
" Nadya "
" Dimas "
Dimas turun dari mobil dan menghampiri Nadya yang sibuk mengotak atik mobilnya . Tangannya pun sudah kotor .
" Kenapa mobil Kamu Nad ? " Tanya Dimas .
" Gak tau nih tiba tiba aja mogok . " Katanya kebingungan .
" Yaudah biar aku liat dulu ya . " Ucapnya dan segera mengecek kondisi mesin mobil . Setelah agak lama baru Ia meminta Nadya untuk menstater mobilnya . Dan . . .
Brummm !!!
Alhasil mobilnya menyala . Nadya keluar untuk mengucapkan terimakasih pada Dimas .
" Makasih ya Mas . Gimana kalo sebagai ungkapan terimakasih ku aku traktir kamu makan ! " Tawar Nadya .
" Gak usah Nad aku ikhlas kok . " Ucap Dimas sok jual mahal .
" Gak apa apa Loh Dim . Aku juga ikhlas . Ayo . Kita ketemu di restoran seafood ya . Aku tunggu . " Nadya pun segera melajukan mobilnya yang langsung diikuti oleh Dimas .
Mereka pun sampai di tempat tujuan . Mereka berdua memili duduk di lantai atas dan dekat jendela kaca sehingga leluasa melihat keramaian kota .
" Gimana pekerjaan Kamu Nad ? " Tanya Dimas .
" Alhamdulilah lancar lancar aja Dim . Kalo Kamu ?" Wah gimana jawabnya . Gak mungkin Gue bilang udah gak kerja lagi .
" Eh baik juga Nad . " Jawabnya berbohong .
Setelah pesanan datang mereka pun menyantap makananya di selingi dengan obrolan ringan . Saat Nadya ingin mengambil tisu tiba tiba tangannya bersentuhan dengan tangan Dimas yang saat itu kebetulan juga ingin mengambil tisu .
__ADS_1
" Duluan Nad " Ucap Dimas akhirnya . Jantung nya berdebar keras . Ah Ia benar benar salah tingkah di hadapan gadis seperti Nadya .
Nadya pun merasakan hal yang sama . Debaran jantungny tak menentu . Jujur saja , belakangan ini wajah Ilham memang sering menghantui hari harinya . Sampai sekarang Ia belum tau arti semua ini .
" Makasih atas traktirannya lo Nad . " Ungkap Dimas saat mereka hendak meninggalkan restoran .
" Sama sama Dim . Aku juga makasih banget karna kamu uda benerin mobil aku . " Nadya tersenyum sangat manis di mata Dimas .
" Kalo gitu Aku duluan Nad . Masih banyak kerjaan soalnya " Akahirnya mereka pun berpisah untuk menuju tempat masing masing .
~ ~ ~
Zahra sedikit merasa aneh pada Ilham . Sekarang Ilham tak pernah lagi menyentuh laptopnya untuk mengerjakan sesuatu . Bahkan terlihat jarang sekali Ilham masuk ke ruang kerjanya dengan alasan tak ada yang harus di selesaikannya .
Hari ini Zahra terkejut dengan keputusan Ilham . Ia ingin mengembalikan semua pelayan , supir maupun satpam yang saat itu di bawanya dari rumah keluarganya kembali kesana .
" Tapi kenapa Mas ? " Tanya Zahra bingung .
"Loh ya gak bisa gitu dong Mas . Kamu itu kan harus kerja dan cari nafkah . Gimana bantuin aku di rumah . "
" Sebenernya aku gak masalah sih kalo kita gak punya pelayan lagi . Aku bisa kok urus urusan rumah . Cuma aku herannya itu , apa alasan kamu memulangkan mereka semua ? " Zahra masih begitu penasaran dengan alasan Ilham .
" Bukan apa apa Sayang . " Ilham langsung berlalu dan meninggalkan Zahra dengan beribu pertanyaan .
~ ~ ~
Ilham sudah berulang kali keluar masuk perusahaan . Tapi tak ada satupun yang menerimanya padahal jelas jelas membutuhkan karyawan .
Tiba tiba Ia terfikir bahwa mungkin saja ini ada campur tangan dari orang tuanya .
Huft ! Ilham menghapus keringat yang keluar dari tubuhnya . Ia bègitu letih
__ADS_1
Selama ini Ia begitu sombong karna memiliki segalanya , dan sekarang Ia merasakan penderitaan juga . Ditolak mentah mentah dan harus panas panasan seperti ini .
Anehnya , jawaban dari tiap perusaahan itu sama . Saat mereka melihat surat lamaran Ilham mereka langsung memutuskan untuk tak menerimanya .
" Kamu Ilham Danu Kertanegara ?" Tanyanya .
" Iya Pak . Bapak bisa lihat surat lamaran saya . Saya sudah ada pengalaman bekerja pak . " Ucap Ilham .
" Tapi maaf kami tidak butuh karyawan " ucapnya
" Tapi Pak . Jelas jelas disini membutuhkan karyawan . " Tegasnya .
" Sudah tidak lagi " Ia pun meminta Ilham meninggalkan ruangannya .
Ya rata rata seperti itulah sikap yang di tunjukkan oleh setiap perusahaan yang di masukinya .
Dan kecurigaannya terbukti saat Ia menjumpai salah seorang bodyguard ayahnya .
" Tuan Muda !" Panggilnya
" Jack . Ada apa ? "
" Saya ingin menyampaikan pesan dari Tuan Besar . Lebih baik Tuan Muda mnyerah dan pulanglah ke rumah Tuan Besar . Karna sekuat apapun Tuan mencoba melamar ke perusahaan manapun tidak akan di terima . Karna Tuan Besar yang sudah mengatur semua ini . " Jelasnya .
Ilham mendengus jengkel . Tak Ia sangka dugaannya benar . Orang tuanya benar benar tega berbuat sekeji ini .
" Pulanglah Jack . Katakan pada Papa dan Mama , apapun yang terjadi aku gak akan pulang . Suruh saja mereka terus melakukan hal keji ini . Saya gak peduli . " Ilham pun meninggalkan Jack yang terbengong menghadapi sikap Tuan Mudanya itu .
#Bersambung
ikutin terus ya
__ADS_1