
Ilham menjatuhkan tubuhnya di sofa . Ia begitu lelah . Dan ah kepalanya sangat pusing .
Zahra mendatangi Ilham . Ia begitu kasihan melihat wajah letih suaminya .
" Mas !" Ia usap lembut kening Ilham dan Ia kaget . Ia menyentuh lehernya . Ilham demam . Badannya sangat panas . Pantas Ia mengigau tak karuan .
" Sayang . " Zahra begitu mengkhawatirkan kondisi Ilham . Ia bawa Ilham ke kamar dan di baringkannya di atas ranjang dengan perlahan . Ia lepas sepatunya dan membuka kancing kemeja yang Ilham kenakan .
Zahra blingsatan sendiri . Mondar mandir kesana kemari .
" Kita ke rumah sakit ya Mas " Ilham menggeleng . Ia tak punya biaya untuk membayar rumah sakit .
" Tapi aku khawatir sama kondisi kamu Mas " Ucap Zahra sedih .
" Aku gak apa apa Sayang " Balas Ilham lemah .
Zahra beranjak untuk mengambilkan air hangat untuk mengompres Ilham . Ia juga mencari obat demam di kotak p3k .
Ia begitu sedih melihat Ilham lemah seperti ini . Ia menyuapi sedikit nasi pada Ilham dan meminumkannya obat . Setelah itu Ia menyuruh Ilham tidur seraya Ia mengompresnya .
Ia merasa Ilham begitu tertekan . Pasti Ilham menyembunyikan sesuatu darinya sampai Ia begitu tertekan dan akhirnya jatuh sakit . Suaminya ini benar benar membuatnya khawatir .
~ ~ ~
" hhhnggg" Ilham mengigau tengah malam sampai membangunkan Zahra . Zahra menyentuh dahi Ilham dan ternyata demamnya semakin tinggi .
Zahra langsung keluar mencari taksi . Taoi karna memang sudah tengah malam jalanan tampak sepi .
__ADS_1
Akhirnya Zahra menelpon Dimas .
" Mas Dimas tolong Mas ."
" Ada apa Ra ? " Tanya Dimas panik . Pasalnya Zahra membangunkan nya yabg sedang tidur nyenyak .
" Mas Ilham Mas " Serunya tak kalah panik .
" Ilham kenapa ? "
" Mas Ilham demam tinggi . Tapi dia gak mau di bawak ke rumah sakit . Cepetan dateng kesini Mas Dimas . Aku takut Mas Ilham kenapa napa . " Zahra mulai menangis .
" Iya aku kesana sekarang " Dimas langsung mematikan ponselnya .
Ilham seperti orang yang kehilangan kesadaran . Mungkin karna badannya terlalu panas maka ia seperti orang linglung . Bahkan dia sadar tapi tak peduli walau Zahra menangis mengkhawatirkannya . Ia selalu tak tega bila Zahra menangis di depannya .
" Bagaimana keadaan suami saya Dok ?" Tanya Zahra saat Dokter keluar .
" Demamnya terlalu tinggi . Kenapa gak di bawa ke rumah sakit sejak tadi ?"
" Maaf Dok . Suami saya gak mau di bawa ke rumah sakit . "
" Pasien harus di rawat beberapa hari karna memang kondisinya sangat kritis "
" Apa boleh saya melihat kondisi suami saya Dok ?"
" Silahkan . " Dimas pun menunggu di luar . Ia biarkan Zahra masuk untuk melihat kondisi Ilham . Karna Ia tau Zahra begitu sangat mengkhawatirkan kondisi suaminya .
__ADS_1
Zahra melihat kedamaian di tidur Ilham . "Kamu berhasil buat aku khawatir Mas . " Zahra menggenggam lembut tangan Ilham dan di kecupnya .
Ilham tersadar dan mendapati Zahra di sampingnya .
" Sayang " Panggilnya . Suaranya terdengar berat . Zahra menengok . Ia langsung menghambur ke pelukan Ilham . Ia begitu bahagia karna Ilham sudah sadar .
" Aku panggilin dokter ya Mas . " Ilham hanya tersenyum .
" Dokter . "Zahra membuka pintu dan berteriak . Dimas tak ada disana .
Tak lama dokter datang dan memeriksa kondisi Ilham .
" Kondisinya sudah lumayan membaik . Panasnya pun sudah turun . Hanya tinggal menunggu kondisinya stabil . Tadi saya mengira mungkin butuh beberapa hari untuk melewati masa kritisnya , tapi bersyukur pada Tuhan akhirnya pasien bisa melewati masa kritisnya . "
" Ini obat untuk diminum setelah makan dan ini resep yang harus di tebus . Cepat sehat pak . Saya permisi . "
" Terimakasih Dok . " Setelah Dokter keluar , Dimas masuk dan membawa makanan untuk mereka berdua .
" Darimana Mas Dimas ?" Tanya Zahra .
" Tadi aku ngurus administrasi sebentar dan sekalian beli makanan . " Dimas mengalihkan pandangannya pada Ilham .
" Udah gimana Ham ? Biaya nya uda Gue selesain jadi Loe gak perlu khawatir " Jawab Dimas yang seakan tau jalan pikiran Ilham .
# Bersambung .
ikutin terus ya . jangan lupa like dan coment
__ADS_1