
●●●Zahra●●●
Setelah selesai memberi makan dan memandikan si Kembar , Kini aku membawa kedua nya jalan jalan ke taman bermain yang ada di dekat rumah dengan stroller . Kedua nya ku letakkan dengan manis di dalamnya , dan aku mulai berjalan melewati kompleks perumahan .
Sesekali aku berhenti karna ada tetangga yang gemas melihat kesayanganku dengan pipi chubby nya .
" Jalan jalan dulu Sayang . Cari Udara sore yang segar ya nak ya " Ucapku mengajak keduanya berbicara .
Alvian dan Alice tampak mengoceh dan tersenyum sumringah . Mereka menikmati keindahan sore hari di sini yang tampak begitu sangat segar .
Tiba tiba aku berhenti karna merasa menginjak sesuatu . Aku lupa jadi menggunakan sendal rumah yang tipis . Ternyata aku menginjak duri tajam yang menyebabkan telapak kaki kananku berdarah .
Tanpa sadar , karna merasa sakit aku melepaskan pegangan tanganku dari stroller yang di dalamnya masih ada kedua buah hatiku .
Aku terkejut melihat stroller menggelinding . Jalan yang mulus membuat rodanya berputar tanpa hambatan .
" Ya Allah ! Alvian ! Alice !" Teriakku disertai usaha berlari . Tapi kaki ku yang terluka sedikit menjadi penghalang .
Stroller melaju semakin kencang .
" Bayiku ! Tolong bayiku " Teriakku histeris disertai air mata yang mengucur kian deras .
Aku semakin kesal saat tersandung batu yang sama sekali tak ku perhatikan . Pikiranku sudah sangat kalut . Aku berteriak dan menangis . Bagaimana ini ? Kakiku kram . Aku beranjak .
Dan .....
Stroller bayiku sudah ada di depan mataku . Tanpa peduli bagaimana mereka bisa ada di depanku , langsung ku kecup wajah Alice dan Alvian bertubi tubi secara bergantian .
__ADS_1
" Maafkan Mama , Nak !" Ucapku sangat merasa bersalah atas apa yang sudah terjadi . Aku hampir saja mencelakai anakku sendiri .
Aku mendongakkan kepalaku untuk melihat orang yang telah menyelamatkan bayiku .
" Mas !" Aku kaget karna mendapati orang yang berdiri di hadapanku dan yang telah menyelamatkan bayiku adalah Mas Ilham , Suamiku .
Ia tersenyum tulus padaku . Aku berdiri dan mendekat ke arahnya .
" Maaf Mas . Aku gak hati hati . Aku hampir aja nyelakain anak kita . Aku fikir akan kehilangan mereka berdua " Rintihku pilu .
Ia menarikku kedalam pelukannya . Sembari menghapus air mata ku . Dikecupnya lembut kepalaku . Membuat ku mendongak melihat wajahnya .
" Udah . Yang penting anak anak uda gak apa apa kan ? Jangan nangis lagi " Aku semakin mengeratkan pelukanku .
" Maaf Mas " Ucapku lagi .
~☆~☆~☆~
" Mas !" Aku meletakkan Segelas susu di meja Kerjanya . Aku menemuinya setelah menidurkan anak anak .
Mas Ilham selalu tidur larut karna menyelesaikan pekerjaan kantor yang sepertinya tak ada habisnya .
" Eh Sayang ! Anak anak uda tidur ?" Tanya nya saat melihatku .
" Uda Mas . " Aku pun duduk di pangkuannya . Aku memperhatikan ke arah laptopnya dan sesekali mencuri pandang ke arah nya .
" Diminum dulu Susunya Sayang " Kataku dan menyerahkan segelas susu itu padanya . Ia meneguknya sedikit dan meletakkannya kembali ke tempat semula .
__ADS_1
" Mas Maunya minum susu yang ini " Bisiknya nakal dan menunjuk ke arah dadaku . Spontan aku langsung menutupinya dengan tangan ku .
" Dih ! Dasar mesum !" Sungutku dan memonyongkan bibirku . Ia yang gemas langsung menarik wajahku dan melumat habis bibirku .
" Siapa yang mesum ?" Tanya nya menggoda dengan senyum nya yang selalu saja membuat ku melayang . Matanya melirik ke arah itu lagi .
" Ini buat Alvian sama Alice . Mas gak boleh " Ucapku pura pura menolak untuk menggodanya .
Dilumatnya lagi bibirku . Enggghh aku hampir kehabisan nafas di buatnya .
Ia mengangkat tubuhku dan meletakkan nya di atas meja kerja yang ada di hadapannya setelah menggeser laptop dan semua berkas .
" Aghhhh " Desahku saat Ia membuka kancing piama ku dan mulai meremas dadaku .
Ia menatap tak berkedip Kedua gundukan besar yang masih tertutup oleh bra itu . Perlahan Ia menelan ludahnya menikmati pemandangan di depannya .
Ia membuka kancing nya . Kebetulan Aku memang suka memakai bra dengan kancing yang ada di depan . Salah satu cara mudah juga saat hendak menyusui si kembar .
Kini terpampang lah tanpa ada penghalang di hadapannya . Ia langsung menyerbunya tanpa memberi sedikit celah . Di sedotnya sampai air susu belepotan di bibirnya .
Kuremas rambutnya merasakan sensasi ini . Bayi kolot . Batinku .
" Ehmm Mas " Lenguhku . Ia seperti tak ada puas puasnya . Masih asik membenamkan kepalanya di dadaku membuat aku sesak .
☆☆☆☆☆
jangan lupa like dan coment ya sayang sayang ku😘😘😍😍
__ADS_1