
Ilham baru saja berbaring di ranjang kamar nya saat Zahra menghubungi nya .
" Kamu dari mana aja sih Mas ? Kenapa dari tadi gak angkat telpon dari aku ? Kamu gak kenapa napa kan Mas ? Mas . kamu jawab dong !" Ilham pusing sendiri menanggapinya . Entah yang mana dulu yang harus di jawabnya . Istrinya ini semenjak hami jadi tambah bawel .
" Mas . Kok kamu diam aja sih ? Aku dari tadi belum tidur itu karna nungguin kabar dari kamu loh Mas " Omelnya lagi .
" Maaf ya Sayang . Tadi aku . . ." Kalo Ia bilang tadi mengantar Vany pasti Zahra akan marah . Karna Ia masih Ingat masalah nya dengan Vany . Akhirnya Ilham memilih berbohong daripada menambah fikiran Zahra .
" Kamu ngapain ? Kenapa gak di lanjutin Mas ? " Zahra begitu tak sabar ingin tau kemana dan ngapain tadi suaminya sehingga tak sempat mengangkat telpon darinya .
" Aku nyelesain tugas yang begitu banyak Sayang . Aku ngebut nyelesainnya . Karna kalo gak gitu sampai sekarang pun pekerjaannya belum selesai " Jawabnya berbohong .
" Oh . Yaudah kamu istirahat ya Mas . Pasti capek . Oh iya Kamu udah makan ?" Zahra harus selalu mengingatkan Ilham untuk makan .
" Uda Sayang . Yaudah aku istirahat ya . Capek banget . " Ilham hendak mengakhiri panggilannya tapi Zahra keburu protes .
" Kamu itu ya . Bukannya nanyak aku uda makan atau belum ? Atau nanyak aku uda minum susu . Udah istirahat . Atau tanyak kek anak kamu gimana kabar nya . Gak perhatian banget sih jadi suami . Sebel Aku . Udah ah " Zahra mengomel dan sebal langsung mematikan panggilannya dengan Ilham .
__ADS_1
Huft . Ilham menarik nafas panjang . Istrinya ini . Sehari aja gak ngomel gak bisa .
Sangking capeknya Ilham tak mandi dan langsung memejamkan matanya untuk menghilangkan semua kepenatannya .
~ ~ ~
" Pagi Sayang !" Zahra kaget karna saat ia keluar dari kamar Ia sudah menemukan Ilham ada di ruang makan dengan kedua orang tuanya .
" Ra . Ilham uda datang dari pagi banget tadi Loh . Kamu nya malah baru bangun " Ucap Mamanya . Zahra pun mengambil tempat duduk di samping Ilham .
" Cepet banget uda disini Mas Ilham . Jam berapa tadi dari rumah ?" Tanya Nadya ramah .
" Apaan sih !" Sungut nya . Ilham jadi rasanya ingin sekali mengecup Bibir Istrinya yang sedang cemberut manja . Kalo saja tak ada mertua nya dan juga Nadya pasti sudah di sambarnya bibir mungil Istrinya yang selalu menggoda Imannya itu .
Ilham terkekeh melihat wajah istrinya tersipu . Mereka pun melanjutkan sarapan .
" Tante , Om . Nadya pamit deh . Banyak banget kerjaan di butik " Lepas sarapan Nadya meminta undur diri .
__ADS_1
" Cepat banget Nad ?"
" Iya tante . Nadya langsung berangkat ya Tante , Om , Mas Ilham . " Nadya beranjak untuk mengecup tangan orang tua Zahra .
Setelah berpamitan Ia langsung pergi .
Lepas Nadya pergi , Ilham mengajak Zahra ke kamar . Ia sangat rindu pada Istrinya ini . Saat sudah tiba di kamar Ia langsung mengunci pintu dan menyambar bibir mungil Zahra yang sedari tadi sudah di tahannya .
" Uumm Mas " Zahra mencoba melepaskan Ciuman Ilham yang penuh nafsu itu karna Ia begitu merasa sesak .
Karna Zahra terlihat hendak berontak , Ilham pun melembutkan ciumannya sampai akhirnya Zahra benar benar menikmatinya .
" Huft" Zahra menarik nafas saat ciumannya dan Ilham terlepas .
" Yakin masih mau ngomel ngomel Sayang ?" Tanya Ilham .
" Kamu " Zahra menggebuk dada Ilham lembut . Ia menjatuhkan dirinya ke dada bidang suaminya yang baginya adanya tempat ternyamannya .
__ADS_1
# bersambung