
Nadya turun dari taksi . Karna sudah malam Ia tak berani membawa mobil sendiri . Ia tadi begitu sibuk sehingga Ia terlambat untuk menemui Zahra .
Nadya mengembangkan payung nya dan masuk ke area halaman rumah Zahra . Ia heran . Berani sekali Zahra tak mengunci pagar nya . Ia melangkah masuk .
" Mobil Jeep siapa ini ? " Hati Nadya bertanya tanya . Seingatnya teman Zahra adalah temannya juga . Ia tak pernah melihat orang yang memakai jeep ini .
Ia begitu penasaran . Pintu utama rumah pun terbuka .
" Sejak kapan Zahra jadi begitu teledor membiarkan semua rumah dalam keadaan terbuka ? Memang anak ini " Gumamnya .
Saat Ia masuk ke dalam rumah Ia mendengar suara teriakan wanita .
" Itu Suara Zahra " Awalnya Nadya fikir Zahra berselingkuh dan sedang bercumbu dengan selingkuhannya di kamar . Tapi , Ia mendengar jeritan Zahra yang sangat memilukan . Ia terus berteriak minta tolong .
Nadya langsung berlari ke atas . Ia intip melalui lubang kunci dan Ia melihat kejadian yang sangat mampu mengejutkannya . Zahra di perkosa oleh pria asing .
Nadya langsung keluar untuk mencari pertolongan . Ia coba menghubungi kantor polisi terdekat .
" Bertahan Zahra . " Ia menangis seakan merasakan pemderitaan sahabatnya .
__ADS_1
Tak berapa lama polisi datang . Nadya yang di temani oleh beberapa polisi langsung masuk ke kamar Zahra .
Disana Ryan semakin brutal menyiksa Zahra . Zahra sudah terkulai lemas dengan darah yang semakin deras di antara paha nya .
" Jangan bergerak . Kamu sudah kami kepung " Para polisi sudah mengarahkan pistol ke arah Ryan .
" Hahahah . Kalian fikir akan begitu mudah menangkap aku ? Hahaha " Ryan tertawa menggelegar yang sangat seram .
Merasa tertantang , pak polisi melayangkan peluru ke arah kaki Ryan .
Dor ! Tepat sasaran . Ryan meringis dan memegangi kakinya . Ia mendekat ke arah Nadya yang berdiri di dekat pintu . Ia mengarahkan pisau ke arah leher Nadya dan menyanderanya . Ia menarik Nadya keluar .
Ia lajukan dengan kecepatan tinggi . Tapi beruntung , Polisi cekatan langsung menembakkan peluruh ke kedua ban belakang Jeep Ryan . Mobil yang tadi berjalan normal kini sudah zigzag dan langsung tak terkendali . Mobil Ryan menabrak keras ke pohon besar di pinggir jalan .
Sementara Nadya sudah berlari ke kamar Zahra . Ia melihat Zahra meneteskan air matanya . Ia memegangi perutnya yang terasa sangat sakit .
" Ra " Panggilnya . Ia rengkuh tubuh Zahra erat dalam pelukannya . Zahra terisak . Air matanya semakin deras hingga membasahi bahu Nadya .
" Aku takut Nad . " Zahra menangis tersedu sedu dalam pelukan Nadya . Nadya pun ikut menangis . Begitu berat cobaan ini baginya .
__ADS_1
" Mas Ilham " Zahra menyebut nama Suaminya . Ia takut . Bahkan sampai detik ini pun , tubuhnya masih menggigil ketakutan .
~☆~☆~☆~
Karna kecelakaan itu , Ryan tewas . Tapi sebelum Ia meninggal Ia sempat menyebutkan " Van " . Sampai saat ini polisi masih menyelidiki kasus ini .
Sementara Zahra , langsung di pindahkan ke rumah orang tuanya . Kedua orang tua Zahra begitu terpukul melihat kondisi putrinya .
Zahra hanya mampu menangis . Ia terpuruk begitu dalam akibat semua kejadian . Bahkan , Ia kehilangan janin yang selama ini Ia dan Ilham selalu harapkan .
" Tolong hentikan " Ia selalu terbayang kejadian penuh luka itu . Saat mengingatnya Ia langsung bergetar hebat dan berteriak histeris .
" Sakit " Rintihnya pilu .
" Maafin Mama gak bisa jaga Kamu Sayang " Sesalnya . Ia terus meraba perutnya yang rasanya sudah tak ada lagi kehidupan di dalamnya .
Ia menjerit . Ia membanting semua yang ada di dalam kamarnya . Jika ada yang coba menemuinya , Ia langsung menjerit ketakutan .
" Jangan mendekat . Pergi !" Teriaknya hebat .
__ADS_1
☆☆☆☆