AKU KAU DAN KITA

AKU KAU DAN KITA
EPISODE 56


__ADS_3

Ilham pulang karna mendapat kabar tentang Zahra . Ia langsung datang menemui Zahra di rumah orang tua nya .


Rasa sakit langsung menghampirinya , Tatkala melihat keadaan yang sangat mengenaskan dari istrinya .


Zahra masih begitu trauma . Ia tak mau keluar kamar . Hanya mampu terpuruk merasakan derita hidup nya .


Ilham melangkah masuk . Ia duduk di bibir ranjang dan mencoba menggapai Zahra .


" Jangan jangan deketin aku . Pergi " Teriaknya .


" Sayang . Ini aku Mas Ilham , suami Kamu Sayang" Ucapnya .


" Jangan ! Aku takut " Tubuhnya bergetar hebat akibat ketakutan yang membelenggu jiwa nya .


Ilham meraih tubuh Zahra . Ia peluk erat . Sangat erat sampai Zahra tak bisa berontak . Zahra menangis pilu di pelukannya . Ilham pun meneteskan air matanya melihat kondisi Zahra .


" Jangan takut Sayang ! Aku gak akan nyakitin kamu . Aku sayang kamu . " Ucapnya tulus . Zahra terdiam di pelukan Ilham . Hanya air matanya yang tidak mau berhenti mengalir .


" Aku takut Mas . Sakit !" Rintihnya . Ilham kecup lembut kening Zahra untuk menyalurkan kekuatan padanya .


" Maaf Mas . Aku gak bisa nyelamatin calon anak kita " Ia merintih lagi .


Ilham begitu sakit mendengar segala rintihan Zahra . Ya Allah , Kuatkan Istriku . Batinnya .


" Gak apa apa Sayang ku . " Ia selalu coba menenangkan Zahra .

__ADS_1


Zahra diam di dalam pelukan Ilham . Tapi bila Ilham hendak mencium bibir nya , Zahra selalu menolak .


" Jangan Mas . Sakit " Desahnya .


" Kamu tenang aja Sayang . Aku akan balas orang yang udah melakukan ini Sama kamu . Aku gak akan melepaskan orang nya ats penderitaan yang sudah dia berikan ke kamu . "


~☆~☆~☆~


Ilham di panggil ke kantor polisi untuk menerima hasil dari penyelidikan .


" Melalui ponsel tersangka , kami menemukan hasil bahwa tersangka sering berhubungan dengan seorang yang bernama Vany . Dari chat terakhirnya , tersangka mengatakan saudari Vany harus membayar dengan tubuhnya bila Ia sudah menyelesaikan tugas darinya . " Ungkap Pak polisi dan menyerahkan semua bukti .


Ilham menggertakkan gerahamnya dengan sangat marah . Ia bangkit dengan emosi yang sudah membludak .


" Apa anda kenal dengan saudari Vany , Pak ?"


Ilham ikut bersama untuk penangkapan Vany di rumah nya .


Sementara keluarga Vany heran karna melihat ada mobil polisi berhenti di depan rumah nya .


Tok Tok Tok ! Mereka menunggu untuk beberapa saat karna belum ada yang membuka kan pintu .


Krek ! Pintu terkuak . Keluar lah Santoso dan Istrinya . Di susul oleh sang putri , Vany Ariska .


" Selamat Siang Pak !" Pak Polisi mengucapkan salam .

__ADS_1


" Siang Pak . Ada yang bisa kami bantu Pak ?" Tanya Santoso .


" Kami kesini membawa surat penangkapan untuk Saudari Vany . "


Mereka bertiga tersentak . Mereka saling melirik satu sama lain . Sementara Vany yang sudah mendengar berita kematian Ryan langsung gugup .


" Putri Saya salah apa Pak ?" Tanya Sulastri .


" Putri Bapak di duga terlibat dalam kasus kejahatan yang menimpa Istri dari Bapak Ilham . " Ilham yang sedari tadi masih berada di dalam mobil langsung keluar tatkala mendengar namanya di sebut .


" Saya gak salah Pak !" Ucap Vany menolak tuduhan yang ada padanya .


Plak ! Sebuah tamparan keras mendarat ke pipi mulusnya . Ilham sudah berdiri di hadapannya dengan pandangan mata tajam dan dingin .


" Apa apaan Kamu Ilham ?" Sentak Santoso .


" Diam .! " Ilham berteriak keras . Ia sudah tak dapat lagi menahan amarnya yang sudah sangat memuncak .


" Bawa dia Pak ." Vany pun di seret ke mobil polisi .


" Saya gak salah Pak !"


" Anda bisa jelaskan di kantor nanti " Vany menangis melihat dirinya di serwt ke kantor polisi .


" Siapa pun yang membuat orang yang saya cintai menderita . Akan saya balas lebih menderita dari yang sudah dilakukannya . " Ilham memandang tajam Santoso dan Istrinya sebelum meninggalkan tempat .

__ADS_1


~☆~☆~☆~


__ADS_2