
Hastomo , Erna dan Putri Bungsunya , Dela memutuskan untuk menghabiskan akhir pekan di rumah putranya . Ilham yang kian sibuk sampai jarang mengunjungi orang tuanya .
Tok Tok Tok !
Pelayan beranjak membuka pintu .
" Eh Tuan Besar , Nyonya besar , Nona Muda " Ia pun mempersilahkanOrang tua beserta adek majikannya masuk .
" Kok sepi , Dimana Zahra dan Ilham , Mbak An ? " Erna mengedarkan pandangannya di sekitar rumah dan tak menemukan Ilham maupun Zahra .
" Nyonya dan Tuan muda sedang belanja bulanan Nyonya besar " Jawabnya .
" Ah Iya . Memang kami ingin memberi kejutan pada mereka . " Mereka menghenyakkan pantatnya di sofa .
Pelayan datang menyuguhkan makanan dan cemilan .
" Silahkan Tuan , Nyonya , Non Dela . "
Sampai sore tiba , orang yang di tunggu tunggu tak kunjung datang . Mereka sudah gelisah . Barulah saat magrib menjelang , pasangan suami istri itu tanpak bercanda ria memasuki rumah .
" Wah yang senang senang sampek gak ingat pulang ya " Tegur Mamanya pada mereka yang belum menyadari kehadiran orang tuanya disana .
__ADS_1
" Mama , Papa" Ilham memeluk kedua orang tuanya begitu juga dengan Zahra .
" Dela juga ada disini loh Mas , Mbak . " Dela memberengut sebab Kakak dan Kakak iparnya tak memperhatikannya . Mereka terkekeh geli melihat wajah sendu Dela .
" Eh iya ada Dela rupanya . Gak keliatan soalnya . Terlalu kecil . Kirain tadi anak tetangga . " Ledek Ilham dan memberi usapan lembut di kepala Dela .
" Mama kok gak ngabarin si mau datang ? " Tanya Zahra dan duduk di samping Ibu mertuanya .
" Niatnya mau memberi kejutan . Eh malah kami yang terkejut karna di rumah gak ada orang " Seloroh Mamanya .
" Nyonya makan malam sudah siap " Mereka pun akhirnya bersama sama menikmati makan malam .
~ ~ ~
Zahra yang berniat ke dapur untuk mengambil minuman tak sengaja mendengar obrolan suami dan mertuanya .
" Jadi gimana Ham ? Apa Istri kamu sudah hamil ? " Tanya Ibunya .
Ilham menundukkan kepalanya . Wajahnya menampakkan raut wajah sedih . Zahra trenyuh melihatnya . Perlahan Ia menggeleng gusar .
" Belum Ma . " Ucapnya kemudian .
__ADS_1
" Loh gimana sih ? Penikahan kalian itu sudah berjalan dua tahun lebih loh fan Istri kamu belum juga hamil . Apa kalian sudah melakukan pemeriksaan ? " Wajah Erna mulai menampakkan rasa tak suka .
" Uda Ma . "
" Lalu hasilnya ?" Kini Papanya yang bertanya .
Ilham melihat ayahnya sekilas . Hatinya ragu untuk mengatakannya .
" Pasti Istri kamu yang bermasalah kan ? Kalo udah begini mau gimana coba ? Siapa nanti yang akan menjadi penerus keluarga Kertanegara ? Mama sama Papa ini udah tua loh Ham . Udah pengen gendong cucu . " Ilham hanya mampu diam tanpa membalas ucapan Mamanya .
Zahra yang mendengar semua itu mengalir air matanya dengan deras .
" Dia memang anak sahabat papa kamu , tapi kalo tau ujungnya seperti ini Mama gak akan setuju kamu menikah sama wanita mandul seperti dia " Mamanya menghujani Zahra dengan hinaan nya .
" Cukup Ma . Ini semua udah Allah yang ngatur . Kalo memang nanti Allah mengizinkan , kami akan segera punya anak . Jangan pernah Mama ucapkan itu lagi tentang Zahra Ma . " Tanpa sadar karna Emosi Ilham membentak Ibunya .
Zahra pun termangu melihat Ilham yang tega berkata seperti itu pada Mamanya demi membelanya . Zahra tak tahan . Ia berlari ke halaman belakang dan menangis disana meratapi nasibnya .
" Demi perempuan itu Kamu membentak Mama ? Lihat anak mu Pa . " Erna menangis mendapat perlakuan demikian dari anak sulungnya .
" Ilham apa yang Mama kamu katakan itu benar . Siapa nanti yang akan jadi penerus Keluarga Kertanegara kalau bukan dari Keturunan kamu . Coba kamu fikirkan itu dulu . " Hastomo mambawa Istrinya ke kamar dan meninggalkan Ilham yang terduduk lemas .
__ADS_1
# BERSAMBUNG
Tinggalkan like dan coment nya kak . Kasih sarannya agar saya semangat lanjutin ceritanya