
Zahra menangis sesenggukan di kamarnya . Entah kenPa tiba tiba Ia teringat Reza . Tiba tiba hatinya merasakan rindu yang teramat sangat . Padahal selama ini Zahra susah benar benar melupakan Reza dan memulai hidup baru dengan suaminya , Ilham . Walaupun pernikahan mereka belum dihiasi dengan cinta .
Ia mengambil selembar kecil foto Reza dari dalam dompetnya . Ia kecup lama sosom yang ada di dalam foto tersebut . Hatinya menjerit . Ia begitu nelangsa . Ah iya . Pantas Ia tiba tiba merindukan Reza , hari ink tepat 10 september adalah hari ulang tahun Reza yang ke 25 .
" Semoga kamu selalu bahagia di sana ya Za !" Zahra meletakkan foto Reza di dadanya .
Ilham lembur hari ini . Begitu banyak dokumen yang harus di selesaikannya . Setelah selesai semua , Ia memutuskan untuk langsung pulang . Ia ingin tau apa yang dilakukan istrinya di rumah .
Ilham mendapati Zahra tertidur pulas . Tapj ada sisa sisa kesedihan di matanya . Ia usap lembut wajah ayu itu . Namun , mendadak matanya menangkap sosok dalam foto yang ada di atas tubuh istrinya . Ia amati foto tersebut untuk menerka siapa gerangan orang itu yang membuat pelanginya meredup .
" Hhhh" Ilham mendengua kecil setelah ia mengetahui soaok tersebut . Lelaki yang dulu sangat dicintai Istrinya .
Keluarga Zahra memang sudah menceritakan semua kepada Ilham tentang apa yang dialami Zahra . Tapi Ilham tidak menyangka bahwa sampai detik ini Zahra belum juga melupakan Reza . Pantas saja Dia belum mau disentuh oleh Ilham .
Ilham mengambil foto itu dan membuangnya ke tempat sampah . Jujur , Ia seharusnya tidak perlu cemburu pada orang yang telah meninggal . Hah ? Cemburu ?? Ilham tertawa pelan . Bagaimana bisa Ia cemburu sementara ia tak mencintai Zahra . Ia melangkab menuju sofa dan membaringkan tubuhnya yang letih disana .
__ADS_1
~ ~ ~
Zahra mengerjabkan matanya berulang kalk . Ah sudah pagi . Ia beranjak mengambil handuk dan menuju kamar mandi . Ia kaget melihat Ilham tidur di sofa . Walaupun mereka belum melakukan hubungan suami istri , tapi mereka tidur di ranjang yang sama .
Saat Zahra selesai mandi , Ilham sudah tidak ada di kamar . Zahra pun keluar untuk sarapan .
Ternyata Ilham sudah ada di meja makan .
" Sini Zahra " Sapa Erna ramah .
" Ilham sarapan di kantor aja ya ma "
Ada apa ini ? Kenapa Ilham seperti menghindarinya ? Biasanya sebelum berangkat Ilham akan pamit padanya bahkan menyentuh puncak kepalanya . Tapi kali ini ??
Zahra jadi kehilangan nafsu makannya . Ia hanya mengaduk aduk nasi goreng yang tadi dituangkan nya ke piring . Erna menyadari hal itu .
__ADS_1
" Zahra , ayo makan nak "
" I iya ma "
" Zahra apa kalian berdua berantem ?" Tanya Erna lembut .
Zahra menggeleng . Karna seingatnya hubungan mereka memang baik baik saja .
" Zahra gak berantem sama Mas Ilham kok Ma . Kita baik baik ajah . Mungkin aja Mas Ilham ada Masalah di kantor . "
" Mama cuma bisa kasih tau kamu sayang . Ilham itu kalo udah marah dia lebih baik diam karna dia memang gak mau mencari masalah . Lebih baik kamu tanyakan sama Ilham ya . " Saran Mama .
" Iya Ma . Kalo gitu nanti siang biar Zahra bawain makan siang untuk Mas Ilham Ma ." Zahra masih mengingat ingat dimana letak kesalahannya . Jika memang Ilham marah padanya maka ia memang harus memjelaskannya kepada Ilham agar ia tau masalahnya .
#BERSAMBUNG
__ADS_1
ikuti terus ya kak . jangan lupa like dan koment