
" Yuri ! " Ilham kaget karna mendapati Yuri ada di ruangannya selepas ia kembali dari ruang meeting .
Yuri beranjak dan langsung menghambur ke pelukan Ilham . Ilham kaget menerima pelukam dari seorang yang pernah menjadi orang spesial di hatinya itu .
" Apa apaan Kamu Yur " Ilham mendorong tubuh Yuri agar menjauh darinya .
Yuri menatap Ilham dari atas sampai bawah . Banyak yang berubah dari Ilham . Dulu Ia begitu bangga jika Yuri memeluknya sekedar untuk melepaskan rindu . Tapi sekarang ? Teganya dia menolak .
" Ilham aku gak pernah rela kamu jadi milik orang lain . Kamu itu cuma milik aku " Ucap Yuri Sarkatis .
" Aku udah nikah Yur . Kamu harus inget itu . Dan aku sangat mencintai istri ku . " ungkap Ilham .
Yuri gak percaya dengan omongan Ilham . Ia merengkuh tubuh Ilham ke pelukannya . tiba tiba pintu ruangan terbuka . Zahra berdiri disana dengan pandangan tak percaya atas apa yang sudah ia saksikan di depan matanya .
Suaminya bermesraan dengan wanita lain di depannya . Bekal makan siang yang Zahra bawakan untuk Ilham pun sudah jatub berantakan .
Prang! Ilham tersentak dan melihat me arah pintu . Zahra sudah berlari dan menangis . Dia tak tau kenapa dia menangis . Tapi hatinya benar bemar merasa sakit . Zahra cemburu .
Zahra berhenti di taman yang ada di lingkungan kantor Ilham . Ia sudah tidak sanggup berlari . Air matanya masih mangalir deras .
__ADS_1
" Ya Allah kenapa aku merasa begitu sakit melihat Mas Ilham Bermesraan dengan wanita lain di hadapanku ? " sesal hati Zahra .
Ilham yang mengikuti Zahra pun langsung menghampirinya . Zahra hendak beranjak namun ditahan oleh Ilham .
" Lepasin aku Mas " Zahra berusaha untuk melepaskan tangannya tapi cengkraman tangan Ilham begitu keras dan menyakiti pergelangan tangannya .
" Aku bisa jelasin Ra " Ilham ingin meminta kesempatan agar bisa menjelaskannya pada Zahra .
" Gak ada yang perlu dijelasin Mas . "
" Itu gak seperti yang kamu liat Ra . "
" Maafin aku Ra . Aku gak pernah ada maksud buat nyakitin kamu . " Ilham pun menjelaskan semua pada Zahra .
Kenapa Zahra diam aja saat Ilham menjelaskan ? Ilham mengangkat kepala Zahra yang masih berada dalam pelukannya .
Tidur ? Astaga anak ini . Bisa bisanya dia tertidur setelah tadi ngomel dan nangis .
Ilham mengangkat tubuh Zahra ke ruang istitahat yang ada di kantornya .
__ADS_1
Ia merebahkan Tubuh Xahra di ranjang yang ada disana . Ranjang dengan ukuran King size yang memang disrdiakan di dalam ruangan Ilham .
Ilham memandang wajah ayu Zahra . Ada getaran aneh dihatinya yang tiba tiba membuatnya bergetar hebat .
" Zahraku" Ilham mengecup puncak kepala Zahra dan meninggalkan Zahra untuk melanjutkan pekerjaannya .
~ ~ ~
" Jadi sampek sekarang Loe belum juga ngelakuin tugas Loe sebagai suami ???" Dimas heran melihat Zahra dan dan Ilham masih saja gengsi untuk mengungkapkan perasaannya . Padahal jelas jela sudah tumbuh benih benih cinta di hati mereka .
" Gue gak tau harus gimana Dim . " Ungkap Ilham bodoh .
" Terus aja Loe kayak gini sampek nanti Zahra bakal pergi dan cari suami yang lebih gentle dari Loe . "
Ilham memang sudah memikirkan cara untuk mengungkapkan perasaannya pada zahra tapi ia belum menemukan momen yang tepat .
Ilham jadi begitu gelisah memikirkan perasaannya sendiri . Dasar Ilham bodoh , rutuknya pada dirinya sendiri .
#BERSAMBUNG
__ADS_1