
Ilham sedang terburu buru jalan menuju gedung kantornya sampai Ia tak memperhatikan jalan dan menabrak seseorang .
" Ouch " Gadis itu meringis karna bahunya di tabrak kasar oleh Ilham .
" Ah maaf ya . Saya buru buru . Apa anda terluka ?" tanya nya penuh perhatian .
Orang itu menengok ke arah Ilham .
" Mas Ilham " Serunya saat tau siapa orang yang menabraknya tadi . Ilham pun sama terperanjatnya .
" Vany " Ilham tersenyum manis . Ia menjabat tangan gadis itu lembut .
" Mas Ilham apa kabar ? Gak nyangka ya bisa ketemu Mas Ilham disini . "
" Seperti yang kamu lihat sekarang Van " Desahnya pelan .
" Eh Van lain kali kita bicara lagi ya . Aku ada meeting . Ok " Ilham langsung meninggalkan Vany dan masuk ke kantornya .
Sepeninggal Ilham , Vany tersenyun licik .
" Sudah cukup kebahagiaan Kamu Mas Ilham . Sekarang saat nya untuk merasakan penderitaan seperti yang kamu buat ke aku dan keluargaku . " Senyuman jahat tergores di bibirnya .
Ia membalikkan badannya untuk pergi tapi tertahan oleh seseorang . Karna merasa ada yang menarik tangannya , Ia pun menoleh ke belakang .
__ADS_1
Seorang gadis berlesung pipi tersenyum ke arahnya . Vany mengerutkan keningnya karna merasa asing dengan orang tersebut . Ia merasa tak mengenalnya .
" Boleh kita bicara ?"
" Kamu siapa ?"
" Itu ada cafe di depan . Kita ngobrol disana dan aku akan kasih tau kamu aku ini siapa . " Jelasnya .
Vany yang penasaran pun akhirnya mengikutinya .
Mereka memilih duduk di pojokan cafe sambil minum cofee latte .
" Sebenarnya kamu siapa ?" Tanya Vany yang masih dilingkupi rasa penasaran .
" Maksudnya ?"
" Vany Vany . Gak usah sok lugu . Aku tau kamu ingin membalas dendam kepa Ilham dan Istrinya . " Vany terpekik kaget karna orang di depannya tau tujuannya .
" Kamu sebenarnya siapa ?"
" Aku orang yang punya tujuan yang sama sepertimu . " Gadis itu mengulurkan tangannya .
" Aku Yuri . Mantan pacar Ilham .
__ADS_1
~ ~ ~
Hari ini Zahra menginap di rumah orang tuanya . Ia merasa rindu . Pagi tadi Ilham mengantarkannya sehingga Ia begitu terburu buru untuk ke kantor .
" Sayang !" Susanti menyentuh lembut bahu Zahra . Ia kecup puncak kepala putrinya .
" Dulu , pertama kali kamu belajar berjalan kamu selalu menggenggam tangan Mama . Umur 5 tahun Mama antarkan kamu untuk sekolah tk . Setiap pulang sekolah kamu menangis ngaduh sama Mama . Kamu selalu bilang ada temen cowok yang coba menggodamu . Pahal kamu memberi nya pelajaran tapi tetap aja kamu nangis " Susanti tersenyum bila ingat masa kecil Zahra .
" Begitupun saat masuk SD . Kamu itu orang nya ceria . Sering berantem . Tapi cengengnya gak pernah berubah . " Tambahnya lagi .
" Sampai sekarang masih cengeng Ma . Sampai Mas Ilham kebingungan kalo Zahra uda nangis " Desisnya terkekeh .
" Gak terasa sekarang anak mama uda tumbuh dewasa . Bahkan uda mau menjadi seorang ibu seperti Mama . Waktu begitu cepat berlalu sayang . " Susanti menitikkan air matanya .
" Mama " Zahra menghambur ke pelukan Mamanya .
" Kan gak mungkin Zahra mau kecil terus . Makasih Ma karna uda selalu ngejaga Zahra sampai Zahra sebesar ini . Zahra mencintai Mama . " Ia kecup lembut pipi Mamanya penuh cinta .
" Semoga cucu Mama nanti gak nakal seperti kamu ya !" Harapnya seraya mengusap lembut perut Zahra .
Mereka berbincang dengan di selingi senda gurau . Bercerita tentang masa kecil Zahra sampai Ia beranjak dewasa .
#bersambung
__ADS_1