahra begitu bahagia mendengarnya .
Ia mencium lembut pipi Ilham . Ia turut senang untuk suaminya .
" Selamat Sayang ! Semoga ini menjadi awal yang baik untuk kita . Allah mendengar doa kita selama ini Sayang . Allah melihat betapa kamu begitu keras berusaha sehingga Ia turunkan karunianya pada Kita . Aku bahagia dengernya Mas "
" Doakan Aku Sayang . Semoga Aku bisa menjaga Amanah yang telah Pak Burhan serahkan padaku . "
" Amin sayangku . Aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu dan untuk kita " Ia memeluk suaminya erat . Sangat erat .
__ADS_1
~ ~ ~
" Mas " Panggil Zahra pada suaminya saat mereka sudah hendak tidur .
" Hmmm" Ilham hanya menggumam sambil sibuk menekan tuts tuts di laptopnya .
Zahra menutup laptop Ilham . Ia pegang tangannya penuh perasaan .
" Lihat aku Mas ! Aku mau ngomong penting " Ungkapnya .
" Kenapa Sayang ?" Kini Ilham membalikkan badannya dan sepenuhnya menatap Istrinya .
Zahra menarik nafas panjang sebelum Ia berucap .
" Tadi Mbak Anna nelfon aku " Zahra menggantung ucapannya untuk melihat respon Ilham .
" Ada apa ? " Sepertinya Ilham tau apa yang akan di sampaikan Zahra .
" Mama masuk rumah sakit Mas . Mama terkena serangan jantung setelah bertengkar hebat dengan Papa . Dan sekarang kondisinya dalam keadaan kritis "
" Mama itu jago sandiwara Ra . Terus kamu percaya ? " Zahra menunjukkan foto yang tadi dikirim oleh Mbak Anna .
" Tadi Mbak Anna kirimin foto ini ke aku . Karna awalnya aku juga gak percaya jadi dia kasih aku bukti . " Ilham memang tampak berfikir setelah melihat foto yang ditunjukkan Zahra .
#bersambung
__ADS_1