
Ilham pulang karna mendapat kabar tentang Zahra . Ia langsung datang menemui Zahra di rumah orang tua nya .
Rasa sakit langsung menghampirinya , Tatkala melihat keadaan yang sangat mengenaskan dari istrinya .
Zahra masih begitu trauma . Ia tak mau keluar kamar . Hanya mampu terpuruk merasakan derita hidup nya .
Ilham melangkah masuk . Ia duduk di bibir ranjang dan mencoba menggapai Zahra .
" Jangan jangan deketin aku . Pergi " Teriaknya .
" Sayang . Ini aku Mas Ilham , suami Kamu Sayang" Ucapnya .
" Jangan ! Aku takut " Tubuhnya bergetar hebat akibat ketakutan yang membelenggu jiwa nya .
Ilham meraih tubuh Zahra . Ia peluk erat . Sangat erat sampai Zahra tak bisa berontak . Zahra menangis pilu di pelukannya . Ilham pun meneteskan air matanya melihat kondisi Zahra .
" Jangan takut Sayang ! Aku gak akan nyakitin kamu . Aku sayang kamu . " Ucapnya tulus . Zahra terdiam di pelukan Ilham . Hanya air matanya yang tidak mau berhenti mengalir .
" Aku takut Mas . Sakit !" Rintihnya . Ilham kecup lembut kening Zahra untuk menyalurkan kekuatan padanya .
" Maaf Mas . Aku gak bisa nyelamatin calon anak kita " Ia merintih lagi .
Ilham begitu sakit mendengar segala rintihan Zahra . Ya Allah , Kuatkan Istriku . Batinnya .
" Gak apa apa Sayang ku . " Ia selalu coba menenangkan Zahra .
__ADS_1
Zahra diam di dalam pelukan Ilham . Tapi bila Ilham hendak mencium bibir nya , Zahra selalu menolak .
" Jangan Mas . Sakit " Desahnya .
" Kamu tenang aja Sayang . Aku akan balas orang yang udah melakukan ini Sama kamu . Aku gak akan melepaskan orang nya ats penderitaan yang sudah dia berikan ke kamu . "
~☆~☆~☆~
Ilham di panggil ke kantor polisi untuk menerima hasil dari penyelidikan .
" Melalui ponsel tersangka , kami menemukan hasil bahwa tersangka sering berhubungan dengan seorang yang bernama Vany . Dari chat terakhirnya , tersangka mengatakan saudari Vany harus membayar dengan tubuhnya bila Ia sudah menyelesaikan tugas darinya . " Ungkap Pak polisi dan menyerahkan semua bukti .
Ilham menggertakkan gerahamnya dengan sangat marah . Ia bangkit dengan emosi yang sudah membludak .
" Apa anda kenal dengan saudari Vany , Pak ?"
Ilham ikut bersama untuk penangkapan Vany di rumah nya .
Sementara keluarga Vany heran karna melihat ada mobil polisi berhenti di depan rumah nya .
Tok Tok Tok ! Mereka menunggu untuk beberapa saat karna belum ada yang membuka kan pintu .
Krek ! Pintu terkuak . Keluar lah Santoso dan Istrinya . Di susul oleh sang putri , Vany Ariska .
" Selamat Siang Pak !" Pak Polisi mengucapkan salam .
__ADS_1
" Siang Pak . Ada yang bisa kami bantu Pak ?" Tanya Santoso .
" Kami kesini membawa surat penangkapan untuk Saudari Vany . "
Mereka bertiga tersentak . Mereka saling melirik satu sama lain . Sementara Vany yang sudah mendengar berita kematian Ryan langsung gugup .
" Putri Saya salah apa Pak ?" Tanya Sulastri .
" Putri Bapak di duga terlibat dalam kasus kejahatan yang menimpa Istri dari Bapak Ilham . " Ilham yang sedari tadi masih berada di dalam mobil langsung keluar tatkala mendengar namanya di sebut .
" Saya gak salah Pak !" Ucap Vany menolak tuduhan yang ada padanya .
Plak ! Sebuah tamparan keras mendarat ke pipi mulusnya . Ilham sudah berdiri di hadapannya dengan pandangan mata tajam dan dingin .
" Apa apaan Kamu Ilham ?" Sentak Santoso .
" Diam .! " Ilham berteriak keras . Ia sudah tak dapat lagi menahan amarnya yang sudah sangat memuncak .
" Bawa dia Pak ." Vany pun di seret ke mobil polisi .
" Saya gak salah Pak !"
" Anda bisa jelaskan di kantor nanti " Vany menangis melihat dirinya di serwt ke kantor polisi .
" Siapa pun yang membuat orang yang saya cintai menderita . Akan saya balas lebih menderita dari yang sudah dilakukannya . " Ilham memandang tajam Santoso dan Istrinya sebelum meninggalkan tempat .
__ADS_1
~☆~☆~☆~