
Karna Ilham tak kembali ke rumah orang tua Zahra malam ini , jadi Zahra mengajak Nadya untuk menginap bersamanya di rumah orang tuanya .
" Tumben nyuruh Gue nginep Ra "
" Kita kan uda lama banget gak tidur bareng kayak gini Nad . Ya rindu aja sama suasana yang kayak gini ini . " Jelasnya .
" Emang nya Mas Ilham gak marah nanti kalo Gue nginep disini ?" Tanya nya
" Lah . Kenapa harus marah ? Malah dia seneng dong . Tadi Gue udah bilang sma dia dan dia setuju kok . Aneh loe . " Zahra menjawil lengan Nadya .
" Ra sebenernya Gue pengen ngomong . "
" Soal apa Nad ?" Tanya nya penasaran .
" Soal Dimas "
" Mas Dimas kenapa ? "
" Menurut Loe dia gimana si Ra ?"
" Dia baik banget lah Nad . Cowok pekerja keras dia itu . Emang kenapa sih kok nanyain Dia ?"
Nadya menoleh ke arah Zahra yang masih memandangnya .
__ADS_1
" Berarti gak salah kan kalo Gue Jadian sama Dia ? Loe gak bakal marah kan ?" Tanya nya hati hati .
" Hah ? Loe udah jadian sama Mas Dimas ? Kapan ? Kok baru ngasih tau gue sih ?" Zahra langsung tersentak dan melemparkan pertanyaan bertubi tubi pada Nadya .
" Loe kalo nanyak satu satu lah Ra . Nanya kok barengan semua . Bingung Gue jawabnya "Ucapnya . Zahra hanya cengengesan .
" Uda satu minggu Gue jadian sama Dia . Kita berdua berkomitmen untuk gak nutupin dan gak sengaja ngebongkar hubungan kita . Tapi Gue gak enak aja kalo gak ngasih tau Loe . Sementara kan Gue kenal dia dari Loe dan Mas Ilham . " Jelasnya .
Zahra memeluk tubuh sahabatnya .
" Gue seneng Nad . Mas Ilham itu cowok baik Nad . Loe gak akan salah pilih dia . Dia cowok yang bertanggung jawab dan pekerja keras . Gue bakal selalu dukung hubungan kalian berdua " Ungkap nya penuh bahagia . Karna Zahra yakin , Dimas mampu menjaga sahabatnya dengan baik .
~ ~ ~
Ia membuka pintu mobilnya . Ia tersentak saat Ia duduk dan menemukan seorang gadia tertidur di jok belakang mobilnya .
Ia coba membangunkan gadis itu . Ia angakat rambut yang menutupi wajahnya untuk mengetahui siapa gadia tersebut .
" Mbak ! Bangun Mbak !" Ilham menggoyang goyangkan tubuh gadis itu .
" Hhnngg" Gadis itu mendengus dan bangkit . Ia sedikit kaget setelah tau bahwa ia tidur di mobil .
" Vany ! Ternyata Kamu Van ? Sedang apa di mobil ku Van ?" Tanya Ilham . Ternyata gadis itu adalah Vany . Tapi ia heran kenapa gadis itu bisa tertidur di mobilnya .
__ADS_1
" Mas Ilham . Astaga . Maaf ya Mas . Aku . . ."Vany bicara tergagap saat hendak menjawab pertanyaan Ilham .
" Kamu bicara pelan pelan Van " Ilham menyerahkan sebotol air mineral pada Vany .
" Vany minta maaf ya Mas . Tadi Vany di kejar kejar sama preman yang lagi mabuk berat . Jadi Vany sembunyi . Dan gak tau mungkin memang Allah ngirimin bantuan ke Vany saat Vany coba buka mobil ini , ternyata gak ke kunci . Jadi Vany masuk untuk sembunyi . Gak taunya ini mobil Mas Ilham ya ?" Vany coba menjelaskan . Ia memasang mimik wajah melas agar Ilham mempercayai nya . Padahal jelas jelas Ia berbohong pada Ilham .
" Oh . Ok gak masalah Van . Sekarang uda aman . Aku anterin kamu pulang ya " Ilham menawarkan diri .
" Gak usah Mas Ilham . Vany pulang sendiri aja ya . Vany gak mau ngerepotin Mas Ilham " Tolaknya halus .
" Gak apa apa Van . Lagian ini uda malam banget loh . Gimana kalo preman itu datang lagi ?"
" iya deh Mas . Makasih ya sebelumnya Mas ." Akhirnya Ilham pun mengantarkan Vany ke rumahnya .
" Makasih ya Mas . " Ucapnya saat tiba di depan rumahnya . Padahal jarak dari kantor Ilham ke rumah nya lumayan jauh . Tapi Ilham menempuhnya demi mengantarkannya dengan selamat .
" Sama sama Van . Aku balik ya " Ilham tersenyum ramah dan meninggalkan kediaman Santoso .
" Semua baru di mulai Mas Ilham " Ucapnya saat melihat kepergian Ilham dengan senyum licik .
#bersambung
jangan lupa like dan coment
__ADS_1