AKU KAU DAN KITA

AKU KAU DAN KITA
EPISODE 43


__ADS_3

" Ayo berbaring ." Zahra pun beranjak dari duduknya dan berbaring di atas ranjang yang telah di sediakan .


Dokter Rina pun mulai memeriksa keadaan Zahra .


" Sudah " Ucapnya mengakhiri pemeriksaan .


" Gimana keadaan istri saya Dok ?" Tanya Ilham tak sabar .


" Kapan terakhir kali Haid ?"


Zahra coba mengingat ingat hari terakhir ia haid .


" Eh . Terakhir saya haid tanggal 2 september kemaren Dok . " Jawab Zahra setelah mampu mengingatnya .


" Apakah ingat kapan terakhir kali berhubungan intim ? "


Zahra memandang Ilham . Dia malu mengatakannya .


" Gak usah malu . " Jawab dokter Rina seakan tau masalah Zahra .


" Kalo gak salah hampir 1- 2 minggu yang lalu dok "


Dokter Rina tampak seperti sedang mencatat sesuatu .


" Usia kehamilan Anda diperkirakan berusia 8 Minggu 5 hari " Zahra dan Ilham terkesiap dan saling memandang tak percaya .


" Usia kehamilan ? Maksud Dokter saya Hamil ?" Tanya Zahra takjub .


" Iya . Selamat ya bapak dan Ibu . Usia kandungannya 8 Minggu 5 hari " Ucap Dokter Rina yang membuat Zahra dan Ilham langsung tersenyum bahagia .


" Aku hamil Mas " Zahra memeluk Ilham dan menangis haru di pelukannya .

__ADS_1


" Alhamdulilah sayang " Ucap Ilham dan mendekap erat tubuh Zahra .


" Terimakasih ya Dok . Kami permisi" Ujar Ilham dan berpamitan .


" Jaga baik baik kandungannya dan sering sering lah cek up "


" Baik Dok . Terimakasih . " Sahut Zahra seraya menjabat lembut tangan Dokter Rina .


Sepanjang perjalanan ke rumah , Ilhama terus menggenggam tangan Zahra lembut . Tangan yang satu mengemudi mobil dan yang satunya memegang tangan Zahra .


" Ternyata bener yang Dimas bilang tadi "


" Emangnya Mas Ilham bilang apaan Mas ? "


" Tadi aku cerita sama dia soal kamu yang aneh itu . Nah dia bilang mungkin aja kamu hamil . Jadi aku langsung pulang dan bawak kamu periksa . " Jelasnya .


" Iyakah Mas ?"


Ilham meminta Zahra untuk menghubungi Dimas dan meloudspeakerkan nya agar Ilham dapat berbicara ..


" Halo "


" Halo Dim . Thanks ya "


" Hah apaan ?" Tanya Dimas bingung .


" Kalo Loe tadi gak ngasih tau mungkin Gue gak bakal nyangka . Zahra beneran Hamil Dim " Ucap Ilham . Ia benar benar tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya .


" Ah serius Loe ? Berarti Gue bakal jadi Om dong " Katanya tertawa .


" Iya Mas Dimas . Zahra hamil . Mas Dimas bakal jadi seorang Om " Kata Zahra menanggapi .

__ADS_1


" Wah . harus di rayakan ini " Kata Dimas .


" Iya . Malam ini kita kumpul di rumah ya . Dateng Loe ." Ilham mengingatkan .


" Siap Bos " Sahut Dimas dan mengakhiri panggilan .


" Harus hubungin Mama ni Sayang . Ini kabar gembira loh . " Mereka pun menghubungi orang tua mereka dan memintanya datang ke rumah untuk merayakannya .


~ ~ ~


Kedua orang tua itu memeluk Ilham dan Zahra dengan penuh rasa haru . Mereka bahagia karna akhirnya mereka akan segera memiliki cucu .


" Mama!" Zahra menangis bahagia di pelukan Mamanya . Begitu juga dengan ayahnya .


Malam itu mereka semua menikmati makan malam yang sangat indah . Semua hadir . Kedua orang tua Ilham , Kedua orang tua Zahra dan juga Nadya dan Dimas .


Zahra tak sanggup memasak jadi Ia memesan makanan untuk acara malam ini .


" Sebentar lagi rumah ini akan semarak dengan suara tawa dan tangisan seorang bayi . " Ucap Aris Wijaya .


" Iyah . Aku akan sering datang kesini untuk melihat cucu ku " Tambah Hastomo .


Ruangan di hiasi dengan suara gelak tawa kebahagiaan mereka semua . Ilham dan Zahra begitu bahagia . Ilham memeluk Zahra erat dan mencium keningnya .


" Makasih sayang ku " Ucapnya lembut di telinga Zahra .


" Belum selesai Sayang . Tunggu aku berhasil melahirkan anak kita dengan selamat baru kamu ucapkan terima kasih "


Allah memang sudah menakdirkan seperti ini lah hidup . Maut , rezeki , usia itu semua Allah yang menentukan . Yang terpenting kita tak lepas dari usaha dan doa . Semoga kebahagiaan selalu menaungi kehidupan kita semua . Amin .


# bersambung

__ADS_1


__ADS_2