AKU KAU DAN KITA

AKU KAU DAN KITA
EPISODE 47


__ADS_3

Ilham sedang terburu buru jalan menuju gedung kantornya sampai Ia tak memperhatikan jalan dan menabrak seseorang .


" Ouch " Gadis itu meringis karna bahunya di tabrak kasar oleh Ilham .


" Ah maaf ya . Saya buru buru . Apa anda terluka ?" tanya nya penuh perhatian .


Orang itu menengok ke arah Ilham .


" Mas Ilham " Serunya saat tau siapa orang yang menabraknya tadi . Ilham pun sama terperanjatnya .


" Vany " Ilham tersenyum manis . Ia menjabat tangan gadis itu lembut .


" Mas Ilham apa kabar ? Gak nyangka ya bisa ketemu Mas Ilham disini . "


" Seperti yang kamu lihat sekarang Van " Desahnya pelan .


" Eh Van lain kali kita bicara lagi ya . Aku ada meeting . Ok " Ilham langsung meninggalkan Vany dan masuk ke kantornya .


Sepeninggal Ilham , Vany tersenyun licik .


" Sudah cukup kebahagiaan Kamu Mas Ilham . Sekarang saat nya untuk merasakan penderitaan seperti yang kamu buat ke aku dan keluargaku . " Senyuman jahat tergores di bibirnya .


Ia membalikkan badannya untuk pergi tapi tertahan oleh seseorang . Karna merasa ada yang menarik tangannya , Ia pun menoleh ke belakang .

__ADS_1


Seorang gadis berlesung pipi tersenyum ke arahnya . Vany mengerutkan keningnya karna merasa asing dengan orang tersebut . Ia merasa tak mengenalnya .


" Boleh kita bicara ?"


" Kamu siapa ?"


" Itu ada cafe di depan . Kita ngobrol disana dan aku akan kasih tau kamu aku ini siapa . " Jelasnya .


Vany yang penasaran pun akhirnya mengikutinya .


Mereka memilih duduk di pojokan cafe sambil minum cofee latte .


" Sebenarnya kamu siapa ?" Tanya Vany yang masih dilingkupi rasa penasaran .


" Maksudnya ?"


" Vany Vany . Gak usah sok lugu . Aku tau kamu ingin membalas dendam kepa Ilham dan Istrinya . " Vany terpekik kaget karna orang di depannya tau tujuannya .


" Kamu sebenarnya siapa ?"


" Aku orang yang punya tujuan yang sama sepertimu . " Gadis itu mengulurkan tangannya .


" Aku Yuri . Mantan pacar Ilham .

__ADS_1


~ ~ ~


Hari ini Zahra menginap di rumah orang tuanya . Ia merasa rindu . Pagi tadi Ilham mengantarkannya sehingga Ia begitu terburu buru untuk ke kantor .


" Sayang !" Susanti menyentuh lembut bahu Zahra . Ia kecup puncak kepala putrinya .


" Dulu , pertama kali kamu belajar berjalan kamu selalu menggenggam tangan Mama . Umur 5 tahun Mama antarkan kamu untuk sekolah tk . Setiap pulang sekolah kamu menangis ngaduh sama Mama . Kamu selalu bilang ada temen cowok yang coba menggodamu . Pahal kamu memberi nya pelajaran tapi tetap aja kamu nangis " Susanti tersenyum bila ingat masa kecil Zahra .


" Begitupun saat masuk SD . Kamu itu orang nya ceria . Sering berantem . Tapi cengengnya gak pernah berubah . " Tambahnya lagi .


" Sampai sekarang masih cengeng Ma . Sampai Mas Ilham kebingungan kalo Zahra uda nangis " Desisnya terkekeh .


" Gak terasa sekarang anak mama uda tumbuh dewasa . Bahkan uda mau menjadi seorang ibu seperti Mama . Waktu begitu cepat berlalu sayang . " Susanti menitikkan air matanya .


" Mama " Zahra menghambur ke pelukan Mamanya .


" Kan gak mungkin Zahra mau kecil terus . Makasih Ma karna uda selalu ngejaga Zahra sampai Zahra sebesar ini . Zahra mencintai Mama . " Ia kecup lembut pipi Mamanya penuh cinta .


" Semoga cucu Mama nanti gak nakal seperti kamu ya !" Harapnya seraya mengusap lembut perut Zahra .


Mereka berbincang dengan di selingi senda gurau . Bercerita tentang masa kecil Zahra sampai Ia beranjak dewasa .


#bersambung

__ADS_1


__ADS_2