AKU KAU DAN KITA

AKU KAU DAN KITA
Hak Ilham


__ADS_3

Ilham merengkuh tubuh Zahra dari belakang . Zahra terkejut . Karna Ia memang tak memperhatikan kedatangan Ilham ke kamar . Zahra baru selesai mandi dan sedang duduk di depan meja rias sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk .


Ilham mengendus wangi dari tubuh Zahra . Ia sibakkan rambut Zahra agar Ia bisa mencium tengkuk nya .


" Mas " Zahra melenguh mendapat perlakuan demikian dari Ilham karna memang ini adalah yang pertama baginya .


" Kamu tau gak sayang , Istriku begitu menggairahkan dengan rambut basah seperti ini " Ungkap Ilham jujur .


Zahra merasa malu mendengar ucapan Ilham .


" Atau kamu memang sengaja menggodaku ya sayang ? " Ilham masih begitu aktif bermain di tengkuk Zahra . Dijilat nyaa perlahan untuk membangkitkan gairah sang istri . Telinga Zahra pun tak luput dari Hisapannya .


Zahra merasa tubuhnya seperti melayang .


" Arggghh Mas " Zahra tak mampu menahan godaan dari suaminya .


Ilham tambah bersemangat mendengar desahan Zahra memanggilnya . Dibalikkannya tubuh Zahra agar menghadap ke arahnya .


Kini Ilham menyaksikan wajah Zahra yang sudah bersemu merah akibat kenikamatn nya . Ilham menangkup pipi Zahra lalu diciumnya mulai dari kening , turun ke kedua matanya , hidungnya dan menetap di bibirnya . Awalnya Ia hanya mengecup sekilas bibir Zahra , tapi kemudian dilumatnya lembut .


Tuntutan birahinya sudah tak terkendali . Ia makin ganas melumat bibir Zahra sementara tangannya bergerilya di sekujur tubuh Zahra untuk memberi kenikmatan lebih .


Zahra begitu menikmatinya . Ia hanya mampu mendesah merasakan yang dilakukan Ilham .


Ilham mengangkat tubuh Zahra ke atas ranjang sambil masih tetap berciuman .


Dari bibir kini Ilham mulai turun ke lehernya , lalu turun lagi hingga berhenti di dada Zahra .

__ADS_1


Ilham melepas Kimono yang dipakai Zahra . Kini Ia melihat dengan jelas apa yang seharusnya sudah dilihatnya di malam pernikahan mereka .


Ilham menelan ludah menyaksikan pemandangan di depannya . Zahra yang malu langsung menutupi dadanya dengan kedua tangannya .


" Kenapa sayang ?" Ilham menggoda Zahra


" Aku malu Mas . " Ungkap Zahra jujur . Karna memang selama ini belum ada yang melihat tubuhnya selain dirinya .


" Kenapa harus malu ? Aku suamimu sayang . Yang ada padamu kini adalah milikku . "


Ilham benar . Semua yang ada di tubuh Zahra adalah miliknya dan sudah sepantasnya lah Ilham meminta hak nya . Perlahan Zahra menurunkan tangannya .


Ilham meminta Zahra yang masih malu malu untuk melepaskan kemeja yang di pakainya . Awalnya Zahra menolak dan menyuruh Ilham untuk melakukannya sendiri , Tapi kemudian Ia menurut .


Kini keduanya sudah polos tanpa sehelai benang pun . Zahra melotot dan menelan ludah melihat 'milik' suaminya .


" Bisa ku ambil hak ku sekarang sayang ?" Pinta Ilham lembut .


Zahra menganggukkan kepalanya tanda setuju . Ilham pun memulai aksinya dengan perlahan .


" Tapi mungkin awalnya akan terasa sakit Sayang . Gigit Mas kalo kamu sakit ya "


" Iya mas . Lakukanlah . " Zahra sudah pasrah . dan benar saja , Zahra merasakan sakit . Ia berteriak lepas itu menggigit punggung Ilham dan menarik rambutnya .


Ilham menghentikan aktivitasnya sejenak untuk memberi waktu Zahra menikmatinya .


Saat Zahra memberi izin barulah dilanjutkannya .

__ADS_1


~ ~ ~


Zahra bangun pagi dengan merasakan sakit di sekitar selangkangan nya . Ia merasa masih perih bekas hubungannya tadi malam dengan Ilham .


Kini Zahra sudah tinggal berdua dengan Ilham , Jadi Ia harus menyiapkan sendiri sarapan untuk suaminya .


Ia meninggalkan Ilham yang masih tertidur pulas di atas ranjang . Ia tak tega membangunkan Ilham yang lelah .


Pagi ini Zahra memasak nasi goreng untuk Ilham . Tiba tiba tangan nya terkena bagian wajan yang panas .


"Aww" Zahra menjerit . Tiba tiba Ilham datang dan langsung meniup tangannya .


" Kenapa gak hati hati si Sayang " Ilham mengomeli Zahra lantaran tak hati hati .


" Maaf Mas . " Untung aja nasi goreng nya sudah mtatang . Ilham membawanya ke meja makan .


Zahra hendak menyuap makanannya tapi ditarik oleh Ilham .


"Tangan kamu kan masih sakit , biar aku suapin " Zahra merasa diperlakukan seperti putri oleh suaminya . Ia menghadiahkan Ilham sebuah ciuman manis di pipinya .


cup !


" Makasih mas " Ucap Zahra tulus dan melanjutkan makannya .


#Bersambung


lanjut baca ya kak

__ADS_1


__ADS_2