
Zahra sedang menyiram bunga di halaman . Saat Ia menoleh ternyata Ilham sudah disana . Dipeluknya Zahra dari belakang . di elus nya perut istrinya yang menjadi tempat tinggal anaknya .
" Mas lepasin . Ini di luar loh ! Gimana kalo di liat orang malu lah " Katanya . Ia mencoba melepaskan pelukan Zahra .
" Ah Sayang " Ilham menolak dan tetqp merengkuh tubuh Zahra .
" Eh iya Mas , Aku selalu lupa kalo mau tanya . "
" Tanya apa sayang ?"
" Waktu itu siapa yang kasih kamu obat Mas ?" Ilham seperti tersadar akan kejadian 2 hari lalu . Waktu itu Dia langsung tidur sehingga Zahra tak bertanya lebih lanjut .
" Eh itu sebenernya " Awalnya Ilham bimbang . Tapi Ia akhirnya berkata jujur kepada Zàhra tentang yang terjadi sebenarnya .
Zahra kaget bukan main . Emosinya pun jadi memuncak .
" Astaga cewek murahan itu . Gak ada kapoknya deketin kamu ya Mas " Geramnya .
" Tenang Sayang jangan emosi . Ingat kamu lagi hamil . " Diusapnya lembut punggung Zahra . Kini mereka uda duduk di kursi yang ada di taman . Ilham pun mengambil alih selang yang di pegang Zahra untuk melanjutkan menyiram bunga .
" Mas . Kamu harus hati hati terus ya sama perempuan uler itu " Ingat Zahra lagi . Entah kenapa Ia selalu memiliki firasat yang tidak enak .
" Iyah sayang . Eh masuk yuk aku mau ngomong " Ilham mematikan keran air dan menggulung selangnya dengan rapi .
" Mau ngomong apa Mas ?" Tanya Zahra saat mereka berdua sudah tiba di kamar . Ilham sudah merebahkan dirinya sementara Zahra sibuk menyusun baju di lemari .
__ADS_1
" Besok aku keluar kota Sayang "Ucap Ilham hati hati . Hatinya selalu trenyuh saat mengatakannya . Jujur , Ia selalu merasa berat bila harus meninggalkan Zahra apalagi dalam keadaan hamil .
Zahra menoleh ke arah Ilham . Ia paling benci saat Ilham harus ke luar kota atau luar negeri . Ia paling benci saat Ilham meninggalkannya .
" Berapa lama Mas ?" Tanya nya dengan wajah masam .
" Kira kira 3 minggu Sayang . Jadi aku bakal antar kamu ke rumah Mama ya " Jelasnya .
" Emang harus pergi ya Mas ? Jangan pergi ya! " Bujuknya .
" Ini pekerjaan penting sayang . "
" Tapi perasaan aku gak enak Mas . " Desahnya . Ilham menghampiri dan merengkuh erat Zahra .
" Enggak dong sayang . " Tolaknya halus .
Zahra mengerucutkan bibirnya . Ilham tqk bersedia untuk membawanya ikut .
" Yauda . Asal kamu hati hati ya Mas . "
" Pasti Sayang ku . "
" Tapi Mas aku mau di rumah aja ya . Gak usah ke rumah Mama . "
" Yaudah tapi ingat untuk ngabarin Mas kalo ada apa apa ya " Ia cium pipi Zahra penuh cinta .
__ADS_1
' Aku pun berat ninggalin kamu Sayang ku . Tapi ini demi kebaikan kita kedepannya ' Batinnya .
~ ☆~☆ ~
Tampak keadaan rumah sudah sangat sepi . Ditambah dengan cuaca yang sedang gerimis membuat suasana jadi tampak mencekam .
Zahra baru saja menelpon Nadya supaya menemaninya tidur . Itu juga atas saran suaminya . Ia tak ingin Zahra tidur sendiri . Sambil menunggu kedatangan Nadya , Zahra sibuk memainkan ponselnya . Ia merasa ngerih juga di rumah sendiri . Memang Mbak Anna ada di rumah , tapi karna bekerja seharian yang membuatnya lelah Ia pun sudah Izin untuk tidur duluan .
Kring ! Ponsel Zahra berbunyi . Ternyata Ilham .
" Halo Mas "
" Halo Sayang ! Nadya udah dateng ?"
" Belum Mas . Tapi udah aku telpon kok . Mungkin sebentar lagi nyampek . Kenapa Mas ?" Zahra merasa nada suara Ilham terdengar sangat khawatir .
" Perasaan ku gak enak Sayang . Ingat ya ! Kalo ada apa apa langsung hubungi aku . Atau gak hubungi Mama Papa . Kamu bangunin Mbak Anna dulu deh biar nemenin Kamu sampek Nadya datang " Zahra tersenyum mendengar ocehan Ilham . Dia begitu mengkhawatirkannya .
" Makanya jangan berfikir macam macam Mas . Tenang aja Lah . Sebentar lagi Nadya datang Kok . Jadi aku gak perlu bangunin Mbak An . " Zahra coba menenangkan Ilham .
" Yaudah pokoknya kamu baik baik di rumah . Jaga kandungan kamu ya Sayang . Pokoknya nanti kalo Nadya uda sampek kabarin aku ya . "
" Iya Mas . Kamu jaga kesehatan ya . Muach " Zahra mengakhiri panggilan telepon nya . Suaminya ini .
☆☆☆☆☆
__ADS_1