
Ilham dan Zahra pun akhirnya memutuskan untuk menyampaikan keinginan hati mereka kepada orang tua Ilham . Malam itu sehabis menyantap makan malam , keluarga itu tampak berbincang bincang di ruang keluarga .
" Pa , Ma ! Sebenernya ada yang ingin Ilham dan Zahra omongin . " Ilham mulai membuka suara setelah berfikir lama .
Hastomo menatap anak anaknya bergantian .
"Katakanlah Ham " Ungkap Papanya .
Ilham mrnghembuskan nafasnya perlahan . Ia masih ragu mengatakannya .
" Sebenarnya kami ingin pindah rumah Pa "
" Pindah rumah ? Maksudnya ?" Kini Erna , Mamanya Ilham yang bertanya .
" Kami udah memutuskan untuk tinggal berdua aja Ma , Pa . Bukan disini ataupun di rumah orang tua Zahra . " Sekilas Erna nampak mengerutkan dahinya .
" Tapi kenapa Zahra dan Ilham mau pindah Nak ? Apa Mama sama Papa ada salah sampek kalian mau meninggalkan rumah ? " Erna sampai menyalahkan dirinya sendiri .
" Bukan gitu Ma . Mama salah sangka kalo berfikiran gitu . Zahra betah tinggal disini ma . Mama sama Papa udah memperlakukan Zahra dengan sangat baik . " Kini Zahra yang angkat bicara .
" Terus kenapa ? Kalo memang Zahra betah tinggal disini kenapa harus pindah ? " Kini Zahra mengalihkan pandangannya ke arah Ilham . Matanya mengisyaratkan agar Ilham membantunya menjawab .
__ADS_1
" Ma , Ilham sekarang udah punya tanggungan . Ilham cuma ingin hidup mandiri menghidupi Istri Ilham dan anak Ilham kelak . Ilham gak mau lagi bergantung sama Mama dan Papa . " Ilham berusaha meyakinkan kedua orang tuanya bahwa keputusannya ini adalah benar .
" Kalo memang seperti itu keputusan kalian berdua maka kami tidak bisa berbuat apa apa lagi . Kami tak mungkin menahan kalian untuk tetap tinggal disini . Papa tau kamu udah dewasa , kamu udah bisa nentuin mana yang baik untuk hidup kamu . " Hastomo menghargai keputusan yang telah dibuat oleh anak menantunya .
" Makasih ya Pa , Ma . "
" Terus , apa kalian udah tau harus tinggal dimana ? "
" Ilham udah ketemu rumah yang bagus Pa , Ma . Besok rencana Ilham sama Zahra mau liat dulu rumahnya . "
" Yaudah besok kita bahas lagi . Sekarang lebih baik kita istirahat . "
~ ~ ~
Rumah yang luas dengan rumput hijau mengelilingi rumah . Ada taman bunga yang sedemikian rupa indah yang di tengahnya ada kolam ikan dengan air mancur .
Rumah yang berwana hijau tosca ini tampak asri dan damai . Zahra dan Ilham melangkahkan kakinya ke dalam rumah . Semua perabotan di dalam rumah ini sudah lengkap dan tertata sangat rapi . Ada bar mini di dalamnya .
" Gimana pendapat kamu sayang ? " Ilham memeluk pinggang Zahra sembari mengelilingi rumah .
" Rumahnya bagus banget Mas . Aku nyaman kok disini . "
__ADS_1
" Kalo gitu lusa kita bisa langsung pindah kesini ya . "
~ ~ ~
Semua keluarga sudah pulang . Ya hari ini Zahra dan Ilham sudah pindah ke rumah baru mereka . Sebelumnya Ilham sudah menugaskan seseorang untuk membersihkan rumah ini .
Sepulang keluarga dari sana , Kini tinggallah Zahra dan Ilham . Pertama memang merasa sunyi setelah keluarganya pulang , tapi mungkin itu hanya karna belum terbiasa .
Kringg!!!
Ponsel Ilham berdering .
" Apaan Dim ?" Ucap Ilham pada orang di seberang sana yang tak lain adalah Ilham sahabatnya .
" Jutek amat Ham Ham . Gimana nyaman gak rumahnya ? Udah enak Lu ya tinggal berdua . Bebas mau ngapain ajah . "
" Ahaha ya iyalah . Emang nya Loe . Jomblo " Ilham tertawa jahat setelah berhasil meledek sahabatnya .
" Jahat Loe Ham . Udah sono Lu cepetan minta jatah sama binik Lu . " Dimas langsung mengakhiri panggilan .
Ilham masih berada di ruang tamu , sementara Zahra sudah ke kamar karna Ia tadi izin untuk mandi akibat merasa sangat gerah .
__ADS_1
#BERSAMBUNG
Nantikan kelanjutannya ya . Jangan lupa like dan coment . Jadikan favorit juga ya .