
Ilham memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk ke kantornya . Ia melihat banyak tatapan aneh dari para karyawan disana . Tapi Ia tak menghiraukannya dan menuju ke ruangannya yang ada di lantai 3 .
Saat Ia hendak membuka pintu ruangannya , tiba tiba ada yang menahan tangannya . Ia menoleh . Seorang laki laki berperawakan tinggi besar berdiri di hadapannya kini . Ia tak tau siapa lelaki kurang ajar itu .
" Kamu siapa ? Maksud Kamu apa menahan saya untuk masuk ? " Tanya Ilham tak suka .
Belum sempat orang itu menjawab , muncul Dimas yang lari tergopoh gopoh ke arah Ilham .
" Ilham" Teriaknya . Ilham menengadahkan kepalanya ke arah Dimas .
"Ini . Loe harus baca ini " Dimas begitu buru buru menyerahkan sebuah dokumen pada Ilham yang terlihat begitu sangat penting . Ilham membuka dan membaca Isinya . Ia sempat kaget . Ia melihat ke arah Dimas .
" Papa Loe uda mengalihkan semua aset atas nama loe ke nama dia . " Ilham sudah menduga bahwa ini akan terjadi jadi Ia tak begitu kaget .
__ADS_1
" Papa Loe yang bakal jelasin Ham . Papa Loe ada di dalam ruangan " Ucap Dimas dan meminta Ilham untuk ke dalam dan menemui papanya .
Ilham masuk ke ruangan dan menemui papanya yang sedang duduk di meja kerja menunggunya . Ilham menarik kursi yang ada di hadapan Hastomo dan menghenyakkan pantatnya .
Hening . Tak ada satupun yang membuka suara .
" Papa terpaksa menarik semua aset yang ada sama kamu dan mengubah kepemilikannya atas nama Papa . Mamamu yang menginginkan ini . " Ucap Hastomo memulai pembicaraan .
" Seharusnya bukan begitu cara kamu menghadapi Mama , Nak . Kamu tau selama ini Mamamu itu seperti apa . Apa yang diinginkannya harus tercapai . Kenapa harus memutuskan hubungan sama Kami ? "
" Papa memang gak ada di posisi Ilham . Jadi gak tau gimana rasanya di kontrol dan di manfaatkan . Selama ini Ilham selalu ngerasa jadi kayak robot , boneka dan mainan yang bisa Papa dan Mama atur sesukanya . Ilham gak pernah bebas nentuin apa yang Ilham mau . Kalian sibuk mikirin kepentingan kalian sendiri tanpa peduli Ilham sebagai korbannya . " Ilham menumpahkan semua perasaan kecewanya pada Papanya .
" Apa maksud kamu bicara begitu ? Papa tidak sepenuhnya mendukung Mamamu . Toh kamu tau Papa gak setuju soal pertunanganmu dengan Vany . Tapi Mamamu tetap mewujudkan keinginannya tanpa peduli pendapat Papa . "
__ADS_1
" Dulu Papa dan Mama yang maksa Ilham menikahi Zahra . Dan sekarang kalian nyuruh Ilham pisah sama Zahra setelah Ilham udah bener bener bahagia . Tolong Pa ! Jangan usik kebahagiaan Ilham lagi . "
" Kamu pertimbangkan dulu Ham . Kalo kamu menuruti apa mau Mamamu , Mungkin semua aset akan kembali atas nama kamu lagi . " Ilham tersenyum mengejek . Ia berdiri dan berhenti di dekat Papanya .
" Ilham gak pedulu semuanya Pa . Kalo memang mau diambil yaudab ambil aja . Toh Ilham punya lulusan jadi Ilham bisa cari kerja . Bawa semua pergi . Mungkin begini lebih baik . Dan Ilham percaya , Zahra gak akan mempermasalahkan semuanya . "
" Kalo memang uda gak ada yang mau Papa bicarakan lagi . Aku permisi Pa . Salam sama Mama dan tolong sampaikan terimakasih Ilham buat Mama . Ilham gak pernah lupa kalo Mama adalah wanita yang begitu berjasa di hidup Ilham . Tapi dengan semua ini , akan mengajarkan Ilham bahwa semua hanyalah titipan Allah dan kapanpun itu Allah bisa mengambilnya kembali . " Ilham melangkahkan Kakinya keluar .
Dimas masih di luar untuk menyambut Ilham . Ia melihat wajah Ilham yang murung . Tapi Ilham sekuat tenaga mencoba tersenyum dan menutupi kesedihannya .
#BERSAMBUNG
lanjut ya
__ADS_1