
" Ayo berbaring ." Zahra pun beranjak dari duduknya dan berbaring di atas ranjang yang telah di sediakan .
Dokter Rina pun mulai memeriksa keadaan Zahra .
" Sudah " Ucapnya mengakhiri pemeriksaan .
" Gimana keadaan istri saya Dok ?" Tanya Ilham tak sabar .
" Kapan terakhir kali Haid ?"
Zahra coba mengingat ingat hari terakhir ia haid .
" Eh . Terakhir saya haid tanggal 2 september kemaren Dok . " Jawab Zahra setelah mampu mengingatnya .
" Apakah ingat kapan terakhir kali berhubungan intim ? "
Zahra memandang Ilham . Dia malu mengatakannya .
" Gak usah malu . " Jawab dokter Rina seakan tau masalah Zahra .
" Kalo gak salah hampir 1- 2 minggu yang lalu dok "
Dokter Rina tampak seperti sedang mencatat sesuatu .
" Usia kehamilan Anda diperkirakan berusia 8 Minggu 5 hari " Zahra dan Ilham terkesiap dan saling memandang tak percaya .
" Usia kehamilan ? Maksud Dokter saya Hamil ?" Tanya Zahra takjub .
" Iya . Selamat ya bapak dan Ibu . Usia kandungannya 8 Minggu 5 hari " Ucap Dokter Rina yang membuat Zahra dan Ilham langsung tersenyum bahagia .
" Aku hamil Mas " Zahra memeluk Ilham dan menangis haru di pelukannya .
__ADS_1
" Alhamdulilah sayang " Ucap Ilham dan mendekap erat tubuh Zahra .
" Terimakasih ya Dok . Kami permisi" Ujar Ilham dan berpamitan .
" Jaga baik baik kandungannya dan sering sering lah cek up "
" Baik Dok . Terimakasih . " Sahut Zahra seraya menjabat lembut tangan Dokter Rina .
Sepanjang perjalanan ke rumah , Ilhama terus menggenggam tangan Zahra lembut . Tangan yang satu mengemudi mobil dan yang satunya memegang tangan Zahra .
" Ternyata bener yang Dimas bilang tadi "
" Emangnya Mas Ilham bilang apaan Mas ? "
" Tadi aku cerita sama dia soal kamu yang aneh itu . Nah dia bilang mungkin aja kamu hamil . Jadi aku langsung pulang dan bawak kamu periksa . " Jelasnya .
" Iyakah Mas ?"
Ilham meminta Zahra untuk menghubungi Dimas dan meloudspeakerkan nya agar Ilham dapat berbicara ..
" Halo "
" Halo Dim . Thanks ya "
" Hah apaan ?" Tanya Dimas bingung .
" Kalo Loe tadi gak ngasih tau mungkin Gue gak bakal nyangka . Zahra beneran Hamil Dim " Ucap Ilham . Ia benar benar tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya .
" Ah serius Loe ? Berarti Gue bakal jadi Om dong " Katanya tertawa .
" Iya Mas Dimas . Zahra hamil . Mas Dimas bakal jadi seorang Om " Kata Zahra menanggapi .
__ADS_1
" Wah . harus di rayakan ini " Kata Dimas .
" Iya . Malam ini kita kumpul di rumah ya . Dateng Loe ." Ilham mengingatkan .
" Siap Bos " Sahut Dimas dan mengakhiri panggilan .
" Harus hubungin Mama ni Sayang . Ini kabar gembira loh . " Mereka pun menghubungi orang tua mereka dan memintanya datang ke rumah untuk merayakannya .
~ ~ ~
Kedua orang tua itu memeluk Ilham dan Zahra dengan penuh rasa haru . Mereka bahagia karna akhirnya mereka akan segera memiliki cucu .
" Mama!" Zahra menangis bahagia di pelukan Mamanya . Begitu juga dengan ayahnya .
Malam itu mereka semua menikmati makan malam yang sangat indah . Semua hadir . Kedua orang tua Ilham , Kedua orang tua Zahra dan juga Nadya dan Dimas .
Zahra tak sanggup memasak jadi Ia memesan makanan untuk acara malam ini .
" Sebentar lagi rumah ini akan semarak dengan suara tawa dan tangisan seorang bayi . " Ucap Aris Wijaya .
" Iyah . Aku akan sering datang kesini untuk melihat cucu ku " Tambah Hastomo .
Ruangan di hiasi dengan suara gelak tawa kebahagiaan mereka semua . Ilham dan Zahra begitu bahagia . Ilham memeluk Zahra erat dan mencium keningnya .
" Makasih sayang ku " Ucapnya lembut di telinga Zahra .
" Belum selesai Sayang . Tunggu aku berhasil melahirkan anak kita dengan selamat baru kamu ucapkan terima kasih "
Allah memang sudah menakdirkan seperti ini lah hidup . Maut , rezeki , usia itu semua Allah yang menentukan . Yang terpenting kita tak lepas dari usaha dan doa . Semoga kebahagiaan selalu menaungi kehidupan kita semua . Amin .
# bersambung
__ADS_1