
Seorang pelayan datang untuk memanggil Zahra agar segera turun .
" Non Zahra , tamunya sudah datang Non . "
" Iya mbak saya turun kok . " Ujar Zahra lembut .
Zahra pun turun menemui keluarga Hastomo . Zahra memberi salam kepada mereka . Sekilas matanya tertuju pada sosom pemuda tampan yang duduk di dekat Papanya .
" Jadi ini yang namanya Zahra ? Ternyata kamu jauh lebih cantik dari yang pernah tante liat di foto ya sayang " Erna menyjbit gemas pipi Zahra . Pipi Zahra langsung memerah bak kepiting rebus .
" Terimakasih tante ." Tutur Zahra malu .
Mereka lebih dulu menyantap hidangan yang tersedia baru membahas soal perjodohan itu .
" Apa Zahra bersedia Nak ? " Tanya Erna , Istri Hastomo . Perlahan Zahra memandang mamanya . Lalu beralih ke Papanya . Matanya membentur sosok tampan tadi . Yang diperkenalkan sebagai Ilham , lelaki yang telah dijodohkan dengannya .
" Zahra bersedia Tante , Om . Karna Zahra tau , kedua orang tua Zahra gak akan mungkin ngejodohin Zahra sama laki laki yang salah . " Zahra menggenggam lembut tangan Mamanya . Semua yang hadir tampak senang mendengar jawaban Zahra .
" Gimana kalo kita langsung tentuin tanggal pernikahan ajah " Spontan ibu ibu ini mulai memilih tanggal yang cocok .
__ADS_1
" Lebih baik biarkan duli anak anak kita saling mengenal lebih jauh agar mereka merasa lebih cocok . " Saran Aris .
~ ~ ~
Sesuai kesepakatan kedua keluarga , Zahra dan Ilham pun memulai dengan melakukan kencan . Agar Zahra tau bagaimana Ilham maupun sebaliknya .
Ilham adalah sosok yang lembut menurut Zahra . Hari ini mereka pergi untuk makan malam . Ilham menyiapkan tempat yang sangat terkesan romantis seperti saran Papinya . Mungkin Zahra akan berfikir bahwa semua ini memang Ilham sendiri yang menyiapkan .
Zahra adalah orang yang terkesan cuek terhadap sesuatu yang memang tidak dia suka . Kecuali memang jika nanti sudah kenal dekat , Zahra mampu bercerita sepanjang hari .
" Zahra !" Panggil Ilham lembut .
" Bagaimana pendapatmu tentang perjodohan kita ? Kenapa kamu menerimanya ? " Ilham penasaran dengan jawaban yang akan dilontarkan oleh Zahra .
" Aku menerima Karna Mas adalah pilihan Papa dan Mamaku . Aku sangat menghargai apa pun yang menjadi pilihan mereka . Aku hanya tidak ingin membuat kedua orang tua yang sangat aku cintai kecewa Mas " Itu jawaban Zahra . Ilham lega .
" Kalo Mas Ilham kenapa menerima perjodohan ini ? " Zahra balik bertanya kepada Ilham .
Ilham menarik nafas sejenak .
__ADS_1
" Jawabanku sama persis seperti kamu Ra . Aku tidak ingin mengecewakan Papa dan Mama ku jika aku menolak perjodohan ini . "
Pelayan datang membawakan pesanan mereka . Kini mereka hanyut dalam fikiran masing masing sambil menyantap makanannya .
Kini Zahra tau , Ilham adalah seorang direktur utama di perusahaan ternama . Ia merupakan anak pertama dari Pak Hastomo Kertanegara dan Ibu Ernawati . Umur Ilham jalan 27 Tahun .
Ilham pun tau , Zahra adalah anak tunggal dari Pak Aris Wijaya dan Ibu Susanti .
Zahra merupakan Lulusan Desaigner .
Zahra bercita cita ingin membuka butik miliknya sendiri .
Awal yang bagus untuk keduanya di kencan ini . Zahra hanya berharap kelak Ilham akan mampu menjadi seorang suami yang baik untuk nya seperti yang diharapkan orang tuanya .
" Mau mampir Mas ? " Tawar Zahra lembut .
" Enggak deh Ra . Udah malam banget . Titip salam aja sama Om dan Tante ya . " Setelah menunggu Zahra masuk ke dalam rumah barulah Ilham melajukan mobilnya dari perumahan nusa indah dimana Zahra tinggal .
#BERSAMBUNG
__ADS_1
kisah cinta Zahra aru dimulai . ikutin terus ya kak