
Sebuah mobil Jeep hitam berhenti di depan rumah gedung bercat hijau tosca . Sang pengemudi membuka gembok lalu masuk ke halaman rumah .
Ia berjalan menembus gerimis yang sudah semakin deras . Dengan menggunakan jaket kulit hitam dan menggunakan sebuah masker untuk menutup wajahnya . Ia terlihat menyeramkan dan sangat kejam .
Setelah memastikan tak ada orang di sekitarnya , Ia pun membuka pintu dengan alat yang sudah di siapkannya . Ia membuka pelan agar tak menimbulkan suara gaduh .
" Kamar Zahra ada di lantai 2 . Tapi Loe harus beresin pembantunya dulu yang ada di kamar belakang lantai satu . " Ia mengingat ucapan Vany .
Ia telusuri bagian rumah dan Ia menemukan sebuah kamar yang agak terpojok yang ada di dekat dapur . Ia buka pelan . Tampak lah seorang wanita sedang tertidur pulas .
Sebenarnya jika Dia sedang tidur nyenyak tak jadi masalah tapi Ia tak ingin Wanita itu menghancurkan rencananya . Ia melangkah masuk dan langsung membungkam mulut wanita itu dengan sapu tangan yang sudah diberi obat .
" Emmm emmm" Mbak Anna mencoba berontak setelah akhirnya Ia pun pingsan tak sadar kan diri .
" Langkah pertama berhasil . "Gumamnya .
Dinaikinya tangga untuk menuju lantai atas . Ia langsung mencari kamar wanita yang menjadi tujuannya . Ada dua kamar di atas . Ia memilih kamar yang berada di tengah . Ia buka pintu dan tampak lah dari celah seorang wanita yang sangat cantik sedang tergolek pasrah .
Ia masuk ke dalam yang membuat Zahra langsung tersentak kaget dan mundur beberapa langkah .
" Si siapa Kamu ? Kenapa kamu bisa masuk ke rumah ku ?" Zahra begitu ketakutan karna melihat lelaki menyeramkan ada di dalam kamarnya .
__ADS_1
Ryan menyeringai ngerih . Ia tersenyum tapi Ia tau Zahra tak melihatnya karna tertutup oleh masker yang di gunakannya .
Ia berjalan semakin mendekat ke arah Zahra . Zahra sudah semakin meringkuk ketakutan di sudut ranjang nya sambil memeluk bantal .
" Jangan mendekat " Ia melemparkan bantal lain ke arah Ryan . Ia sungguh ketakutan .
Ryan menahan tangan Zahra . Sesaat matanya melirik ke arah belahan dada Zahra yang sedikit terlihat . Iapun tergoda .
" Jika aku langsung membunuhnya maka begitu rugi . Aku akan lebih dulu menikmati tubuhnya yang aduhai ini " Batinnya dengan begitu bernafsu .
Ia menarik tangan Zahra kasar . Ia hendak mencium bibir tipis Zahra tapi Zahra langsung berontak .
" Lepaskan Aku . Kamu mau apa ?" Zahra sudah mulai menangis . Ketakutan sudah merasuki seluruh tubuhnya .
Dengan mengumpulkan segenap keberaniannya Ia menendang perut Ryan sampai Ia terjerembab .
" Tolong ! Mbak An tolong " Teriaknya dan mencoba keluar dari kamar tapi kakinya di tahan oleh Ryan .
" Gak akan ada yang bakal dengerin teriakan Kamu . Pembantumu sudah pingsan ku buat " Ia menggertakkan giginya .
" Ya Allah tolong lindungi aku " Batin Zahra dalam hati .
__ADS_1
Di luar hujan sudah semakin deras . Keheningan semakin mencekam . Zahra semakin terpuruk . Lelaki itu sungguh memperlakukannya dengan kasar . Ia benar benar sangat ketakutan .
Ryan meremas kuat dada dan pantat Zahra . Zahra menjerit menahan sakit . Jika Ryan mencium dan Zahra menolaknya , Ryan akan menarik keras rambut nya dan menampar pipinya berkali kali .
Darah sudah keluar dari sela sela bibir Zahra akibat perlakuan bejat Ryan . Zahra menangis . Meraung menahan sakit yang amat sangat .
" Mas Ilham " Desisnya . Air matanya tak mau berhenti mengalir .
Ryan mencoba melepaskan baju Zahra tapi Zahra terus berontak . Ia tendang berkali kali lelaki itu . Walaupun Ia tau tenaganya sudah tak ada lagi .
Ia tarik kasar baju yang di kenakan Zahra . Kini keadaan Zahra sudah sangat kacau . Ryan melemparkan Zahra dengan keras ke ranjang .
" Arrrhhh" Zahra meringis . Ia merasakan kesakitan di perutnya . Ia raba . Ia benar benar takut janinnya terluka .
Ryan coba menindih tubuh Zahra . Tapi Zahra singkirkan karna Ia merasakan nyerih dan melihat ada darah yang mengalir dari sela sela paha nya .
" Hentikan tolong " Ia coba berontak dengan sisa tenaga yang ada . Ia menangis melihat darah itu . Apakah janinnya terluka ?
Ryan tak peduli . Ia bahkan semakin menyiksa Zahra untuk memenuhi nafsu bejatnya .
Zahra sudah terkulai tak berdaya . Ia sudah tak lagi punya kekuatan untuk berontak . Ia hanya mampu meneteskan air mata sembari terisak .
__ADS_1
" Mas Ilham . Maafkan aku Mas " Desisnya dalam keharuan yang mendalam .
☆☆☆☆☆